• 20.9.18

    Mengajak Anak Mengapresiasi Karya Seni di Selasar Sunaryo Art Space


    Dear Artmate, kali ini saya akan berbagi pengalaman mengajak Gen ke Galeri Seni di Selasar Sunaryo (Kopi Selasar Dago). Tentunya akhir pekan kemarin bukanlah kali pertama Gen masuk Pameran Seni, sebelumnya Gen juga sudah mengunjungi Galeri Soemardja Juli lalu. Nah, kali ini kebetulan sedang ada Pameran ulang tahun ke-20 Selasar Soenaryo Art Space (SSAS) sampai penghujung tahun nanti, menyajikan pameran tunggal Mahakarya Pak Sunaryo. 

    Pak Sunaryo adalah salah satu maestro seni di Indonesia, jika Pak Barli terkenal dengan lukisan realisnya, Pak Nyoman Nuarta dengan keindahan patung GWK nya, Pak Sunaryo menghasilkan karya unik mix media.

    Berhubung dulu saya tinggal di Dago, dekat dengan Selasar Soenaryo, jadi bukan tempat yang asing lagi bagi kami menghabiskan waktu disana. SSAS adalah salah satu tempat kencan favorit jauh sebelum kami menikah, menikmati karya seni mix media, pertunjukan musik dan acara seni seru lainnya. Banyak kenangan terpatri di SSAS, sampai pernah suatu waktu pulang malam-malam melihat Ibu-ibu berambut panjang lagi jalan sendirian di turunan dekat SSAS hehe.

    Saat kami kesana, sedang diadakan dua pameran, sayangnya kami lupa membawa VIP Card jadi karya Maestro Sunaryo di Pameran Lawangkala yang mengangkat tema Bambu sebagai lorong masuknya, belum bisa kami saksikan. Bagus lho filosofi nya, bambu itu kan umurnya pendek tapi bermanfaat bagi manusia. Nah, sebagai manusia kita juga diberi waktu untuk diisi dengan kebaikan dan manfaat bagi semesta.




    Jadi, kemarin kami hanya masuk ke pameran seni yang memajang kolaborasi 20 Seniman mix media di ruang Bale Tonggoh. Sebelum masuk, petugas di meja tamu memberikan instruksi tidak boleh foto pakai kamera dan dilarang menyentuh karya Seni. Kami bertiga berkeliling santai menikmati karya seni, hebatnya Gen tahu ya itu bukan wilayahnya, dia begitu tertarik melihat lukisan dengan mata berbinar, sama sekali tidak menyentuh karya seni, Gen sudah bisa mengapresiasi karya sejak dini.

    Ironisnya, pengunjung di belakang kami asyik wefie sampai harus ditegur petugas agar tidak terlalu dekat dengan karya. Duh, kalau mau foto ya keliling dulu Neng, biar pesan Senimannya sampai, biar pulang memori hp nggak penuh sama foto tapi kepala kosong, nggak dapet apa-apa, tidak nikmat.


    Selain mengajak Gen ke Mesjid hampir setiap hari, Gen juga bisa diajak kerjasama saat di Pameran, semoga dia tetap tahu diri, tidak heboh kalau di tempat 'sepi' kayak gini. Setelah Gen puas, sebenarnya saya masih pengen berlama-lama tapi ya daripada nangis kan, takut suasana gaduh jadi kami berkeliling menikmati suasana SSAS yang lumayan banyak perubahan, selanjutnya memberi Gen makan, sholat di Mushola yang menyatu dengan alam dan rimbunnya Bambu hitam. Selanjutnya kami makan dan berpetualang lagi, kemana ya? Doakan kami agar bisa mengajak Gen ke Galeri seni yang ada di seluruh dunia.  Stay tuned!


    Selasar Sunaryo Art Space 
    Jl. Bukit Pakar 100 Bandung

    Read more:

    10 comments:

    1. Anonymous20.9.18

      I am not sure where you are getting your information, but great
      topic. I needs to spend some time learning much more or understanding more.

      Thanks for fantastic information I was looking for this information for my mission.

      ReplyDelete
    2. Anonymous21.9.18

      Hello my friend! I want to say that this article is amazing, nice written and
      come with almost all important infos. I'd like to look more posts like this.

      ReplyDelete
    3. Anonymous21.9.18

      Thanks for helping out, wonderful information.

      ReplyDelete
    4. baguus sekali baby Gen udah d kenalkn ma seni dr sekarang masih kecil

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya dong mamah Abang, nanti playdate lagi yuks

        Delete
    5. Kentel banget darah seni mama papanya pasti nulas sama gen 😘

      ReplyDelete
      Replies
      1. Aamiin makasih Mama Lala🤗

        Delete
    6. Anonymous21.9.18

      Having read this I thought it was rather enlightening.
      I appreciate you finding the time and effort to put this short article together.
      I once again find myself personally spending a significant amount of time both
      reading and posting comments. But so what, it was still worthwhile!

      ReplyDelete
    7. suka filosofi bambunya mba San umur pendek tapi bermanfaat *ketampar banget*

      btw setuju mendingan keliling dulu baru nanti tentukan spot mana kalau mau selfie yah jadi pas pulang ga cuman foto doang tapi bisa share macam mba San :)

      ReplyDelete
    8. Keren banget viewnya ya kak Sand! Cuco banget buat liat kesenian estetika disana, apalagi ngajak keluarga yaa kak.. Mau ah keliling2 di Selasa Sunaryo Art Space sekalian foto2 selfiee hihihi

      ReplyDelete

    COPYRIGHT © 2017 SANDRAARTSENSE | THEME BY RUMAH ES