• 4.9.18

    Bermain Petak Umpet Bersama Ki Hujan


    Hola Travelmate, waktu bulan puasa lalu, saya pernah sakit meriang disko gitu, terpaksa harus "mengungsi" ke rumah orang tua. Pulangnya, seperti biasa mampir-mampir dulu, kebetulan kala itu sambil Ngabuburit ke Balai Kota Bandung. Sebenarnya saya pernah review wajah baru Balai Kota Bandung beberapa tahun lalu, saat masa pacaran setelah menikah dan belum punya anak. Kali ini, saya mau cerita pengalaman berkunjung ke Balai Kota Bandung setelah punya anak, karena tempatmya semakin cantik dan ada saja yang baru, ya siapa tahu ada orang luar kota yang belum tahu hehe.


    City Hall atau Balai Kota Bandung terletak di komplek Pemerintah Kota Bandung, berada dekat pusat perbelanjaan terkenal, dilewati Jalan Merdeka, Jalan Aceh dan Jalan Wastukancana dimana ada sekolah Mami tercinta, SMK Negeri 1 Bandung. Ya, Balai Kota ini  memiliki kenangan manis bagi saya karena dari dulu sudah menjadi tempat bermain menunggu jam pelajaran siang, jauh sebelum ada Facebook dan ajang eksistensi di sosial media.

    Ada apa saja yang baru di Balai Kota Bandung? Ada taman Balai Kota, Taman Badak, Taman Dewi Sartika, Taman Sejarah dan yang unik selain playground, kolam renang gratis untuk anak, sekarang sudah ada Kebun Binatang mini dan Pohon Labirin. Gen senang banget waktu diajak melihat aneka satwa langka terutama burung, unggas dan taman kelinci. Senangnya lagi masuk Balai Kota Bandung itu gratis, tinggal bayar parkir saja.




    Kemudian kami melihat beberapa pohon besar bernama Trembesi alias Ki Hujan yang dibawahnya dibangun taman Labirin yang menurut saya keren banget, green never fails lah buat foto-foto hihi. Pohon tua itu sudah ada sejak dahulu kala, konon usianya sudah 80 tahun lho, cabangnya sangat artistik dan sekarang kita bersama keluarga dan teman-teman bisa bermain petak umpet disana mencari jalan keluar hehe. Ah saya suka sekali pohon Labirin ini, soalnya kalau kita mengambil foto disini berasa di luar negeri deh! Pas kesana cuaca lagi mendukung dan sedikit pengunjung karena hari sudah sore.






    Sayang nggak bisa earthing padahal kalau lihat yang hijau-hijau gini pengen langsung goler-goler hehe. Travelmate, kalau nggak ada ide jalan-jalan di Bandung kalian bisa menikmati taman-taman cantik ini, yang penting harus jaga kebersihan ya! Ada yang pernah mencari jalan keluar di pohon Labirin Balai Kota Bandung? Disini juga bisa naik Bandros, Bandung Tour On The Bus, tapi akan saya sharing di postingan yang akan datang wahai Travelmate ❤️.



    Eh, baca juga dong!

    3.9.18

    [REVIEW] Yoqueen Beauty: Air Mawar dan Cuka Apel Organik, Perawatan Kecantikan Alami

    Review Yoqueen Beauty

    Dear honey, bunny, beauty...gimana nih Pay day nya? Pasti lagi nge-list produk kecantikan apa saja yang sudah habis dan mau dibeli? Iya khan hehe. Oke, setelah puas maskeran pakai Yoqueen Beauty Masker Organik yang pernah di-review, sekarang saya akan mengulas Yoqueen Beauty Rose Water and Apple Cider Vinegeer yang halal dan sudah mengantongi sertifikat USDA organik.

    Review Yoqueen Beauty

    Rose Water (Air Mawar) berfungsi menjaga kelembaban wajah, mencerahkan wajah, caranya mudah banget, bisa spray langsung ke wajah atau dijadikan bahan campuran masker. Kalau saya sih setelah membilas masker suka spray rose water ini biar makin segar wajahnya. Rose water ini dikemas sederhana dalam botol spray yang travel friendly, warnanya bening seperti air dan aromanya lembut, tidak seperti aroma air mawar yang pernah saya beli. Setelah dipakai wajah jadi terasa lembap dan segar.

