• 23.5.18

    NabaTee, Kesegaran Minuman Rempah dan Rahasia Awet Muda Tanpa Bahan Pengawet!


    Dear Healthy people, tahukan Anda kalau Ibu-ibu yang sudah melahirkan  itu mengeluarkan cairan lebih banyak daripada biasanya? Baik melalui urine atau keringat, membuat Ibu menyusui seperti saya selalu merasa kegerahan, apalagi jika sudah beraktifitas, keringat mengucur deras dan ingin yang segar-segar. Biasanya saya minum minuman kemasan yang dijual di Minimarket tapi dilarang keras oleh Suami karena banyak mengandung gula dan pengawet yang tidak baik bagi Ibu menyusui.

    Kemudian saya dipertemukan dengan NabaTee, Minuman Rempah Ready To Drink dengan kemasan botol kaca 330ml. Minuman rempah yang kaya khasiat ini bebas bahan kimia (tanpa pengawet, pemanis buatan, perisa, pewarna buatan) sehingga aman untuk dikonsumsi dan tentunya menyehatkan.


    Keterangan produk:
    NabaTee Minuman Rempah merupakan produk segar, sehat dan natural serta harga terjangkau. Masa kadaluarsanya sampai dengan 6 bulan sebelum kemasan dibuka dan bisa disimpan di luar kulkas. NabaTee Minuman Rempah akan terasa lebih nikmat ketika diminum menggunakan es. Jika Anda tidak suka meminumnya dengan es Anda juga bisa meminumnya langsung atau dapat dijadikan minuman hangat dengan memanaskannya dalam microwave.

    NabaTee Minuman Rempah ini sudah ada sejak tahun 2010, dan sudah banyak yang merasakan khasiatnya karena NabaTee Minuman Rempah ini adalah minuman berkualitas yang terbuat dari rempah-rempah yang berkhasiat.

    Ada Beberapa Variant NabaTee Minuman Rempah yaitu: Kunyit Asam, Rosella, Beras Kencur, dan Sermon (sereh lemon). 





    Manfaat Kunyit Asam: Melancarkan peredaran darah, antibiotik alami, mengatasi infeksi, memecah lemak, melancarkan ASI, menghilangkan bau badan, menghaluskan kulit, mencegah kanker.




    Manfaat Rosella: Antioksidant, melancarkan urine, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, mengatasi panas dalam.




    Manfaat Beras Kencur: Menambah nafsu makan, menghilangkan capek, meringankan flu & batuk, menjaga daya tahan tubuh.




    Manfaat Sermon: Detoxifikasi saluran pencernaan, membantu mengatasi anemia, menurunkan gula darah, mencegah kanker, meringankan asma.




    Inilah alasan kenapa harus mengkonsumsi NabaTee minuman rempah:
    1. Produk natural, sehat dan berkualitas dengan ijin edar sertifikat PIRT dan Sertifikat Halal. 
    2. Produk NabaTee bebas kimia aditif dengan masa kadaluwarsa 6 bulan. 
    3. Rasa segar dan mengandung manfaat untuk menjaga kesehatan. 
    4. Produk NabaTee dapat disimpan diluar kulkas jadi tidak repot untuk dibawa bepergian. 
    5. Produk NabaTee berkemasan botol kaca reuse sehingga lebih ramah lingkungan.


    Testimonial:
    Saya mendapat 4 varian NabaTee, kebetulan bulan puasa tahun ini saya tidak berpuasa, tapi saya yakin tetap bisa beramal dengan menyediakan hidangan sahur dan bebuka puasa untuk Suami tercinta. Buka puasa memang paling enak minum yang manis dan segar, maka dari itu saya menyajikan NabaTee dingin untuk Suami yang telah lelah bekerja sambil puasa seharian.

