• 5.12.18

    Holiday is Belitong


    Dear Travelmate, saya belum bisa move on nih dari negeri Laskar Pelangi, sayang banget kalo nggak sharing karena #SharingIsCaring. Jadi, ceritanya tahun 2015 lalu saya pernah nulis di blog kalau saya ingin ngajar sambil keliling dunia gitu, tinggal nunggu sponsor aja. Alhamdulillah kemarin dapet sponsor produk alat lukis anak asal Jerman jadi timing nya pas juga, bisa bawa anak dan suami, sekalian traveling akhir tahun, maklum busui pengen holiday juga hahaha 😂. 

    Awalnya harus ke Belitung adalah efek The Power of Sedekah juga sih, saran aja, ngasih ke Orang Tua dan jangan ngerepotin Orang Tua karena kebaikan itu akan kembali bahkan berlipat ganda, bisa dibalas lewat siapa saja, waktunya nanti bahkan kontan besok pagi. Biasanya saya buka hp saat Gen tidur tapi pagi itu saya ngecek Instagram dan dapat dua DM, pertama dari Parenting Blogger Idolaque bunda Erysha @yenisovia yang telah membuka pintu rezeki, padahal kita belum pernah ketemu lho. Tapi ya gitu, saya sudah sering dapet job dari orang dunia maya atau bahkan nggak dikenal sama sekali.

    DM kedua adalah tawaran kerjasama menjadi pembicara di Seminar Finger Painting di Belitung wowowoowow saya sampai nangis bahagia berkali-kali, apakah ini mimpi? Oh tidak Cassandra, ini adalah impian yang menjadi kenyataan, sampai merinding saya ngetiknya. Persiapan selama sebulan sempat diwarnai drama terancam nggak jadi berangkat gara-gara kecerobohan saya, nanti cerita lengkapnya hehe. Selamat membaca ya, semoga bermanfaat buat kalian yang mau ke Belitung apalagi bawa anak (infant)!

    Hari Pertama 
    Kami berangkat dari Bandung pukul 12.40, naik Taksi online, cepet banget 15 menit sampai, tapi telat 5 menit ditinggal Bis Primajasa huhu, akhirnya nunggu sampai pukul 2 pagi baru berangkat ke Cengkareng. Kami sampai Bandara Internasional Soekarno Hatta, sekitar pukul 6 pagi, sekarang pagi juga macet ya soalnya ada pembangunan irt mrt gitu. Setelah dapet boarding pass, kami langsung ke toilet, cuci wajah, gosok gigi, ganti diaper dan menyusui Gen di Nursery Room yang sempit, udah gitu suka dipakai ruang dandan petugas Bandara.


    Karena waktu boarding masih lama, kami menemani Gen di Kids Corner gratis, Gen senang sekali, kemudian nonon lagi di Mushola lalu naik pesawat. Ini adalah pertama kali Gen naik pesawat di usia 18 bulan jadi cuma bayar 60k nah kalau saya pertama kali naik pesawat usia 18 tahun, hmm hidup emang harus ada peningkatan ya gaes, memang saya sering berdoa ingin ajak Gen naik pesawat. Jadi kalo lagi main di Rooftop, saya suka bilang, Gen nanti kita naik pesawat ya, eh bener-bener dikabulkan Tuhan.


    Banyak saran kalau di pesawat anak harus digendong Ibu tapi Alhamdulillah Gen anteng, ngemil snack saat take off sambil digendong dan telinganya ditutup papinya haha, telinga saya juga nggak sakit, seneng deh. Perjalanan udara sekitar 1 jam, saya sempat melihat pulau Belitung bolong-bolong karena pengerukan timah dan menjadi Danau Kaolin. Saat mendarat kami disambut hujan deras, karena memang sedang musim hujan, setiap hari Belitung hujan petir. Tapi saya berdoa semoga sore cerah, soalnya pengen main ke Pantai haha.

    Bandara di Tanjung Pandan Belitung ini kecil, sederhana namun bersih dan rapi. Setelah mengambil koper saya menunggu jemputan Panitia. Akhirnya saya ketemu Mas Beno dan Mas Bayu, kami diantar ke tempat acara, ternyata gedungnya besar, saya pikir gedung serbaguna untuk orang hajatan, taunya segede Balai Pertemuan Universitas, oh ya, disebelah komplek Pemkab Belitung ada rumah adat Belitong, sayang nggak sempat foto, kebanyakan living in the moment kali ya haha seru!