    Saya juga baru tahu kalau khasiat air mawar itu bisa digunakan sebagai Serum atau Toner karena mengandung vitamin A, C dan E yang juga bisa mencegah jerawat dan menghilangkan noda bekas jerawat. Kebetulan Toner wajah saya ringkih untuk dibawa-bawa, jadi saat jalan-jalan saya akan bawa air mawar ini biar bisa spray- spray setelah sholat dan sebelum touch up!

    Review Yoqueen Beauty

    Selanjutnya, Apple Cider Vinegeer alias Cuka Apel yang kemasannya sama dengan air mawar, hanya beda label doang. Saya pernah baca sih dari blogmate saya Si Ratutips.com yang penah bahas manfaat cuka apel. Ini adalah pertama kali saya mencoba nya, warnanya agak kekuningan gitu ya, wanginya asem tapi setelah disemprotkan nggak terlalu asem lagi.

    Jadi, cuka apel ini juga bisa digunakan sebagai toner wajah karena bisa mencerahkan, menghilangkan noda hitam dan bekas jerawat. Sebagai pecinta buah apel saya jadi makin kagum sama buah yang satu ini hihi. Pemakaiannya akan saya selingi dengan air mawar karena fungsinya sebagai toner wajah organik yang menurut saya bagus banget buat ladies yang merindukan perawatan kecantikan alami.

    Review Yoqueen Beauty

    Review Yoqueen Beauty

    Jadi, mau belanja apalagi nih ladies? Kalau kalian berminat untuk membeli Toner wajah organik ini, murah banget lho hanya Rp 25.000 saja, yuk langsung kepoin Instagram @yoqueen.beauty  atau belanja di Shopee untuk pengiriman cepat. Sampai jumpa di ritual kecantikan lainnya, have a nice day beauties!

    Review Yoqueen Beauty

    31.8.18

    Petualangan Gentra di Fun Station Cimahi Mall


    Dear parents, kemarin tuh saya sempet jenuh dan sudah lama nggak ngajak Gen ke Playground. Akhirnya kamis kemarin saya semangat membawa Gen ke Sigma Land dekat rumah pakai Ojek Online. Ternyata tutup dong, hmmm yasudah lanjut ke Cimahi Mall, karena dulu pernah lihat ada playground. Tempat playground nya bekas Toko buku Tisera yang gulung tikar seperti Toko Gunung Agung, hiks. Terakhir ke Cimahi Mall itu awal tahun pas dibeliin hp baru sama Papi hehe. 

    Sekarang Cimahi Mall makin sepi krik.. krikk, kadang kasihan sama yang jualan, toko-toko banyak yang tutup, pengunjungnya juga entah kemana, pokoknya untuk ukuran mall nggak rame banget padahal inilah satu-satunya mall yang ada di Cimahi. Coba kalau Management Cimahi Mall lebih kreatif dan nggak pelit ngeluarin biaya promosi, bikin acara seru, turunin harga sewa biar mall nya rame lagi. Apalagi sekarang ini zaman digital, orang lebih senang belanja online karena nggak macet dan banyak diskon. Hmmm, oke segitu dulu intermezzo nya deh hehe.






    Indoor Playground yang ada di Cimahi Mall bernama Fun Station, sudah nggak asing lagi ya karena banyak cabangnya. Fun Station Cimahi Mall SF-BT 03 beralamat di Jl. Ganda Wijaya No. 1 Cimahi. Ternyata saat saya dan Gen kesana, petugas sedang beres-beres. Baru deh jam setengah 11, pintu masuk dibuka. Kita harus bayar dulu tiket seharga Rp 30.000/maksimal dua jam. Seperti biasa, yang masuk playground harus pakai kaos kaki tapi kenyataannya banyak ibu-ibu yang nggak pakai kaos kaki.

