• 11.12.17

    Piknik di Hutan Batu Kuda Gunung Manglayang


    Dear Travelmate, libur long week end di awal bulan Desember lalu, kalian kemana saja? Kalau saya, Suami dan Baby G liburan dadakan ke rumah Nenek nya Baby G, kebetulan Nenek dan Kakek baru tiba dari luar kota, jadi ini adalah waktu yang pas untuk bersantai dari rutinitas dan berkumpul bersama keluarga tercinta.

    Kebetulan rumah Nenek dan Kakeknya Baby G itu di kaki Gunung Manglayang, Bandung Timur. Kami dari arah Bandung Barat menempuh perjalanan selama 2 jam dengan kendaraan roda 4. Syukurlah, hari Jumat sore itu jalanan tidak terlalu macet sehingga Magrib, kami sudah sampai di rumah Nenek.

    Ada beberapa tempat wisata alam yang bisa dikunjungi di sekitar Gunung Manglayang, yang saya tahu ada Curug Cilengkrang dan Wana Wisata Batu Kuda. Melihat foto-foto Instagramable punya adik yang pernah ke Batu Kuda, saya tertarik dan ingin sekali refreshing kesana, kebetulan hari Sabtu Kakeknya Baby G pulang ke rumah jadi hari Minggu kami sekeluarga dan para Tetangga kesayangan mengadakan Botram (makan bareng, istilah Orang Sunda) dadakan ke Batu Kuda yeay!


    Wana Wisata Batu Kuda berada di lereng Gunung Manglayang. Tepatnya di Kampung Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Bandung, Jawa Barat. Wisata alam di Bandung Timur ini merupakan kawasan hutan pinus yang luasnya mencapai 20 Hektare.

    Wana Wisata Batu Kuda berada di ketinggian 1150-1300 mdpl. Kawasan ini berada di bawah pengawasan Perhutani Unit III Jawa Barat. Wisatawan yang datang ke sini biasanya untuk hiking, kemping atau sekedar menikmati udara pegunungan yang sejuk dan menyegarkan pikiran. Nah, kami pilih opsi refreshing deh soalnya untuk menuju Batu Kuda nya sendiri, harus hiking lagi sejauh 700 meter dan yang lebih jauh lagi ada Batu Keraton dan Batu Tumpeng.

    Ada beberapa alternatif jalan yang bisa dilalui untuk menuju Batu Kuda, bisa dari arah Ujung Berung, Cilengkrang 1, Cipadung maupun Cibiru. Dari rumah Nenek yang berada di Cilengkrang 1 menuju Batu Kuda, membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan Jeep. Jalanannya sendiri sudah bagus, banyak tanjakan namun tidak terlalu banyak tikungan, ikuti saja jalan utama dan petunjuk Google Maps atau tanya penduduk lokal karena tidak akan nyasar sepertinya. Sayang sekali, jalan yang tadinya cukup untuk 2 mobil, semakin mendekati gerbang wisata, jalannya semakin mengecil dan hanya cukup 1 mobil.

    Saat ada tanjakan, Jeep kami tidak kuat sehingga beberapa penumpang harus turun terlebih dahulu. Syukurlah, ada rombongan Pesepeda yang baik hati menolong kami sehingga kami bisa sampai dengan selamat. Setelah sampai pintu gerbang, nanti akan ada penagih tiket yang kebanyakan adalah warga sekitar, tiketnya sendiri dibawah Rp 10.000/orang dan ada tambahan biaya Parkir kendaraan.


    Fasilitas Wana Wisata Batu Kuda ada Warung, Toilet, Mushola, Outbond Manglayang Jungle Place, kuda tunggang biar kerasa kali ya sensasi Batu Kuda nya hehe dan adapula sewa Hammock Rp 20.000 sepuasnya. Sayang saat kami kesana sedang ada acara musik yang suaranya keras sekali. Menurut saya lebih baik mendengar lagu Sunda, klasik atau Jazz kalau di gunung seperti ini.


    Bayangan Hutan Pinus yang tenang sangan terganggu oleh acara musik tersebut, banyak pengunjung tidak masalah tapi acara musik nya itu loh kurang cocok jika diadakan di Pegunungan yang sangat dijaga kearifannya oleh warga sekitar yang cinta budaya nenek moyang. Sedih sekali ketika kesana sangat berisik, bau asap, bau rokok dan banyak sampah, hiks.

