• 14.5.19

    Ringga Hardika Tampil di Gelaran World Youth Jazz Festival Malaysia

    Ringga Hardika

    Hello Jazzer, pada tanggal 3-5 Mei 2019 lalu diadakan World Youth Jazz Festival di Malaysia. Sekilas tentang World Youth Jazz Festival:
    Sejak tahun 2012, World Youth Festivals Management dengan kapasitasnya sendiri dan sumber daya dan sukarelawan muda, telah berhasil menyelenggarakan festival jazz berorientasi pemuda terbesar di dunia:

    World Youth Jazz Festival (WYJF)

    Dengan tagline-nya: 
    By The Youth, With The Youth, For The Youth, 
    BEYOUTHIFUL

    Terdorong oleh keberhasilan-keberhasilan ini, WYJF dan komunitas kaum mudanya bercita-cita untuk terus menyelenggarakan Akhir Pekan Pertama di Festival Jazz Pemuda Dunia Tahunan Mei dengan nama-nama terkenal dan pendatang baru dalam jazz, serta kegiatan-kegiatan terkait jazz lainnya. Ini termasuk menyelenggarakan Perayaan Hari Jazz Internasional (IJD) dan kegiatan terkait yang diadakan pada tanggal 30 April Setiap tahun sejak 2012 di klub jazz terkenal dunia di Kuala Lumpur, No Black Tie.

    Berdasarkan gagasan Ketua Eksekutif Manajemen Pemuda Dunia Festival Sdn Bhd, kepribadian jazz, World Jazz Jazz Festival (dikenal sebagai WYJF), lepas landas di bawah inisiatif bersama dengan Menteri Kementrian Pemuda dan Olahraga saat itu dan Komunitas Jazz Malaysia (JAZZCOMM) dengan festival pertamanya yang diadakan di Dataran Gemilang, Putrajaya, Malaysia pada tahun 2012.

    Sejak itu menjadi festival jazz tahunan tahunan kelas dunia yang diadakan setiap akhir pekan pertama di bulan Mei yang menampilkan beberapa aksi jazz muda terbaik yang didukung secara global oleh para penatua jazz. Tempat-tempat lain sebelumnya termasuk The Karangkraf Ampitheatre (2013), Putrajaya International Convention Center (2014), Jalan Mesui (2015) dan baru-baru ini, Dataran Merdeka Kuala Lumpur (2016).

    WYJF 2015 dibandingkan dengan penggemar jazz dengan New Orleans Jazz Festival di Bourbon Street, yang secara luas dianggap sebagai tempat kelahiran jazz. Tahun 2019 ini merupakan World Youth Jazz Festival ke-8 menampilkan beberapa artis lokal dan internasional terbaik dari seluruh dunia. Berikut adalah daftar Musisi jazz yang tampil:
    Margasatwa (Malaysia) • Kontra Lokal (Malaysia) • Pemain Lapangan (Malaysia) • Michal Martyniuk Quartet (Polandia) • Daya Quintet (Indonesia) • Gilang Ramadhan (Indonesia) • Ensemble Remaja GRSB (Malaysia) • Goochu (Korea) • Dani (Malaysia) ) • Asia7 (Thailand) • Pharoahs of Neptune (Malaysia) • Ralyzzdig (Jepang) • Newblood (Indonesia) • Ringga Hardika (Indonesia) • Jazz Ampang Jam (Malaysia)

    Mungkin Jazzer sudah tahu kalau festival ini merupakan festival jazz terbesar seantero Malaysia. Bertempat di Clock Tower, Medan Pasar- di pusat kota Kuala Lumpur, festival memang didukung sepenuhnya oleh pemerintah Malaysia sebagai apresiasi untuk para penggiat jazz khususnya Musisi jazz yang berusia muda. Di festival jazz yang menampilkan Musisi dari berbagai belahan negara, diantaranya Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Thailand dan Polandia.

    Ringga Hardika

    Ringga Hardika, seorang Bassist dari Bandung Indonesia, diundang untuk berkolaborasi dengan musisi-musisi Malaysia dan Jepang dalam World Youth Jazz Festival Malaysia. Konsep yang ditampilkan oleh Ringga Hardika adalah memurnikan kembali jazz yang benar-benar berasal dari akar jazz itu sendiri. Kebanyakan orang menganggap klasik jazz, namun disuguhkan dengan harmoni jazz modern. Ringga Hardika membawakan impromptu dua buah masterpiece berirama blues dan funk.

    Mari kita doakan semoga Ringga Hardika dan musisi Indonesia lainnya dapat meraih kesuksesan dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia jazz internasional. Sampai jumpa di festival jazz selanjutnya! 

    10.5.19

    Buka Puasa di Wingz O Wingz Cimahi, Kenyang Banget!

    Wingz O Wingz

    Hello sobat nomnom, gimana nih puasanya? Lancar kan? Btw saya itu udah jarang banget buka puasa di luar karena males kena macet dan temen-temen udah jauh, lagian punya anak jadi masih agak rempong. Ya, paling bukber sama sahabat yang rumahnya dekat dan pastinya sama Suami dan anak lah. Hari kedua puasa, kami dari Bandung Timur udah niat buka diluar karena kalau masak pasti bakal capek. Akhirnya saya keidean untuk ngajak Suami buka di Wingz O Wingz jalan Gatot Subroto Cimahi (Sebelah kiri jalan, sebelum belokan jalan Lurah).