    Jika dibandingkan dengan Sigma Land, permainan di Fun Station lebih banyak, namun banyak pula yang rusak atau kurang terawat. Saya juga bertemu dengan anak kecoa dua kali huhu. Gen seneng banget sih main di playground, bisa naik mobil, motor, sepeda sepuasnya sampai mami lelah tapi Gen nggak mau pulang. Di Fun Station tidak ada ruang tunggu terpisah untuk orang tua atau pendamping anak, disana juga bebas makan karena disediakan cemilan, minuman dan tempat sampah untuk menjaga kebersihan.



    Untuk ukuran playground cukup lah ya, jangan terlalu sempit dan jangan terlalu luas demi kenyamanan dan pengawasan orang tua. Oia, ada tulisan kalau Fun Station ini bukanlah Day Care atau penitipan anak, sehingga saat anak bermain, harus didampingi oleh pendamping. Karena sudah ada himbauan seperti itu, Petugas Fun Station jadi cuek bebek dan kurang ramah. Saat weekday agak sepi sih, waktu Gen main nggak sampai sepuluh anak. Tapi kalau weekend penuh banget, karena ya, nggak ada lagi pilihan.

    Sebelum dua jam, saya menyerah dengan membujuk Gen agar segera makan siang dan pulang, saya kira setelah capek bermain dia akan tidur siang lama, ternyata nggak, saya mandiin pakai Dettol dan malamnya Gen nangis kemudian saya tanya, Gen sakit? Dia jawab iyah. Sakit dimana? Kemudian Gen menunjuk kakinya, haha lucu banget bocil kecapean jalan-jalan sama Mami. Gimana nih, apakah ada ide rekreasi atau tempat bermain ramah anak lainnya? Jika ada, jangan ragu sharing di kolom komentar ya, terima kasih.


    Read more:

    28.8.18

    Me time Asyik dengan Yoqueen Beauty Masker Organik


    Dear honey bunny beauty... Sebagai Mamah muda yang masih menyusui, saya nggak mau menunggu tua untuk (menyesal) melakukan perawatan wajah. Jadi, saya sempet-sempetin buat yang namanya maskeran. Punya anak yang lagi aktif dan perhatian ekstra, belum memungkinkan bagi saya santai damai di salon atau Klinik kecantikan, kebayang dong komedo numpuknya kayak gimana? Akhirnya saya mencoba rangkaian masker organik dari Yoqueen Beauty.

    Yoqueen Beauty didirikan oleh Renatta, seorang Beautypreneur muda yang meracik aneka masker organik yang sudah mendapat sertifikat USDA organik. Saya punya empat produk yakni Charcoal masker organik, Yogurt masker organik, Air Mawar dan Cuka Apel. Sekarang saya akan mengulas dua produk terlebih dahulu yaitu Masker Organik Charcoal dan Yogurt.


    Sebenarnya Yoqueen Beauty mempunyai beberapa masker organik yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit wajah kita, diantaranya Green Tea untuk kulit berminyak, beruntusan dan berjerawat. Milk untuk mencerahkan wajah, Coffee untuk menghilangkan bekas jerawat dan wajah kemerahan, Choco untuk menutrisi wajah yang sering terpapar aneka make up. Strawberry untuk Si mata Panda dan saya memilih menggunakan Charcoal karena ingin menghilangkan komedo putih maupun hitam.


    Yoqueen Beauty Charcoal Organic Face Mask ini dikemas dalam wadah bulat sederhana bernuansa putih, di atas tutupnya terdapat label info tentang produk. Tekstur masker bubuk halus berwana abu-abu dan hampir tidak beraroma. Masker Charcoal ini mengklaim dapat membersihkan wajah jadi kotoran, noda hitam, komedo serta jerawat. Harganya juga terjangkau, hanya Rp 30.000/72gr. 

    Oh ya, kalian sudah tahu Charcoal belum? Saya pikir Charcoal buat sketch and drawing saja, ternyata memiliki manfaat yang baik untuk wajah ya:
    1. Menutupi pori-pori besar. 
    2. Menghilangkan noda hitam di wajah. 
    3. Mengatasi kulit kusam. 
    4. Mengatasi kulit kering.
    5. Mencegah penuaan dini.
    6. Menyembuhkan jerawat.