    Botram
    Kami mencari tempat yang jauh dari panggung supaya lebih nyaman, kemudian kami menikmati makanan yang dibawa, meski hidangan sederhana, tapi sangat istimewa jika dinikmati bersama keluarga. Jangan takut kelaparan karena disini banyak tukang jajan seperti telur gulung ala anak SD, Pizza, Burger dan yang menarik adalah Pisang, Nanas dan Nangka yang dicelup ke dalam coklat, rasanya mengingatkan saya pada Es Lilin Bandung zaman SD hehe, segar dan enak sekali, harganya hanya Rp 1000-2000 saja.


    Bagaimana dengan Baby G? Dia anteng banget, tidur, sama sekali tidak menangis dan tidak rewel. Namanya juga bayi alami hehe. Jika Travelmate mau mengajak bayi jalan-jalan ke hutan atau gunung, jangan lupa membawa perlengkapan bayi ya, terutama alas tidur, diapering dan minyak telon, tapi Baby G enggak digigit nyamuk kok.



    Jarang banget loh kami foto bertiga

    Setelah puas menikmati keindahan alam dan mengabadikannya lewat foto, kami pulang dan selesai pula acara musik keras itu huhu. Saya dan Suami senang sekali bisa liburan 4 hari 3 malam, cuaca cerah dan sangat bersahabat.




    Ini adalah pertama kali Baby G diajak ke hutan, tapi sehari-hari kami mengajarkannya untuk dekat dengan alam karena di rumah, kami punya rooftop garden untuk tempat nongkrong nya hehe. Manfaat mengajak bayi jalan-jalan ke alam itu banyak banget! kita jadi bisa mengajarkan pentingnya bersyukur atas ciptaan Tuhan dan ikut menjaga kelestarian lingkungan, bayi bisa menghirup udara segar, melihat pemandangan baru, mempererat bonding dan melatih kecerdasan naturalis nya sejak kecil. Yuk ajak anakmu cintai alam dan negerinya, sampai jumpa di liburan selanjutnya! Terima kasih.

    Udah lama Momskie enggak selfie ala ala


    Wefie wif Mom

    Perjalanan ke Barat, punya bayi 1

    Sudah baca ini belum?

    7.12.17

    Terpaksa Bawa Bayi Ke Bioskop


    Dear smart parents, jangan nge-bully kami dulu, ok. Disini saya mau sharing saja pengalaman hari Senin kemarin. Saya, Suami dan Baby G pulang liburan di rumah Nenek, ternyata Bandung masih macet setelah libur long weekend. Kemungkinan mereka juga baru pulang karena ambil cuti seperti yang dilakukan oleh Suami saya. Karena 4 hari 3 malam puas main di gunung dan lihat yang hijau-hijau, akhirnya kami berencana pengen nge-Mall lagi ke Paskal 23, Mall baru di Bandung. 

    Ternyata oh ternyata, macet luar biasa, rencana berubah ke Jalan ABC buat beli Kopi Aroma, yang antri 2 baris, enggak jadi lagi, terus mau ke Taman Sejarah saja deh di Balai Kota, parkir di Mesjid Ukhuwah penuh, bye-bye taman. Muter lagi ke Stasiun, ada ide ke Mesjid Jarbeus dekat Taman Lalu Lintas, parkir penuh juga. Hopeless udah males, ke rumah juga masih jauh, mana waktunya Baby G makan siang, udah jam 1 siang dia belum makan jadi agak luchu. 

    Akhirnya mobil masuk ke Braga City Walk saja, kami tidak tahu entah di mana Nursing Room nya. Jadilah kami menyuapi makan siang Baby G di parkiran Mushola Pria yang panas karena terletak di Basement. Untung makannya Jus Mangga buatan Mimih, jadi Baby G yang sudah kelaparan begitu lahap. 

    Setelah makan, Papi Sholat, gantian sama Mami. Setelah sholat ngecek jadwal film, Pap ada Justice League nih 14:26 mau enggak? Ayok! Seru Papi, Gen gimana? Enggak apa-apa bawa aja, kalau nangis siap-siap aja exit, ok sekarang kita beli tiket dulu. Kami sengaja pilih 2 kursi dari jajaran paling atas supaya sound enggak terlalu cetar.

    Masih ada waktu, kami makan dulu di Kedai Nasi Goreng yang baru buka, se grup sama Nasi Goreng Mafia, udah lama enggak beli dan rasanya masih enak cuma minyaknya kebanyakan, kami pilih level nol, masih ada pedesnya kok. Nasi Goreng enak ludes, kami buru-buru keatas lagi, pas buka lift bukannya mempersilakan yang keluar terlebih dahulu malah cuek-cuek aja tuh gadget mania.


