• 17.1.18

    [Review] Film Loving Vincent (2017): Misterius, Unik dan Artistik!


    Dear artmate,  malam minggu kemarin saya dan papi nonton film Loving Vincent yang dapat rating 7,9 imdb ini wajib banget ditonton pecinta seni.  Siapa sih yang enggak kenal sama Vincent Van Gogh? Pelukis impresionism yang terkenal banget dengan lukisan Starry Night nya itu lho. Film tentang Van Gogh sebelumnya sudah ada beberapa versi tapi yang unik dari film Loving Vincent 2017 adalah film ini merupakan film pertama dengan lukisan cat minyak asli dari 125 Pelukis yang datang dari segala penjuru dunia untuk melukis ala Van Gogh. Selama 6 tahun mereka melukis 65.000 kanvas adegan film yang dimainkan oleh aktris dan aktor film tersebut.


    Sinopsis:
    Satu tahun setelah kematian Vincent Van Gogh, Postman Roulin meminta anaknya Armand untuk secara pribadi menyerahkan surat terakhir Van Gogh kepada saudaranya, Theo. Armand kemudian bertemu dengan orang-orang yang pernah singgah dalam hidup Van Gogh.  Armand terus menyelidiki kematian Van Gogh dan penuh curiga mengapa Van Gogh memilih untuk kembali ke penginapan setelah menembak dirinya sendiri di perut, daripada menembak dirinya sendiri lagi di kepala. Jadi sebenarnya Van Gogh itu bunuh diri atau ada konspirasi tertentu? Biar penasaran,  tonton saja ya!




    Review:
    Saya begitu menikmati setiap lukisan dalam film ini karena keren banget bisa menggabungkan adegan akting dengan lukisan manual. Selama film berlangsung, saya dibuat penasaran dengan misteri kematian sang Maestro. Ternyata mbak Marguerite tetap tidak menikah kemudian di rumah ayahnya beliau menyimpan lukisan Van Gogh selama lebih dari 40 tahun.  Tercatat bahwa Van Gogh melukis lebih dari 800 lukisan hanya dalam waktu 8 tahun, yang hanya laku 1 lukisan namun Van Gogh diberi nama oleh sejarawan seni sebagai bapak lukisan modern,  mantap kan? Melukisnya sebentar tapi bisa menghidupi dan menginspirasi dunia. 


    Dulu mana mau orang beli lukisan aneh punya Van  Gogh, tahu nya sekarang lukisannya jadi mahal banget. Begitulah bakat,  enggak les,  enggak diajarin,  beliau mulai melukis di umur 28 tahun dan meninggal saat 37 tahun, menghasilkan 800 lukisan dan 400 surat kenangan. Pesan moral dari film ini adalah jangan takut berkarya dan bermimpi. Van Gogh enggak kenal cuaca, beliau terus melukis dan melukis meskipun orang menyebut dia gila, karena beliau memang sedang berobat dan dibiayai saudaranya.

    Saya dulu sedih karena tidak les gambar dan tidak latihan sehingga belajar menggambar saat lulus kuliah malah jadi Guru gambar hehe. Ternyata, Van Gogh malah baru belajar di usia saya sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk belajar hal yang kita sukai ya, pantas saja ada nenek yang baru melukis di usia 50 tahun. Keputusan saya tepat, ngurus anak dulu, melukis kemudian karena semua akan indah pada waktunya 💕menyusui baby G hanya 2 tahun tapi berkarya bisa usia berapa saja. Semoga nanti saya bisa berkunjung ke Museum Van Gogh, amiin. Selamat menonton dan jangan menua tanpa karya! 

    Referensi dan foto: Wikipedia 

    16.1.18

    Pengalaman Registrasi Ulang Kartu AS di Grapari Cimahi


    Hello,  Alhamdulillah nih dibeliin hp baru sama Suami (ehem),  jadi saya harus potong kartu AS yang udah setia selama 10 tahun ke ukuran nano. Saya emang setia,  nomer hp aja enggak ganti, kenapa pilih Telkomsel padahal saat saya SMA, teman-teman pakai provider lain yang lebih murah.  Karena Bapak pakai Telkomsel, Telkomsel jaringannya luas dan karena waktu  itu belum punya pacar,  jadi saya berdoa kalau jodoh saya kartunya Telkomsel juga haha. Doa saya terkabul,  tahun 2009 ketemu Papi sudah pakai Kartu Halo. 