    Kemudian untuk hasil maksimal saya menggunakan Yoqueen Beauty Yogurt Organic Face Mask yang diklaim mampu membuat wajah bersinar tanpa mahal. Yup, dikemas dengan tube sederhana bernuansa putih, masker Yogurt ini hanya Rp 20.000/120ml. Saat dikeluarkan isinya berwarna putih kental dengan wangi khas Yogurt.

    Kalian sudah tahu kan manfaat Yogurt untuk kesehatan? Ternyata Yogurt juga sangat kaya manfaatnya bagi kecantikan kulit:
    1. Yogurt dapat memudarkan noda pada wajah, lingkar hitam dibawah mata dan meratakan warna kulit. 
    2. Sebagai anti aging
    3. Menghilangkan infeksi kulit. 
    4. Memulihkan kulit yang terbakar sinar matahari. 
    5. Melembapkan wajah. 
    6. Menghilangkan kotoran. 
    7. Mencerahkan wajah.



    Biasanya masker bubuk sepertu ini suka saya campur dengan minyak zaitun, madu atau air mawar. Ini adalah pertama kalinya mencampur masker Charcoal dengan Yogurt, jadi caranya adalah ambil 1 sendok teh masker Charcoal dengan 1 sendok makan masker Yogurt. Campurkan hingga mengental dan warnanya menjadi abu tua, aplikasikan dengan kuas atau tangan ke wajah. Tunggu 20 menit lalu bilas. Untuk hasil maksimal biasa scrubing atau uapan dulu tapi Busui mana sempet haha.

    Masker ini cepat sekali kering dan wajah terasa tertarik kencang, alhasil saya jadi mengantuk kalau maskeran hehe. Setelah dibilas dengan mudah, wajah terasa lembut dan amazing banget deh, komedo putih langsung keluar, kalau komedo hitam agak bandel sih, jadi harus dikeluarkan terlebih dahulu. Setelah maskeran bau susu dari yogurt masih terasa banget, katanya sih hampir sama kayak Kefir gitu. Supaya lebih segar pas makeran, simpan masker Yogurt di lemari pendingin ya!.



    Karena Yoqueen 100% masker organik, tanpa pengawet dan pewarna buatan, jadi cocok digunakan semua jenis kulit serta aman digunakan oleh Ibu hamil dan menyusui. Saya sekarang semangat banget maskeran seminggu sekali bersama Suami sambil mengasuh Gen, karena kalau nunggu Gen besar, saya yakin perawatan wajah akan lebih mahal dan melelahkan. Yuk, kembalikan wajah cantik bersinar dengan Yoqueen Beauty, produk sudah tersedia di Bukalapak dan Shopee, happy shopping and happy me time, ladies! 

    27.8.18

    Akhir Pekan Bercengkrama dengan Alam di Cafe D'Pakar


    Hello readers, seperti biasa kalau tanggal tua kita semangat explore Bandung, hmmm padahal tiap libur juga pasti jalan-jalan hehe. Soalnya kan, saya tiap hari di rumah jadi kalau weekend di rumah juga ya kerjaan rumah yang tiada akhir itu akan terlihat terus. Busui butuh refreshing dan kalau tanggal tua itu Bandung nggak macet yess!

    Kemarin akhirnya kesampaian juga main ke Cafe D'Pakar, awalnya janjian sama Kakek dan Nenek Gen, pulangnya kita bingung mau kemana, yasudah karena penasaran ke D'Pakar aja deh. Jadi, ketika orang bilang D'Pakar itu jauh, saya bilang enggak sih soalnya pernah hiking dari Tahura Dago Pakar ke Maribaya bolak-balik waktu SMP haha. Kemudian sebelum punya Gen juga kita pernah ke Tebing Keraton yang bener-bener takjub, ada ya kehidupan di desa terpencil gitu.

    Jadi, rute mudah ke D'Pakar itu kalian bisa lewat Terminal Dago, ikuti arah ke Tahura Dago Pakar, nanti ada pertigaan pilih kanan, masih di Jalan Raya Dago Pakar Utara, Sekejolang, Ciburial, Cimenyan Bandung. Ikuti jalan saja pakai GPS, nanti sebelah kiri banyak mobil dan motor parkir, selamat datang di D'Pakar, kalau lurus terus kemana Kak? Itu mah ke Tebing Keraton tapi masih jauh hehe.