    Ternyata nomat banyak yang nonton, film sudah mulai sekitar 15 menitan, Baby G merasa energi kami terburu-buru, saat masuk Teater 2, dia mulai aha ehe mau nangis, mana kursinya di atas lagi haha, langsung saya beri ASI dan dia Alhamdulillah enggak nangis atau rewel sama sekali, sebelumnya saya sudah sounding juga sih supaya Baby G anteng dan kalau mau yeye, setelah nonton aja. Kata Mama, dulu saya masih kecil diajak ke Bioskop malah nangis huhu. Kerasa ya, kenapa suka ada Mommy bawa bayi ke Bioskop pasti refreshing dari rutinitas.

    Kami kira Baby G bakal kedinginan, ternyata dia keringetan terus tidur. Saya cukup menikmati film, berasa mimpi banget kita bertiga sukses nonton film lagi di Bioskop saat Baby G sudah 6mo+. Terakhir nonton itu pas Raees di BEC, saya lagi hamil, posisi di kursi tengah, layar besar, sound maksimal, Baby G dalam perut terus-terusan menendang-nendang.


    Sinopsis Film Justice League sendiri merupakan kelanjutan peristiwa Batman vs Superman, terinspirasi oleh pengorbanan Superman untuk kemanusiaan, Bruce Wayne dan Diana Prince bergabung dalam satu tim metahumans terdiri dari Barry Allen, Arthur Curry, dan Victor Stone untuk menghadapi Steppenwolf dan pasukan Parademons yang sedang mengejar tiga Mother Boxes Bumi.


    Film Superhero yang simple dan menghibur, apalagi scene Si Flash yang kalau di Avangers, tengil lucu seperti Spiderman. Saya juga takjub dengan kecantikan alami Gal Gadot dan body nya yang superb hot Mom. Rating imdb 7,2 lumayan lah filmnya bisa ditonton anak-anak, soalnya karakter baik itu ganteng dan cantik sedangkan karakter antagonis, pasti jelek dan mengerikan hehe, tentunya pelajaran dari film ini, sekarang kita enggak bisa sendirian "menyelamatkan bumi".


    Saat ada adegan perkelahian yang butuh sound keras, saya tutup telinga Baby G. Ada hikmahnya sejak hamil, waktu baru lahir dan terkadang sampai sekarang Baby G terbiasa mendengar suara mesin di bengkel tetangga, mobil di depan rumah, kereta api di Stasiun, pesawat terbang bahkan senjata saat TNI latihan di Pusdikter. Baby G kalau bobo anteng karena seringnya bangun karena dengar suara kresek hehe. Setelah nonton, Gen kayak happy banget, banyak orang lewat sambil senyum sama Baby G. Kemudian saya bilang, sok Gen kalau mau yeye mumpung kursinya empuk, eh beneran dong dia yeye heheh the power of sounding mom to son ya. Setelah nonton, kami ajak Baby G ke Artland, Surganya Seniman dan melihat suasana sore di Jalan Braga.


    Ya begitulah, kemacetan Bandung yang semakin luar biasa membuat kami terpaksa bawa bayi ke Bioskop untuk disusui, karena kami bingung plus riweuh juga. Mungkin kalau nanti nonton lagi, harus siapin earmuff tapi suka enggak ya Baby G nya hehe. Sungguh pengalaman yang luar biasa, makasih ya Gen, sudah ajak Mami Papi latihan jika nanti traveling ajak kamu, harus bisa mengatasi hal-hal tak terduga kan? Kalau Mom and Dad pernah bawa bayi ke Bioskop juga enggak? Thank's for reading ya!


    27.11.17

    [Resep] Kwetiau Pemadam Kelaparan Malam-malam


    Hello foodies, setelah menyusui biasanya Busui lapar lagi, padahal sudah gosok gigi hihi. Daripada bobok enggak nyenyak, lebih baik gosok gigi lagi dan mari siap-siap ke dapur, ubek-ubek kulkas. Aha! Saya menemukan kwetiau dari Mamang sayur, okelah dengan bahan seadanya, mari kita eksekusi karena Busui harus makan dan bahagia haha. Karena enggak suka lihat Kwetiau merah di tukang seblak, lebih baik bikin sendiri biar sehat dan cantiks.

    Bahan:
    • Sebungkus kwetiau cuci bersih, saya pakai 75% nya, harga Rp 6000
    • Toge, wortel, sosin, kol, tomat, mentimun, bawang daun, brokoli, pakcoy, cabe
    • Sosis, baso, telur atau ayam
    • Kecap, bawang merah, bawang putih, bawang bombay
    • Bumbu instan Mama Suka Gulai/Rendang/Kare
    • Garam, merica, gula, penyedap, minyak secukupnya

    Cara membuat:
    Tumis bawang yang telah diulek, masukan baso/sosis, orak-arik telur, masukan sayuran, tambahkan kwetiau, kecap serta bumbu-bumbu. Koreksi rasa, sajikan hangat.