    Nah sejak hp Android,  ada dual sim yang bisa diselingkuhin buat kuota sekali buang karena kuota banyak dan harga lebih murah dafi Telkomsel,  sorry ya. Nah kemarin saya ngajak baby G ke Grapari Telkomsel terdekat yaitu di Plaza Sangkuriang dimana dulu saya pernah ngajar disana hihi. Alamatnya Grapari Cimahi Jl. Sangkuriang No.19, Padasuka, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat 40511 nah buka nya sendiri setiap Senin-Jumat jam 8-17.



    Dulu saja pas Papi penutupan Kartu Halo, rame banget,  daripada pagi saya datang sore saja supaya pulangnya  dijemput  Papi. Ternyata jam setengah 4 sore saja kebagian nomor 45. Pas dateng enggak ada sambutan apa-apa, Satpam juga enggak ada. Langsung ngambil nomor antrian kemudian di scan gitu dan duduk manis sambil menggendong Baby G.  

    Syukurlah Baby G kooperatif,  dia tidur hingga saya bisa WA sama papi.  Ruangan Grapari itu memanjang,  ada meja kasir,  Customer service dan sofa untuk tamu yang terkadang tidak cukup menampung konsumen yang komplen. Disana juga ada meja air minum dll tapi malas dan rempong ah.  Interior ruangan modern dan bersih, banyak tulisan internet tercepat dan terluas. 

    Penasaran dong minta password wifi geraicimahi dan grapari cimahi ke kasir,  ya sambil nunggu cantik.  Bilang enggak ada dong,  pelit  dan saya  bilang saja kasihan banget,  bukan enggak mampu tapi service excellent ya. Setelah nunggu sejam, akhirnya dipanggil juga sama CS nya yang tadi enggak ngasih password wifi haha. Lupa namanya, untuk pemotongan kartu saya diminta menunjukkan KTP asli walau yang baru belum jadi padahal sudah 3 tahun ternyata mega korupsi. 



    Kemudian saya menulis 3 nomer yang bisa dihubungi dan mencocok-an data, biayanya gratis. Setelah dapat kartu baru, saya minta tolong sekalian pasangin dan registrasi ulang karena beli pulsa 10k jadi mbak nya bantu. Untung bawa Kartu Keluarga jadi prosesnya cepat dan saya telah berhasi registrasi ulang. Kalau gagal biasanya ada kesalahan atau perbedaan nomer KTP dan Kartu keluarga kalian.  

    Saya salut sama mbak dan mas Customer service yang sabar melayani keluhan pelanggan,  saya enggak sanggup kerja seperti itu,  hampir sama sih kayak kerjanya CS Bank atau admin. Semoga Telkomsel lebih baik lagi ya, daripada undian poin enggak menang - menang lebih baik beri harga terbaik dan termurah untuk kuota internet karena percuma bonus sms dimana sekarang orang sudah jarang smsan,  ya kecuali orang tua tertentu atau yang daerahnya belum terjangkau koneksi internet,  jadi jangan demi gengsi, pelanggan berhenti. Kalau kalian sudah registrasi ulang kartu belum? 

    Referensi dan foto:
    www.imgrum.org
    Twitter GraPARICimahi
    https://www.telkomsel.com/registrasiprabayar

    11.1.18

    Jangan Takut Stretch Mark ya, Moms!


    Dear Moms, setiap fase kehidupan pasti akan selalu ada perubahan, ya. Terutama hidup saya sebagai seorang wanita. Pasti beda lah ya,  sebelum hamil dan setelah melahirkan. Perubahan pertama yang terlihat tentunya perubahan fisik, dong. Oke, apa saja sih yang berubah setelah melahirkan?
    1. Payudara besar karena dipenuhi ASI.
    2. Badan sering berkeringat karena mengeluarkan cairan saat hamil.
    3. Rambut rontok banget.
    4. Wajah kurang fresh karena kurang tidur dan sibuk mengurus bayi.
    5. Kulit kering dan gatal.
    6. Muncul garis-garis abstrak diperut! (Baca: Stretch marks!)
    Saya mau sharing nih salah satu hal yang membuat khawatir saat hamil yaitu takut gemuk berlebih dan meninggalkan souvenir tanda cinta berupa Stretch mark! Hihi. Padahal meregangnya jaringan kulit pertanda bagus ya, artinya janin dalam kandungan berkembang sehat :). Tapi tetap ya sebagai seorang Istri, kita harus selalu tampil paripurna di depan Suami tercinta.