    Setelah parkir, kita harus bayar voucher makan Rp 25.000/orang, kemudian pilih tempat duduk dan pesan makanan ke Kasir di area Joglo. Karena Gen belum makan jadi kita pesen Bistik Ayam dan Yogurt aja. Totalnya Rp 58.000 karena ada pajak dan service 15%. Jadi, kalau teman-teman mau pesan diatas nominal voucher tinggal nambah lagi aja. Untuk harga ya lumayan sih, menu nya sederhana misalnya Indomie dan seblak jadi Rp 20.000 gitu, namanya juga pemandangan alam yang mahal. Kalau di tempat kayak gini sih lebih baik pesan menu yang jarang dibikin di rumah hehe.

    Rasa makanan enak banget, daging ayam nya lembut, saus nya lezat, ada kentang dan sayuran juga dan Gen lebih suka kentang dan ayamnya. Yogurt Blackberry nya gimana? Enak juga, aja Blackberry asli dan jelly gitu, lebih worth it lah dibanding Yogurt Cisangkuy yang polos tapi harga boros hehe. Saya yakin kalau pemandangan ciamik kayak gini, makan apa saja dengan orang tercinta pasti enak-enak aja, apalagi kalau dibayarin, kak.





    Setelah nyuapin Gen, kita keliling lah buat foto-foto juga hihi. Ada banyak tempat duduk beraneka rupa dengan pemandangan alam yang super instagenic. Saat kesana lagi musim kemarau jadi rumputnya kuning gersang berdebu, mungkin nanti kita kesana pas musim semi ya biar pemandangan nya semakin hijau. Saya suka sih pelayanannya ramah, toilet bersih, Mushola nya bagus, suasananya adem, di tebing gitu kan, banyak ilalang dan bunga tropis. 




    Gen nggak ada cape nya jalan-jalan mulu, nggak mau digendong dan nonon hanya sebentar, pulang ke rumah PD hampir bengkak, Alhamdulillah nggak Mastitis. Cafe D'Pakar buka hari Selasa-Minggu, tutupnya hari Senin dan cuma sampai jam 6 sore soalnya kan tempatnya di tengah hutan gitu hihi. Sampai jumpa di petualangan selanjutnya good people!


    Read more:

    26.8.18

    Fall In Love With The Body Heart


    Hello Sugar! Kali ini saya mau review local brand skincare from Bali. Yass! Saya suka seneng dan bangga aja pakai produk dalam negeri hihi. Ini adalah pertama kali saya coba skincare asli pulau Dewata, secara sekarang itu banyak banget local brand yang mengeluarkan skincare, salah satunya yaitu The Body Heart. Diformulasikan oleh Pharmachist dalam small batch dengan bahan natural pilihan, food grade dan halal. Semua produk dibuat agar aman dan nyaman digunakan dalam jangka panjang, SLS free dan tentunya Eco friendly. Saya mencoba dua produk The Body Heart yaitu Lolipop Lipscrub Mocca dan  Avocado Milk Natural Soap. Yuk, simak ulasannya...


    Lolipop Lipscrub Mocca dikemas dalam wadah bulat bernuansa hitam yang imut seperti lipscrub, lipbalm dan wadah baby balm. Produk ini bermanfaat untuk mengekfoliasi bibir hitam akibat penggunaan lipstik matte, cara pemakaian mudah, ambil secukupnya, oleskan dan pijat lipscrub di bibir, tunggu hingga agak kering lalu dibilas. Harganya Rp 35.000.



    Rasanya seperti memakai selai mocca yang enak karena teksturnya kayak gula dan wanginya manis-manis mocca jadi pengen jilat bibir deh haha. Setelah mencobanya, bibir terasa lembut dan sehat. Saya menggunakan seminggu sekali saja dan proses mencerahkan bibir nggak instan ya, soalnya kembali lagi ke gen juga. Karena kulit saya eksotis jadi warna bibir alami memang cenderung gelap, sedangkan Suami berkulit kuning langsat, bagi saya sih putih banget, beliau bibirnya pink sehat gitu, mungkin karena tidak merokok juga. 