    Sekian resep mudah membuat Kwetiau lezat dan hemat, dijamin ketagihan, jangan lupa cari resep masakan Mamski lainnya di label foods and recipes ya! Selamat mencoba.

    26.11.17

    [Resep] Nasi Goreng Pelangi


    Dear food lovers, kalau malam biasanya saya suka cabut kabel rice cooker, supaya lebih hemat listrik. Agar nasi tidak bau, cuci bersih beras dan wadah menanak nasi nya, jangan sampai ada sisa nasi yang menempel. Moms juga bisa mengakalinya dengan mencampur beras merah pada beras putih, beras merah dibanyakin deh soalnya beras merah jarang berbau. Kalau nasi masih bau juga, tambahkan perasan jeruk nipis saat akan memasaknya.

    Nah, sisa nasi semalam itu biasanya saya goreng jadi bikin nasi goreng buat sarapan dan bekal makan siang Suami. Untuk menambah cita rasa nusantara, Moms bisa tambahkan bumbu instan rendang, gulai atau kare. Saya biasa pakai merek Mama Suka karena murah dan mudah di dapat di Supermarket. Satu bungkusnya bisa buat beberapa kali masak lho Moms. Oke deh ini dia resep membuat Nasi Goreng Pelangi ala Mamski:

    Bahan:
    Karbohidrat: 3 porsi Nasi yang agak kering, enggak pulen.
    Protein Nabati: Wortel, buncis, polong, kol, tomat, mentimun, jagung.
    Protein Hewani: Sosis, baso, keju, kornet, telur atau ayam
    Bumbu: Gula, garam, merica, bumbu instan rasa gulai/rendang/kare, kecap, bawang merah dan bawang putih.
    Minyak secukupnya, lebih banyak lebih enak tapi ingat kolesterol jahat.

    Cara membuat:
    Tumis bawang, masukan sosis/baso/ayam. Orak arik telur, masukan sayuran, campurkan. Masukan nasi, beri bumbu, koreksi rasa, sajikan hangat.

    Berasa bikin MPASI hehe, mudah dan bergizi kan? Jangan lupa berdoa sebelum makan ya! Semoga bermanfaat.


    25.11.17

    Siapa Bilang Jadi Guru Enggak Bisa Kaya?


    Selamat Hari Guru, Bapak Guru, Ibu Guru, rekan-rekan sejawat dan juga calon Guru, Mahasiswa yang nantinya akan meraih gelar Sarjana Pendidikan. Balada Guru zaman now adalah begitu bangga nya mencerdaskan anak bangsa, ironisnya "penghargaan" tak sepadan dalam honor seorang Guru.

    Untuk menjadi seorang Guru, dibutuhkan kuliah bertahun-tahun bahkan ada yang gelarnya sangat panjang mengabdikan dirinya sebagai Guru. Tentunya biaya kuliah, waktu, tenaga, pikiran tak sebanding dengan honor yang diterima, pantas saja Guru dikenal dengan sebutan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.


    Betul memang, saat bekerja kita harus ikhlas dan profesional, rezeki sudah ada yang mengatur karena Tuhan Maha Kaya, sekarang mungkin jadi Guru yang dibayar beberapa rupiah, mungkin besok dapat rezeki nomplok, aamiin.

    Saat ada rekan Guru yang selfie memegang honornya Rp 150.000/bulan kemudian viral, prihatin rasanya, jika bahagia silakan, jika masih pengen ini itu, realistis saja, segera resign karena Guru Super banyak yang membutuhkan, bukan dimanfaatkan mengabdi bertahun-tahun hanya untuk naik status yang belum jelas kapan akan diangkat. Itu teori lama, pemikiran orang tua zaman old.


    Lalu gimana sih biar Guru juga bisa kaya atau nambah penghasilan? Syarat utama adalah JANGAN JADI GURU BERMENTAL RECEH, JADILAH GURU BERMENTAL SUPER. Jika rekan Guru yang ortunya emang sudah kaya 7 turunan, enggak masalah lah anaknya jadi Guru honorer atau bisa juga kaya mendadak karena menikah dengan anak pengusaha, tapi biasanya sih yang kaya nikah atau cari keluarga kaya juga.

    Yuk mulai berbisnis, cari side job, tekuni hobi, upgrade kemampuan diri supaya jadi Guru yang sejahtera tanpa harus terbebani dengan menunggu kenaikan pangkat. Ingat ya mencari rezeki itu harus halal, Guru muda itu harus sejahtera tanpa meminta-minta. Thank's for reading Teachermate!
    Baca juga:
    COPYRIGHT © 2017 SANDRAARTSENSE | THEME BY RUMAH ES