    Tahukan Moms, saat hamil muda dulu saya kaget bukan kepalang karena tiba-tiba kulit perut saya kering kerontang, pecah-pecah seperti tanah sawah di musim kemarau. Kemudian saya konsultasi ke Ibu Bidan, katanya rajin pakai minyak atau lotion supaya lembab. Alhamdulillah kulit kering teratasi, lalu?

    Setelah Baby G lahir, kalau mandi, saya takut-takut ngeri gimana gitu pas lihat perut, yang tadinya kencang, jadi hitam menggelambir. Makanya saya rajin pakai Gurita sampai 2 bulan lebih, sebelum drama Cacar saat menyusui dimulai.

    Lama-lama garis hitam yang membelah perut hilang, sekarang Baby G sudah 8 bulan, saat ngaca ternyata masih ada sedikit Stretch mark di bawah pusar meski sejak hamil muda rajin merawat perut supaya lembap. Mungkin jika diamati tidak akan terlihat karena warna kulit saya yang eksotis hehe, namun bila kuitnya diregangkan, akan terasa permukaan kulit yang tidak rata dan garis-garis pendek berwarna gelap (coklat kehitaman) menyebar dari kanan ke kiri dibawah pusar huaaa.


    Stretch Mark terjadi karena ada peregangan kulit secara mendadak, dari perut kencang, kemudian hamil dan setelah melahirkan butuh waktu untuk kulit kembali kencang, kan? Nah, bagaimana sih cara mengatasi Stretch mark? Bagi saya, cukup berat memang mengembalikan perut kencang dengan work out, sedangkan bayi kecil sangat membutuhkan kita, toh aktifitas Busui tanpa helper juga sudah menyita waktu sampai tidak sempat Me time ya, kan?


    Sekarang Moms enggak usah khawatir lagi, karena saya sudah menemukan solusinya! Saya melembabkan kulit perut dengan  Mooimom Stretch Mark Cream, berikut adalah ulasan lengkapnya :).



    Keterangan Produk :
    1. Formula jernih, tidak lengket dan nyaman, cocok digunakan beberapa kali dalam sehari.
    2. Kemasan 30ml kecil, mudah dibawa, kapanpun dan dimanapun bisa memperbaiki kulit.
    3. Efektif mengembalikan elastisitas kulit dan mengurangi garis halus (stretch mark) pada masa kehamilan hingga pasca melahirkan.
    4. Tidak menyebabkan iritasi, tanpa alkohol, tanpa pigmen buatan dan aman untuk kulit.
    5. Komponen utama :
    • Ekstrak Edelweiss - Mengandung bahan antioksidan kuat, mencegah tanda-tanda penuaan dan memberi efek menenangkan pada kulit. 
    • Croton Lechleri Extract - Mengencangkan kulit, meningkatkan elastisitas kulit, membantu menyamarkan stretch mark dan bekas luka. 
    • Minyak Biji Kakao Maroko - Kaya akan vitamin E, menjaga elastisitas kulit, mencegah kekeringan kulit dan keriput, dan memperlambat garis-garis halus. 
    • Soluble Collagen Essence - Meningkatkan relaksasi kulit, meningkatkan dan menjaga kelembapan kulit dan membuat kulit lebih berkilau dan kenyal.




    Testimonial:
    Kemasan Mooimom Stretch mark cream ini begitu cantik, eksklusif dan travel friendly seperti kemasan serum, ya. Botolnya memiliki tutup pump dan menampung  Isi 30ml, saat dikeluarkan, warna nya putih, teksturnya ringan seperti lotion dan aroma nya tidak menyengat. Kesan pertama langsung jatuh cinta! Dan setelah mencobanya tidak menimbulkan alergi dan iritasi.