    Sebagai Ibu menyusui, tentunya saya sangat suka dengan kunyit asam dan beras kencur, karena mengingatkan pada Mbak jamu tradisional khas Indonesia. Kami kompak bilang kalau NabaTee itu rasa asamnya segar dan manisnya pas, benar-benar menyegarkan badan dan bermanfaat untuk kesehatan. Jadi, sekarang saya tidak kerepotan lagi menyediakan minuman untuk berbuka puasa, ingat saja NabaTee, minuman rempah alami khas Indonesia yang ramah lingkungan!

    Anda dapat memesan NabaTee ini dengan cara mengubungi Telp/WA: 0815.943.4472 atau bisa juga membeli di Shopee, Tokopedia dan Bukalapak. Harganya terjangkau hanya Rp 15.000/botol dan 1 botol bisa buat 2 hari berbuka puasa. Selamat mencoba ya, percayalah kalau kita ini harus bersyukur tinggal di negara yang kaya akan rempah yang berkhasiat bagi kesehatan, karena jika tubuh sehat, hati gembira dan pasti akan membuat wajah tampak lebih awet muda. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca! 😉. 

    NabaTee 
    Facebook: NabaTee 
    Instagram: @minumansehat_nabatee

    19.5.18

    The Plantation: Tempat Ngopi Romantis yang Kids Friendly!


    Dear pecinta kuliner, dunia marketing memang dinamis ya, soal tempat makan kekinian saja, rasa (product) jadi nomor sekian yang penting sekarang tempat (place) harus instagramble biar orang-orang berbondong-bondong selfie dan eksis di sosial media, harga (price) tak menjadi masalah kalau tinggal minta Mama. So, bagaimana dengan tempat makan yang satu ini? baca sampai habis ya!

    Seperti biasa jika ada tanggal merah, kami selalu jalan-jalan bertiga. Tak sengaja saat melewati kawasan Bandung Barat, kami menemukan cafe baru dekat SD Pameungpeuk dan SMA Negeri 1 Cisarua Lembang, namanya The Plantation, sambil berharap nanti punya rumah di Valle Verde juga deh hehe.

    Lokasinya memang di perumahan elit gitu, untuk masuk ke The Plantation kita perlu menaiki anak tangga, tapi jangan takut kecapean, karena di sisi kiri dan kanan terhampar pemandangan hijau rumput dan pepohonan. Iya, meskipun baru buka sekitar 6 bulan, The Plantation memang serius membuat tempat makan atau nongkrong santai,  terbukti dari pelayanan yang ramah dan fasilitas yang terawat baik.






    Saat kesana, cuaca sedang mendung kemudian hujan, untung kami sudah mendapatkan tempat nyaman di sebuah gazebo yang ada sofa empuknya yang pas hujan, waiter akan dengan sigap memberikan payung dan membuka tirai plastik transparan agar kita enggak kehujanan atau kedinginan. Sayangnya saat kami baru mau duduk ada Bapak-bapak belagu yang minta izin mau merokok, tentu saja Suami langsung bilang disini ada bayi dan Bapak-bapak itu kekeuh merokok padahal istrinya gak tahu siapanya sudah bilang akan segera pergi dari situ. Karena lokasinya outdoor jadi nggak terlalu kecium lah bau rokoknya.





    Karena sebelumnya kami sudah kenyang makan di Ongkog Lohor, jadi saat kesana kami hanya pesan kopi Papua dan jus Buah Naga. Tanpa perlu menunggu lama, pesanan datang dan seperti biasa, Gen yang paling sibuk untuk mencoba jus Buah Naga, ini kan makanan pertama Gentra jadi tentu saja Gen suka, ternyata Gen pandai minum pakai sedotan hehe.

    Rasa jus nya enak dan segar sekali, untuk kopi kata Papi sih biasa saja tapi lumayan bisa mengusir kantuk. Tempat serius maka harganya pun serius, kedua minuman tersebut harganya dibawah 20k belum termasuk pajak. Untuk makanan bervariasi ya dari Sunda, Indonesia dan hidangan mancanegara, harganya masih masuk akal dibanding cafe sejenis di Bandung. 