    Selanjutnya saya mencoba Avocado Milk Natural Soap merupakan sabun batangan yang terbuat dari campuran buah alpukat dan susu yang bermanfaat untuk melembutkan, mencerahkan, menutrisi serta menjadi pelembab alami kulit kering. Wah cocok sekali nih dengan kondisi kulit saya saat ini. Kemasannya hanya dibalut kertas hitam, sabunnya berbentuk kotak dan motifnya seperti marmer hijau dan putih, sesuai dengan komposisinya dan wanginya lembut, lebih kuat wangi susu nya. 


    Karena bukan jenis scrub soap bar yang keras, sabun ini "mudah meleleh"  seperti sabun mandi biasa, makanya dengan harga Rp 40.000 saya pakai di wajah saja supaya awet hehe. Penggunaanya seperti cuci wajah biasa, kulit jadi terasa lebih lembut di musim kemarau ini. Buat teman-teman cantik yang mau tahu ada produk apa saja di The Body Heart bisa cek Instagram @thebodyheart dan happy shopping di Tokopedia atau Shopee.

    Sekian review cantik kali ini, semoga membantu kalian yang sedang butuh perawatan tubuh di musim kemarau ini, sampai jumpa ya di postingan selanjutnya! Have a great day...

    25.8.18

    This Is My Life Now


    Hari silih berganti, mentari bersinar menyambut pagi hingga panas menyengat hingga keringat mengucur deras, tapi tidak selalu begitu...terkadang mentari malu-malu dan udara sangat dingin, bisa juga angin bertiup kencang menyentuh kaca jendela sampai gaduh...hal yang sama pernah terjadi padaku, terkadang aku begitu semangat, kadang aku jatuh sakit dan hari-hari penuh emosi. Sekarang aku sadar bahwa bagaimanapun cuaca dan suasana hatiku, aku harus memberikan yang terbaik untuk orang tercinta yaitu Belahan jiwa dan Sang penyejuk hati. Setiap pagi, akulah orang yang pertama kali membuka mata, dengan hati-hati aku keluar kamar menuju kamar mandi dan segera menuntaskan ritual harian sekaligus mandi biar segar.

    Lalu ku buka lemari es, untuk mengambil aneka bahan makanan dan aku eksekusi menjadi hidangan lezat untuk Suami dan anak. Aku bahagia jika mereka lahap dan menyukai masakan ku. Ya, meskipun wajahku fierce, tapi aku lihai memasak lho. Bekal Suami? Sudah siap dong! Supaya rekening gendut hihi. Setelah sarapan pagi bersama Suami, biasanya anak kami terbangun, sekarang dia sudah bisa membuka pintu kamar dan memanggil kami, aku memeluk dan segera menyuapinya sarapan. Syukurlah, dia anak yang mudah diberi makan, jadi aku semakin semangat membuat aneka makanan bergizi dari tangan ku sendiri untuk tumbuh kembangnya. Setelah urusan perut beres, Suami pamit berangkat kerja dan aku kembali melanjutkan tugas istimewa sebagai Ibu rumah tangga yaitu mengurus anak seperti memandikan anak, mengganti bajunya, menyusui lalu mengajak main dan menstimulasi sesuai usianya.