    Seperti review sebelumnya Mooimom Nursing Bra TopMooimom Milk Saver dan Nursing Cover, Saya puas sekali dengan Mooimom Stretch mark Cream ini karena begitu lembut di kulit, ringan seperti lotion, mudah meresap, tidak berminyak dan tidak lengket serta mudah diaplikasikan. Saya melakukan pemakaian teratur setiap mandi dan sebelum tidur, sambil dipijat ringan. Hasilnya, kulit terasa semakin halus dan bekas stretch mark semakin samar.


    So, buat Bumil dan Busui enggak usah khawatir lagi, sekarang saatnya ucapkan selamat tinggal pada Stretch Mark! Tunggu update selanjutnya ya, karena hasil pada setiap orang berbeda. Sekian review kali ini, semoga bermanfaat! 


    Moms, bisa langsung beli produk ini di Website Mooimom happy shopping!

    Info lebih lanjut:

    10.1.18

    [Review] Senangnya Mencoba Clodi Cluebebe


    Hello Moms, jumpa lagi dengan review clodi. Musim hujan gini Mami dapet rezeki nomplok, oke pertama-tama Mami ngucapin thankies berat sama Indah Larasputri, teman kuliah yang dengan ikhlasnya menjual koleksi clodi Cluebebe dengan harga yang sangat-sangat bersahabat, kenapa enggak dari dulu Ndah? hehe. 

    Ceritanya, Indah seorang Working Mom yang pengen go green juga ternyata belum sempat memakaikan clodi pada putra pertama dan kedua nya. Emang sih perjuangan memakai clodi itu agak berat kalau baby diasuh Nenek, pengasuh atau Miss di Daycare. Karena saya sering update blog di status WA, akhirnya Indah menjualnya supaya berfaedah, daripada ditimbun yes. 

     

    Sekarang Baby G punya tambahan 7 clodi Cluebebe, 6 diantaranya model Classic Pocket Velcro sedangkan 1 nya lagi model Pants Pocket Snap. Sebenarnya Cluebebe juga punya model Cluebebe petite (cocok untuk newborn, muat 2,5 – 8 kg). Kenapa masih mau beli? Karena Cluebebe clodi premium berkualitas dan saat wonder weeks kemarin, Baby G full Pospak, pantatnya beruntusan merah padahal udah pakai lotion, saat back to clodi baikan lagi. Jadi pospak nya buat malam saja, cuma habis sekitar Rp 50.000/bulan, hemat khan?.




    Keterangan produk:
    Cluebebe Classic Pocket Velcro merupakan popok kain modern 100% produk asli Indonesia yang dapat di-setting menjadi 3 ukuran (S-M-L) dapat digunakan oleh bayi dari usia lahir hingga 2,5 tahun (3-16 kg).

    Cluebebe terbuat dari bahan standar untuk Clodi yang memiliki susunan sebagai berikut :
    Outer :
    Terbuat dari True waterproof PUL (polyurethane laminate), bahan ini senantiasa menjaga kulit bayi agar tetap kering dan sejuk (keep baby dry and stayed cool) karena masih terdapat sirkulasi udara (Breathable) namun tetap tidak bocor.

    Inner :
    Terbuat dari fleece Antipiling, Fleece ANTIPILLING memiliki kelebihan dari fleece standard antara lain :
    – ini lebih mudah menyerap (dilewati) air.
    –lebih REPELLENT sehingga kulit bayi lebih kering.
    –bulu fleece tidak mudah lepas/menggumpal (brudul).



    Insert :
    Insert Cluebebe Pocket Classic terbuat dari 3 lembar microfiber dan 1 lembar microfleece stay dry. Mampu menyerap cairan kurang lebih hingga 220 ml cairan. Cluebebe classic memiliki 2 pilihan pengaturan pinggang yaitu menggunakan velcro/perekat dan menggunakan snap/kancing. Keunggulan Velcro lebih praktis dan cepat digunakan sedangkan snap lebih lama digunakan namun lebih awet dalam jangka panjang. Untuk bayi yang sangat aktif dan susah dipakaikan popok, velcro lebih cocok digunakan.