    Setelah itu kami istirahat dulu di Esbe Hotel yang sudah bekerjasama dengan Red Doors jadi lumayan komplit lah, Hotel syariah ini rate nya 375k/malam. Maklum Belitung itu peringkat keempat UMK tertinggi di Indonesia, jadi disini serba mahal. Karena sudah masuk jam makan siang, kami pesan Nasi goreng telur di hotel, harganya 20k, rasanya standar sih tapi ada sambal mangganya jadi seger.


    Sekitar pukul 3 cuaca mendadak cerah, kami ngopi di Kong Djie, jalan sekitar 200m saja dari Hotel dan kami memesan Kopi O khas Belitung dan Es Cokelat Susu yang kental banget. Tak lama Mas Beno, Mba Fenty dan Mas bayu menjemput kami untuk mengantar ke Pantai yeay!

    Mas Beno cs bercerita banyak tentang Belitung, off the record ah hahha, sepanjang jalan ke pantai sepi banget bebas macet, nggak ada polisi dan rumah orang Belitung warna-warni lucuk shabby chic kayak film Amerika deh hehe, atapnya seng karena nggak ada yang bikin genting. Di mobil seru sekali sampai tak terasa 30 menit kemudian kami sudah tiba di Pantai Tanjung Kelayang.


    Pantai Tanjung Kelayang ini adalah meeting point wisatawan yang akan snorkeling dan island hopping ke Pulau Lengkuas. Sayang, kami datang saat angin barat jadi belum bisa island hopping. Sebenarnya kalau sudah punya anak jadi nggak ambisius untuk pergi ke semua tempat wisata, Gen anteng aja saya sudah bahagia sekali haha. Pantai Tanjung Kelayang ini banyak sampah pengunjung huhu padahal pantainya cantik sekali, apalagi kalau musim panas ya.



    Pantai ini mengingatkan saya pada pulau Cemara di Kepulauan Karimun Jawa, karena disepanjang pantai ada pohon cemara dan lambaian pohon kelapa. Pasirnya putih, halus sekali, berpadu dengan riak ombak kecil, air laut hijau toska dan biru yang jernih, sungguh gradasi yang lebih indah jika ditangkap mata kepala sendiri.

    Ini juga momen pertama mengajak Gen ke pantai, dia seneng lihat banyak perahu dan seolah takjub, wow kolamnya besar sekali, gitu kali ya mikirnya haha. Dari sini juga bisa terlihat Pulau Garuda, jadi ada batuan yang mirip dengan kepala Garuda. Duh betah banget deh, hati melayang mengingat pantai Tanjung Kelayang, kalau di Bali saya suka Pantai Padang-Padang, kalau di Belitung saya suka Pantai Tanjung Kelayang. Sayang banget waktunya mepet jadi kita melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung Tinggi atau yang dikenal dengan Pantai Laskar Pelangi karena ini adalah salah satu daei 16 spot tempat syuting film Laskar Pelangi.



    Saat tiba di pantai Tanjung Tinggi saya takjub dengan batuan raksasa yang besarnya minta ampun, katanya kalau musim panas kesana, lalu naik keatas batu itu bakal panas banget, kemarin karena musim hujan nggak panas tuh hahaha, tapi memang view nya mungkin nggak secantik foto di google dan air laut sedang pasang, padahal pengen banget berenang apalagi Gen seneng banget main pasir dan mengejar ombak.


    Hari semakin gelap, sunset tertutup awan sehingga kurang sempurna, jadi kami memutuskan untuk pulang, disini juga banyak yang jual oleh-oleh tapi mereka baik ya nggak maksa kita beli hehe. Kami makan malam di hotel dan pesan Nasi Goreng Telur lagi, kini lebih lezat namun masaknya lama, kami harus menunggu 20 menit. Kemudian kami istirahat untuk acara penting besok, sungguh hari yang syahdu!

    Hari kedua
    Saya sudah bahas lengkap di postingan sebelumnya ya. Saya bersyukur banget bisa kerja bawa anak dan Suami. Kalau kata Rangga AADC, traveling itu harus ada kejutan, kalau kata Suami saya Ringga, traveling itu harus ada Value dan nggak semua orang dapat mengerti.

    Oh ya, pagi hari kami sarapan di Hotel dengan Mie Belitung sederhana yang rasanya manis itu, (kami diberitahu Mie Belitung yang terkenal itu, Oktober lalu ketahuan memakai Babi) setelah selesai acara Colour Day Kids 2018 pukul 12 siang, lagi-lagi hujan deras sekali hingga pukul 4 sore. Kami hanya tidur nyenyak di Hotel setelah menikmati Nasi Padang via aplikasi untuk pertama kalinya, nah inilah fungsinya aplikasi saat lapar di daerah orang, di Bandung kan rumah pinggir jalan jadi mudah cari makan kalo nggak masak lol. 