    Menjelang siang, aku kembali menyuapi buah hati dan tidur siang bersamanya sambil beristirahat. Jika anak belum bangun, aku bisa mencuci baju, piring atau sekedar membereskan mainannya supaya rumah tetap rapi ketika Suami pulang. Saat anak bangun, aku kembali menyuapinya makan sore atau memberi snack dan memandikannya, sambil menunggu Suami pulang, aku mengajak Gen ke mesjid. Setelah Suami pulang kerja, biasanya aku bisa memasak, makan kemudian mandi, saling berbagi tugas atau bergantian mengajak anak bermain. Syukurlah kami tidak perlu begadang karena jam 8 malam, anak sudah tidur dan kami bisa quality time berdua, bercerita tentang hari itu, melepas penat dengan ngemil sambil menonton TV atau meneruskan hobi kami, Suami bermusik dan aku menulis atau menggambar, mumpung masih muda, jangan sampai menua tanpa karya. Saat malam, beberapa kali aku terbangun untuk menyusui anak, terkadang sampai memikirkan besok mau masak apa? Hehe. Begitulah cerita keseharian kami, cara aku menjaga Suami dan buah hati, hampir sama dengan Ibu rumah tangga yang lain. Jenuh? Pasti ada, tapi aku mensiasatinya dengan tiga cara yaitu Bersyukur, Bertamasya dan Berkarya. 

    Bersyukur adalah hal pertama yang paling penting. Betapa banyak hadiah yang diberikan Tuhan semesta alam padaku, pada keluarga kecil kami. Kemudian setiap akhir pekan atau hari libur, Suami juga suka mengajak kami bertamasya, tidak usah terlalu jauh sih, karena aku sudah happy karena menurut ku, jalan-jalan itu seperti recharge energi baru, kami bisa mengunjungi tempat wisata, taman kota, cafe baru atau sekedar berbelanja di Swalayan. Selain jalan-jalan dengan keluarga, aku juga punya tetangga yang baik hati, dimana kita bisa saling membantu dan menemani saat aku dilanda kebosanan hehe. Maklum, setelah berkeluarga memang agak susah untuk bertemu sahabat, aku maklumi karena semuanya juga sibuk dengan urusan keluarga, karir atau passion masing-masing, tapi aku yakin suatu hari kalau ketemu, pasti ada kisah menarik yang pantas untuk dibagikan.

    Bagaimana dengan berkarya? Apakah setelah menikah dan mempunyai anak wanita masih bisa berkarya dan meraih impiannya? Saya optimis bisa! Kenapa? Karena berkeluarga bukan alasan bagi wanita untuk berhenti berkarya, tentunya menggali potensi diri tanpa meninggalkan kewajiban melayani Suami dan mengurus anak. Memang, kuantitas berkarya menjadi berkurang tetapi lumayan efektif sebagai stress realese, sekarang aku mengerjakan yang mudah dan semampunya, menulis blog atau membuat hand lettering untuk dipamerkan di instagram @art_sense, suatu saat aku juga bisa kembali melukis atau mengajar anak-anak menggambar lagi. Ketiga cara tersebut juga ampuh mengusir Baby Blues, insya Allah bye-bye Baby Blues and Post Partum Depression. 

    Selain menjaga Suami dan anak, bagaiamana caraku menjaga diri sendiri? Sebagai Ibu, tentunya aku harus cerdas memanfaatkan waktu, misalnya untuk perawatan, aku tidak mau menunggu anak sampai gede untuk tampil cantik, sehat terawat. Setiap pagi aku tetap mengoleskan lotion supaya kulit lembab, menggunakan tabir surya dan krim siang, minum banyak air putih, makan yang sehat, minum vitamin sebelum tidur, kalau ada waktu luang bisa maskeran, luluran, hair mask bahkan memanggil Tetangga untuk memijat, maklum sejak melahirkan badan jadi mudah pegal hehe. Menjadi Wonder Mom tidak boleh sakit memang benar adanya, karena kalau seorang Ibu sakit, maka semuanya akan terganggu.

    Aku selalu salut sama Ibu yang memiliki anak banyak karena Ibu adalah sosok dibalik kesuksesan Suami dan anak-anaknya, Ibu yang selalu bangun paling awal dan tertidur paling akhir untuk memastikan semuanya beres. Jadi, buat para Ibu-ibu diluar sana baik Working Mom atau Stay at home Mom, tetap semangat ya dalam menjaga diri dan orang tercinta, kita semua sama dalam mengemban tugas masing-masing, jalani semua dengan sepenuh hati maka kebaikan sejati akan kembali... Terima kasih telah berkenan membaca curhatnya Ibu menyusui ini.
    Happy reading 🍭 

    COPYRIGHT © 2017 SANDRAARTSENSE | THEME BY RUMAH ES