    Setelah hujan reda kami berkeliling, ternyata tempatnya memang bagus, selain gazebo modern, ada juga tempat makan outdoor di area taman, dengan payung maupun yang tak dipayungi. Yang paling bikin happy adalah tersedianya areal playground untuk anak, jadi disebelah kebun stoberi, ada ayunan, perosotan terus satu lagi mainan putar untuk anak, tentu saja Gen coba semuanya dan Gen happy banget, apalagi saat main ayunan sambil digendong Mami, hmmm ayunan mahal di rumah dianggurin, tahunya Gen suka mainan ekstrim haha.




    Sebelum pulang,  Papi sholat dulu di Mushola. Sambil menunggu, saya mengajak Gen earthing karena sudah lama kami nggak earthing! Ternyata sangat menyenangkan menemani Gen belajar berjalan tanpa alas kaki, saat kaki menyentuh rumput yang basah karena air hujan, rasanya adem banget, mengingatkan saya saat hamil dulu suka earthing di kantor!.

    Gen juga saya ajak melihat ayam, kemudian setelah Papi sholat,  giliran Papi yang ngikutin kemanapun Gen merangkak, sampai-sampai Gen ingin menaiki bebatuan yang ada di taman. Meskipun membuat celana gen sukses kotor tapi kami seneng banget bisa menemukan cafe romantis, pemandangan sejuk segar dan yang paling penting setelah punya anak adalah tempat makan kids friendly di Bandung Barat.



    Jaraknya yang dekat dengan rumah, membuat kami betah, sebenarnya ngopi senja nya sebentar, mainnya yang lama haha daripada jauh-jauh ke Dago dengan pemandangan sama namun harga yang lebih bombastis. Jujur, saya masih kecewa dengan Warpas di Dago, dengan harga makanan segitu, playground nya seuprit dan asap rokok masih bisa kecium ke dalam ruangan.

    Kalau cuaca cerah, pasti sunset terlihat indah, apalagi malam hari, bisa melihat bintang dan citylight Bandung dan Cimahi, mungkin nanti kami akan kesini lagi di sore hingga malam untuk mendapatkan suasana berbeda, candle light dinner romantis sama Papi dan Gen misalnya haha. Oke cukup sekian dan terima endorsement

    The Plantation 
    Jl. Pasir Halang | Valle Verde Villa & Residences, Kabupaten Bandung Barat 40552

    Baca juga yuk:

    18.5.18

    Mengunjungi Surga Kaktus di Lembang


    Hello lovely readers, siapa disini yang suka berkebun? Gardening is awesome, right? Berkebun bikin kita happy dan sehat, enggak percaya? Coba buktikan sendiri deh. Cita-cita saya dan Suami itu punya rumah yang luas agar bisa membangun studio untuk berkarya dan halaman untuk berkebun. Iya, saya itu enggak pernah dikasih bunga sama Suami, kecuali pas Wisuda tapi itu bukan masalah, karena saya lebih suka Suami memberi bunga (bagi hasil) Deposito syariah biar berkah, semoga bisa sampai taman syurga di Madinah aamiin.

    Oh ya, selain itu saya punya mimpi ingin mengunjungi taman bunga diseluruh dunia.  Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Papi membuatkan taman bunga kecil-kecilan di rooftop garden kami,  so sweet kan? Apalagi kalau malam tamannya pakai lampu tumblr, tinggal BBQ aja deh hehe. Kebetulan Papi ingin menanam Bambu kuning dan ada kaktus yang mati nih, jadi saat ulang tahun Gen kemarin, kami jalan-jalan ke Lembang, setelah membeli bambu kuning, kami mampir ke Rumah Bunga Rizal.