    Testimonial:
    Senang sekali saat mendapatkan paket ini karena Clubebe ini termasuk clodi premium di rentang harga Rp 75.000- Rp 90.000, lebih mahal daripada saudaranya Clodi Pokado. Ini motif 2 tahun lalu, kurang ngejreng seperti design cover clodi zaman now tapi enggak masalah toh dipakai di balik celana hehe. Ternyata outer dan inner bahannya lembut banget! Insertnya panjang dan tebal sehingga agak susah kering seperti Pokado, namun di insert ada mereknya. Saat dipakai, clodinya fit body, motif velcro lebih mudah dipakai karena banyak jadi santai deh ganti clodi 2 jam sekali di musim hujan juga hehe. Sayangnya liner Cluebebe ini kurang lembut dibanding liner Little Hippo.


    Keterangan produk:
    Cluebebe Pants Pocket Snap merupakan Cluebebe Cloth Diaper dengan bentuk celana untuk bayi yang mulai banyak bergerak, seri Clodi Cluebebe yang disebut juga dengan Pull Up Pant ini tersedia dengan beragam warna yang cantik & menarik baik untuk baby boy maupun baby girl, dapat digunakan baby hingga umur 2 tahun sehingga mengurangi biaya belanja popok.



    Fitur Cluebebe Pull Up Pant :
    Outer : Polyester PUL yang waterproof sehingga pee tak akan bocor.
    Inner : Microfleece lembut dengan sifatnya yang stay dry sehingga mencegah ruam popok & kulit bayi tetap lembut & kering.

    Insert: Cluebebe pant menyediakan 2 macam insert:
    1. Insert microfiber yang terdiri dari 3 ply microfiber
    2. Insert combo yaitu kombinasi dari bahan microfiber 3ply dan euycaliptus 2 ply berdaya serap tinggi.

    Testimonial:
    Outer dan iner lembut, insertnya combo, panjang sekali, justru bagian kainnya yang sangat susah kering dibanding bagian handuknya, jadi lebih baik digunting atau dijahit seperti insert Clubebe Classic.  Saya lebih suka Cluebebe pants dibanding Little Hippo pants karena lebih fit body dan kancing di bagian samping nya bisa dibongkar pasang.

    Kesimpulan:
    Ada harga, ada kualitas. Clodi Cluebebe bagus sekali karena bahannya lembut, sayang beberapa kali kedua jenisnya mudah bocor. Saya rasa cukup untuk membeli clodi karena Baby G sudah punya 19 cover, 23 insert dan 24 liner :). Next, Mami mau review semua clodi termasuk pertanyaan-pertanyaan seputar clodi ya :) see you!

    9.1.18

    My Favorite Nursing Bra Top


    Hello Breastmate Moms! pada kesempatan ini saya mau cerita tentang pengalaman memakai Bra menyusui, tapi ini bukan Bra biasa lho karena bentuknya seperti Tank Top. Terkadang saat menyusui ada tamu atau Busui harus mengerjakan sesuatu jadi harus ganti baju dan merapikan baju terlebih dahulu kan? Nah, kalau Bra menyusui ini beda, karena kita kayak pakai tank top jadi kalau buru-buru tinggal pakai jaket, sweater atau cardigan saja lho. Berikut adalah Review Super Soft Crossover Maternity & Nursing Bra Top:


    Keterangan Produk:
    1. Bukaan menyusui dibagian depan sehingga memudahkan Ibu saat menyusui.
    2. Desain kain berlipat pada bagian cup, sehingga menyangga payudara tidak terlihat kendur/turun.
    3. Tidak berkawat dan tidak menekan.
    4. Kain dengan dua kali jahitan, sehingga bisa mengunci lemak dan membentuk tubuh.
    5. Terdapat tali strap yang bisa diatur panjang pendek.
    6. Bahan : 92.7%Nylon 7.3%Spandex



    Keunggulan:
    1. Modis & Stylist
    2. Buttery Soft Fabric
    3. Tali Strap yang Lebar
    4. Lace Design

    Kalau saya yang pakai ;)

    Testimonial:
    Setelah mencobanya saya yakin inilah Nursing Bra Top favorit saya karena bahannya lembut, adem, gampang banget menyusui Baby G. Cara pertama tinggal keluarkan payudara karena modelnya V-Neck kan, cara kedua bisa membuka snap pada tali di bagian depan Bra. Aah pokoknya nyaman banget deh!.