    Pukul setengah lima, kami pesan Taksi online ke pantai terdekat yaitu Tanjung Pendam. Dekat Tanjung Pendam, ada rumah Bunglon yang pernah jadi tempat syuting Mister Tukul. Oh ya semua pantai masuknya gratis, sempet bayar tapi gegara ada vlog anak presiden jadi ketauan deh emang nggak usah bayar, paling parkir/retribusi doang.

    Karena mendung jadi nggak ada sunset padahal Pantai Tanjung Pendam itu seperti Kuta nya Bali kalau lagi cerah, tamu hotel kesini semua untuk melihat sunset. Di Tanjung Pendam ini kalian nggak boleh berendam karena air lautnya sudah terkontaminasi timah lepas pantai. Setelah puas menikmati Pantai Tanjung Pendam, kami mencari makan, takut nggak enak kami mencari tempat makan yang ramai, sampailah di Warung Makan Sea food Bang Pasya yang terkenal itu. Harganya standar ya, sama sih kayak di Bandung, saya pesan Capcay Seafood dan Suami pesan Kwetiau goreng, keduanya enak dan legit bumbunya, sayang masakan Belitung suka ada timun masuk kuah gitu, tapi suasana makan jadi semangat karena ditambah angin laut yang sejuk, dingin, pokoknya Belitung rasa Bandung haha.


    Setelah kenyang, kami pesan Taksi online lagi ke Sentra oleh-oleh Pondok Kelapa, kebanyakan hasil laut dan kerupuk, harganya lumayan mahal apalagi gantungan kunci saja 40k dan kaos 60k, jadi kami beli makanan saja untuk orang rumah dan orang kantor. Kalau di Bali, 500k sudah dapat segala macam, ya. Ibarat anak sekolah, pariwisata Belitung itu masih SD dan Bali sudah Master, padahal pantainya masih perawan, sama-sama cantik dan setiap pantai di Indonesia memang punya karakteristik yang berbeda.

    Hari ketiga
    Kami sarapan Soto Bening di Hotel, mirip soto ayam gitu cuma entah kenapa kalau di Belitung penyajian makanan sedikit, bahkan untuk nasi Padang, ya karena nggak ada sawah, jadi banyak impor dari Jawa. Setelah packing dan menunggu dijemput mas Beno, kami baca buku sambil menikmati kopi O Kotja dan Jeruk Kunci hangat dengan Hamoi, Hamoi itu manisan, aneh rasanya karena bikin Jeruk kunci kurang segar, jadinya kayak sirop ABC pas lebaran hehe.



    Saat dijemput Mas Beno, kami minta mampir dulu ke Danau Kaolin dekat Bandara, katanya disini panas tapi saat kesana pukul setengah sepuluh pagi, ada angin sepoi-sepoi yang sejuk sekali. Penampakan Danau Kaolin seperti Wakadobol di Bandung Barat dan Kawah Putih di Ciwidey Bandung Selatan. Jadi, air danau hijau toska berpadu dengan pasir putih, disini juga bisa syuting ala-ala karena ada penyewaan drone hehehhe.


    Setelah puas kami segera bergegas ke Bandara dan makan dulu di kantin Bandara, ayam goreng 25k dan Mie Belitung 20k dan roti keras 8k. Ayam nya kurang gurih tapi ada sop nya jadi bisa nyuapin Gen, kalau Mie Belitung nya lebih enak disini daripada hotel. Kami naik pesawat tujuan Jakarta pukul 11.40 dan sampai sekitar pukul 13.00, lanjut Bis Primajasa ke Bandung, sampai rumah jam 7 malam, Alhamdulillah lancar dan selalu dilindungi Allah.