    Sejarah yang tercantum dalam Website nya, Rumah Bunga Rizal adalah sebuah kebun produksi yang berlokasi di daerah Lembang, yang sudah berdiri sejak tahun 1978, bermula dari hobi yang akhirnya membudidayakan berbagai macam jenis anggrek, kaktus, serta tanaman hias lain. Pada tahun 2002, Rumah Bunga Rizal memutuskan untuk mengubah konsep kebun produksi menjadi kebun wisata. Rumah Bunga Rizal terbuka bagi pengunjung sejak jam 7 pagi hingga jam 4 sore setiap harinya, termasuk juga pada saat hari libur.

    Sebenarnya kami sudah sering lewat Rumah Bunga Rizal, meskipun tidak dilewati angkot, tapi lokasinya mudah ditemukan. Jika dari arah Bandung, setelah melewati alun-alun Lembang, ikuti jalan lurus melewati D'Ranch hingga arah Cibodas Maribaya, lokasinya bersebelahan dengan Kebun Bunga Begonia, sekarang di depan Rumah Rizal ada sebuah cafe kecil nan cantik bernama Kidang nyaring yang menyediakan hidangan kopi dan pizza. Tapi karena kami sudah kenyang sama Mie ayam Saerah 2 (enak banget) yang lokasinya dekat situ juga, jadi kapan-kapan mungkin nanti bisa ngopi senja bertiga di Kidang Nyaring.

    Memasuki area Rumah Bunga Rizal, kami harus parkir depan cafe, mana siang itu lagi panas banget dan Si Tukang Parkir minta Rp 5000 tanpa membantu apa-apa. Setelah jalan sedikit kami sampai di Rumah Bunga Rizal, tempatnya luas dan hijau, sebelah kiri Taman kaktus dan sebelah kanan Taman Anggrek, karena kami akan belanja kaktus jadi kami ke sebelah kiri.

    Sayangnya, sekarang Rumah Bunga Rizal seperti belum maksimal sebagai kebun wisata, meskipun masih bersih dan terawat sih, tapi tidak seperti kebun tetangga yang matre karena dibuat sengaja untuk wahana selfie haha. Kami bingung harus nanya ke siapa, apakah bayar atau tidak untuk masuk, ternyata gratis dan saat kesana memang ada beberapa pengunjung yang akan membeli, yasudah ikut berkeliling saja.






    Disini banyak sekali koleksi kaktus cantik dari berbagai spesies, tentunya saya mengincar kaktus berbunga yang unik dan belum ada di rumah. Harganya beragam, dari yang murah Rp 7500 hingga yang jutaan rupiah, asli ternyata ada kaktus yang harganya mahal banget, yang ukuran biasa saja bisa Rp 150.000 benar-benar hobi yang berbuah investasi, ya. Dulu kami membeli kaktus di Desa Bunga Cihideung, ternyata lebih komplit disini. 








    Ternyata hanya ada 3 orang petugas yang bekerja, kami kurang dilayani karena bukan Turis dari Jakarta, bahkan hingga siang hari kami menunggu belum juga ada uang kembalian, mungkin jika nanti kesini lagi, akan mampir ke Taman Anggrek dan Cafe di depan parkiran Rumah Bunga Rizal. Gen seneng sih diajak melihat kaktus, malah pengen pegang segala hehe. Saran dari saya, pelayanan dan fasilitas Rumah Bunga Rizal harus ditingkatkan lagi dan kalau kalian ngaku pecinta alam, enggak usah jauh-capek-repot mendaki gunung atau menyelami samudera, think global act local aja dulu, membantu petani lokal agar lebih sejahtera, membeli sayur nggak usah nawar mati-matian, yang suka selfie coba tanam bunga sendiri, kan lebih asyik! Sampai jumpa di jalan-jalan selanjutnya!. 

    RUMAH BUNGA RIZAL
    Jl. Raya Maribaya km. 2,4 Lembang
    COPYRIGHT © 2017 SANDRAARTSENSE | THEME BY RUMAH ES