    Selain itu design lace yang menghias Nursing Bra Top ini membuat Mami cantik modis dan seksi. Suami langsung mengajak Babymoon lho Moms, soalnya Nursing Bra Top ini memudahkan banget buat para Busui seperti saya. Kebayang dong Babymoon ke Pantai yang cuacanya panas dan bikin gerah, terus anak minta ASI, ya tinggal kasih saja, kalau mau foto-foto tinggal pakai scarf atau busana pantai lainnya. Karena bahannya ringan, Nursing Bra Top ini wajib dibawa Busui supaya tetap nyaman saat traveling.


    Selain hadiah untuk baby, Ibu menyusui juga senang banget lho kalau dikasih Nursing Bra Top kayak gini. Oh, ya Nursing Bra Top ini tersedia dengan warna dan ukuran lainnya lho. Moms bisa cek harga dan beli produk nya di website Mooimom jangan lupa baca juga pengalaman saya memakai Mooimom Milk Saver dan Nursing Cover juga Mooimom Stretch Mark Cream! Semoga pengalaman ini bermanfaat ya, thank's for reading and happy breastfeeding!.
    Info lebih lanjut:

    4.1.18

    [Review] Pulchra Body Balm, Bye-bye Bugbite


    Dear beauties, sudah sering baca kan curhatan saya tentang kulit kering dan gatal setelah melahirkan? Yup kali ini saya dapat kesempatan try and review Body Balm dari Pulchra yaitu Body Balm varian Bye Bugbite Sudah tahu belum merek Pulchra? Saya juga baru tahu loh, padahal produk Pulchra sudah sering dipakai para Artis dan Selebgram.

    Sekilas tentang Pulchra:
    Pulchra merupakan produsen mikro produk perawatan tubuh dan kecantikan berbahan alami. Berangkat dari moto "Purely Natural" yang mencerminkan kesadaran akan pentingnya perawatan tubuh berbahan alami. Dengan kepercayaan bahwa kecantikan berasal dari kemurnian, baik kemurnian hati dan jiwa, dan kemurnian dalam diri tercermin dari pilihan yang diambil.


    Pulchra memiliki produk perawatan tubuh alami yang lengkap,  seperti minyak perawatan rambut, minyak penumbuh bulu mata, pasta pencabut bulu, scrub mandi, sabun mandi berbahan alami, serum wajah, solid perfume, scrub wajah, scrub bibir dan produk inovatif alami lainnya. Tak hanya berbahan alami aman, Pulchra juga mengedepankan kemudahan dan manfaat dari pemakaian. 



    Keterangan Produk:
    Pulchra Body Balm merupakan balsam dengan 4 varian yang punya fungsi ekstra yang efektif melembabkan kulit. Terbuat dari bahan alami shea butter, cocoa butter, beeswax, dan minyak alami lainnya. Cocok untuk kulit sangat kering seperti sikut, lutut, kutikula dll.

    Body Balm varian Bye Bugbite efektif mengatasi gatal-gatal akibat gigitan serangga. Cocok untuk kulit sensitive terhadap gigitan serangga atau dibawa saat bepergian. Masa Kedaluwarsa 6 Bulan.


    Testimonial:
    Kemasannya unik, kecil banget, travel friendly. Saat dibuka, warna balsam broken white gitu, wanginya herbal banget, kayak ada sereh-serehnya atau lemon grass nih guys. Tekstur licin seperti balsam pada umumnya. Saat dioleskan ke permukaan kulit yang kering dan kasar, balsamnya mudah meresap dan tidak lengket. Jadi, kalau lagi di perjalanan tiba-tiba kulit terasa kering, produk ini bisa diandalkan, tinggal re-apply saja. 

    Balsam ini juga bisa digunakan untuk mengatasi gatal-gatal akibat gigitan serangga, cocok buat kami yang suka gardening dan main di taman. Kalau traveling ke alam, Body Balm varian Bye Bugbite ini wajib dibawa karena kemasannya yang kecil. Kekurangannya cuma 1, untuk isi balsam yang sedikit ini dibandrol dengan harga Rp 45.000. Tapi karena produk Pulchra menggunakan bahan alami, saya jadi penasaran banget pengen coba produk lainnya dari pulchra!

    Sekian review kali ini, semoga bermanfaat ya!