    Oke, ada beberapa highlight yang dapat saya berikan:
    • Belitung itu cantik, nggak sepanas yang dibayangkan kalau datang saat musim hujan. 
    • Katanya Belitung itu negeri seribu atau sejuta pelangi, pokonya kalau sudah habis hujan ayam, suka banyak pelangi, hmmm pantas saja ada novel Laskar Pelangi. Tapi kemarin hujan deraa jadi nggak ketemu pelangi.
    • Di Belitung jarang ATM dan SPBU jadi riskan juga kalau sewa motor kehabisan bensin, apalagi jalanan sepi, masih kebun dan hutan alami. 
    • Di Belitung sinyal yang bagus itu XL dan Telkomsel, kebetulan pakai keduanya hehe. 
    • Nggak ada Bioskop, Mall atau Minimarket A dan I.  
    • Orangnya masih alami, aman gantungin kunci motor dan mobil kayak di Karimun jawa. 
    • Alhamdulillah selalu ketemu orang baik saat traveling, jadi tau situasi real dan kebiasaan warga lokal. 
    • Liburan akhir tahun bersama anak ke Belitung ini adalah salah satu best moment 2018 karena biasanya saya pengen ikut kalau Suami ke luar kota atau luar negeri, tapi saya takut bikin rempong, ternyata sabar saja ya sukses ke Garut dulu lalu kesini, saat anak sudah bicara dan jalan, rezeki datang! Santai busui, bertahap naik tangganya jangan heboh nanti kalau nggak tercapai malah inferiority
    • Sebenarnya yang capek nya itu perjalanan dari Bandung ke Cengkareng nya sih.
    Mungkin segitu dulu ceritanya, semoga nanti kami bisa hopping island dan kalian juga bisa explore ke Belitung ya! Selamat liburan.

    31 comments:

    1. seneng banget bacanya mb San rezeki dari dunia maya yah ih beneran keren banget sampe dihubungi dan jadi pembicara ke Belitung!
      aku jadi penasaran nih pengen ke Belitung juga btw itu serius gantungin kunci motor?kalau di Cimahi mah udin dicolong wkwkwk

      ReplyDelete
      Replies
      1. Alhamdulillah rezeki nomplok iya nih di kepulauan lebih aman ya

        Delete
    2. Senengnya bisa ke Belitung, mau deh nyusul ke sana soalnya aku belum pernah. Emang perjalanan ke Cengkareng itu menguras tenang macet gak kira-kira di Karawang Bekasi nya. Harus spare waktu lebih banyak kalau mau ke bandara

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya cape sekali apalagi kalo kebelet pipis

        Delete
    3. Alhamdulillah ya..ternyata the power of sedekah teh emang luar biasa ya. Pengalaman yg tak terluoakan pastinya. Dan ku kabita jd pgn jalan2 ke belitong jg

      ReplyDelete
      Replies
      1. Semoga Teh Gita bisa ke Belitong juga

        Delete
    4. San seru banget sih keren bisa kerja sekaligus liburan gak disangka2 kan ya view nya keren banget itu makan sore2 di pinggir pantai. Aaarrrggh... Hihihi

      ReplyDelete
      Replies
      1. Semoga keluarga teteh bisa kesana juga aamiin

        Delete
    5. Cerita ttg belitung yg off the record apa nih :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Haha kesana dulu, surprise! Baik banget kok Belitung

        Delete
    6. Seneng banget bisa jalanin tugas dan dapet nilai tambah juga jalan2 ke luar pulau pula.. makasih teh sharingnya.. seruu yaaa.. ☺️

      ReplyDelete
    7. Senangnya Gen ikut mamih jalan-jalan. Proud of you , mamsky. Lanjutkan dan sukses selalu

      ReplyDelete
    8. Hwaaa asyik banget... Keren! Semoga saya jg bisa jln2 ke belitung...

      ReplyDelete
    9. aduh kabitaaaaa.....

      belitung nan cantik, nabung ah :)

      ReplyDelete
    10. memang belitung itu assyik dengan apntainya dan gak terlalu armapi jd kayak pantai milik sendiri

      ReplyDelete
    11. Skrg ngajarnya keliling Indo dulu mami, Insa Allah nanti bisa ngajar sambil keliling dunia, amin.

      ReplyDelete
    12. Huaaa.. liat foto mba jd kangen kampung halaman plus makanannya huhu

      ReplyDelete
    13. Pengeeenn ke Belituunng. Tapi kayaknya lebih asyik sat musim panas aja kali, ya. Bulan April-Juli. Soalnya pengalaman ke daerah pantai gitu, mbak. Momen terbaiknya pas di bulan2 itu. Kalo nggak, mendung teruuss.

      Btw salam kenal, mbak 😊

      ReplyDelete
      Replies
      1. Salam kenal juga, iya klo summer makin ciamiks

        Delete
    14. Wah asik nih jalan - jalan ke Belitung, pantainya sepi ya jadi enak eksplornya.

      ReplyDelete
    15. alhamdulilah akhirnya bisa lburan disana ya! Btw baru tahu kalau belitung lumayan mahal yaaa dan umknya tinggi.. karena banyak wisata indah disana yaa.. btw kapan2 jalan2 dan holiday bareng yuks!

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hayuk beb, nabung dulu kita sampe cesi di sapih hihi, aamiin

        Delete

    COPYRIGHT © 2017 SANDRAARTSENSE | THEME BY RUMAH ES