    1.1.18

    Wonder Weeks


    Hello 2018, fiuh akhirnya bisa keluar rumah, belanja ke Borma dan menikmati Yamin Restorja juga setelah 10 hari merawat Raja dan Pangeran karena sakit. Hmm pernah dengar istilah Wonder weeks? Bagi Mommies pasti tahu lah Instagram Ibupedia hehe dimana Wonder weeks itu sering diartikan sebagai fase anak mau pinter, biasanya sakit, rewel dan manja, huhu pokoknya menguras energi luar dalam deh hehe. 

    Gigi pertama Baby G tumbuh setelah dia MPASI, sekitar 7 bulan lah, hebat soalnya saya tumbuh gigi pertama di usia setahun haha! Gigi pertama cuma anget biasa saja, nah gigi kedua dia agak demam gitu sampai 38 derajat dong, luchu alias rewel, kalau nonon sambil nangis yang enggak ada suara huhuhu kayak orang sakit meriang aja, ajaibnya tumbuh gigi tuh enggak berdarah yah haha.


    Saya dan Suami sebisa mungkin enggak ngasih obat oral, tapi daripada ke dokter yasudah saya tanya Bidan, beliau menyarankan minum Paracetamol dan Baby G juga dikasih beberapa tetes, syukurlah dia tidak menolak. Baby G sembuh demamnya, Papi tiba-tiba sakit dong, saya sedih banget soalnya Papi tuh jarang banget sakit, terakhir sakit tuh beberapa hari sebelum saya melahirkan Baby G, dan sakitnya sama, kehujanan, kecapean dan sambal Padang.


    Papi ke Dokter dan cuti kerja, setelah cukup fit dan ngantor lagi, Papi melatih Angklung dan kecapean lagi sampai tepar. Saya ngeri kalau lihat Papi sakit huhu. Akhirnya ke Dokter lagi, dokter yang berbeda tapi obatnya sama, intinya kecapean dan entah kenapa seperti wabah saja, orang-orang sekitar merasakan sakit yang sama, nyeri tenggorokan, pusing, sakit badan dan flu huhu.

    Saat Papi sakit, otomatis Baby G ya ditemenin sama Papi, karena saya harus handle semua pekerjaan rumah tangga. Mungkin Baby G ngerasa dicuekin berimbas pada batuk 2 hari tapi untung pakai Balsam Bayi Transpulmin serta Baby Cough, meski obat murah tapi pakai 2 kali langsung tokcer, senangnya Baby G sembuh.


    Papi recovery tapi Baby G masih luchu (baca:rewel) dan manja sama saya, pengen nempel terus, pernah saya bangun tidur badan rasanya ringsek karena semalaman tidur enggak nyenyak, Baby G pengen tidur di pangkuan saya huhu. Sampai Papi bilang, setiap tumbuh gigi bakal gini terus gitu? Jangan rewel dong, kasihan hehe.


    Hmmm hikmah merawat Suami dan Anak sakit itu saya jadi bisa bikin bubur hehe. Semua butuh perjuangan, apalagi kalau tidak punya helper. Mungkin 2018 ini kami akan memanggil orang yang bisa bantu kerjaan rumah seminggu 1-2 kali, biar saya fokus ngurus Suami dan anak, bukan kah tugas utama seorang Istri adalah melayani Suami dan mengasuh anak? Saya juga bukan wanita pemalas, buktinya saya bisa melakukan pekerjaan rumah sambil merawat orang sakit. 


    Alhamdulillah saya selalu sehat, menjadi Wonder Mom yang tidak mau bergantung dan berharap pada makhluk karena nanti kecewa. Papi walaupun cuti enggak liburan kemana-mana tapi bisa istirahat, Baby G juga enggak susah makan selama sakit. Bersyukur lah, jadi tahu arti family first, iya Papi dan Gentra sayang yang selalu ada dalam sakit dan senangnya Mami. Jadi, kalau pengen sesuatu ya wujudkanlah semampunya daripada uangnya dipakai untuk obat atau hal yang tidak produktif/ orang yang tidak peduli disaat kita dalam kesulitan.

    Pelangi Terakhir Tahun 2017

    Terima kasih sudah membaca, semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan, diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah aamiin.



    COPYRIGHT © 2017 SANDRAARTSENSE | THEME BY RUMAH ES