    Wingz O Wingz

    Wingz O Wingz

    Wingz O Wingz Cimahi ini masih terbilang baru buka dan kelihatan selalu banyak pengunjung karena lokasi strategis dilewati angkot dan mudah parkir bagi yang bawa motor. Pas masuk oh ternyata fast food ya, tapi semi fast food karena Waiter dan Waitress nya nyamperin menu dan mencatat pesanan dengan menggunakan sejenis gadget gitu, canggih! Kami memesan Combo 1, Combo delux dan Lemon Yakult.

    Wingz O Wingz


    Wingz O Wingz

    Suasana saat itu sudah ramai, Waiter sangat sibuk  menangani pesanan dine in dan take a way Mamang Ojek Online. Saat beduk Magrib berkumandang, minuman disajikan, jadi paket Combo sudah termasuk minuman guys, kami memilih ice tea dan ice lemon tea, keduanya nyegerin banget. Pesanan datang dan wow menu Combo deluxe banyak banget! Nasinya pulen melimpah, porsi nasi kayak nasi Padang haha. Scramble egg nya lunak, cocok untuk Gen dan Chicken Katsunya juga gede, sayang daging ayamnya tipis, kebanyakan terigu dan tepung panirnya!

    Wingz O Wingz

    Untuk menu Combo 1 ada pilihan mau pakai nasi atau kentang reguler/wedges/spiral (beda harga). Suami pilih kentang dan Chicken Wings saus pepper cheese gitu dan kentangnya tipe spiral. Ternyata yang dimaksud saus itu kayak bumbu, bumbunya kering dan enak banget, gurih meresap melapisi 4 Chicken Wings, kentang spiralnya juga berbumbu enak. Kalau nanti kesini lagi saya akan lebih pilih paket combo 1 daripada combo deluxe meskipun harganya lebih mahal.


    Wingz O Wingz

    Oh ya, setelah makan kami juga menikmati Lemon Yakult yang asemnya seger banget! Pokoknya bukber kemarin sukses banget, jadi pengen coba semua menu yang ada di Wingz O Wingz, penasaran ama bumbu atau aneka saus Chicken Wings nya. Makan segitu kenyang cuma habis Rp 73.000 saja dan itu murah dibanding makan bancakan Seafood yang nasinya seuprit haha.



    Kami suka Wingz O Wingz karena tempatnya strategis, niat banget dekorasinya, cukup instagramable cuma agak gelap lah, bersih, nyaman, harga terjangkau, rasa berkualitas, varian menu banyak, pelayanan cepat dan ramah. Oke deh guys, sekian review tempat makan enak dan murah di Cimahi, jangan gengsi makan yang terjangkau ya guys karena semahal apapun makanannya besok dikeluarin lagi. Tunggu review lainnya ya!

    Baca juga dong kaka:

    9.5.19

    Menyantap Nikmatnya Mie Baso Kabayan


    Hello Baso mania, sebelum puasa saya mudik dulu ke rumah Mama, karena perjalanan yang lumayan jauh, kita jadi kelaperan. Sambil nunggu adik di daerah Alun-alun Ujung Berung, kami cari Baso dulu, tapi pengen yang tempatnya nyaman karena bawa Gen dan banyak barang. Alhamdulillah nemu tempat makan enak dekat Masjid Raya Ujung Berung, pokoknya masuk melewati gerbang utama Masjid, lurus terus sampai nemu pertigaan, tempatnya tepat di pertigaan, namanya Mie Baso Kabayan, Sunda pisan euy!

    Karena masih Jumatan, awalnya kami ragu karena tempatnya tertutup, lalu bertanya pada Teteh yang sedang membuat pesanan, apakah sudah buka dan ternyata sudah, kami dipersilakan masuk. Ternyata tempatnya nyaman kayak Cafe gitu, banyak kursi dan kami memilih di sofa yang empuk biar Gen bisa rebahan hehe. Sebenarnya menu disini tuh banyak dan lengkap, dari makanan sampai minuman juga ada. Akhirnya kami pesan Mie Baso Cincang untuk Mama 17k, es teh manis 6k, Mie Ayam Baso Keju 21k dan es jeruk 9k, harganya terbilang murah meriah ya.

    Tak lama setelah beres Jumatan, pegawai laki-laki mulai berdatangan dan bergegas melayani pelanggan yang mulai memenuhi kursi. Saat pesanan datang, pegawainya ramah sekali, mengucapkan salam dan memberi tahu nama pesanan, benar-benar formal seperti di restoran. Baiklah, sekarang mari kita coba review Mie Baso Kabayan:


    Mie Baso Cincangnya berwarna hijau, saya suka sekali lho Mie hijau kayak gini, mengandung sayuran. Mienya kenyal dan lembut, basonya juga enak dan porsinya banyak sih. Sedangkan untuk Mie Ayam Baso keju porsinya lebih banyak lagi, mienya tebal dan kayak yamien gitu, airnya sedikit, ayamnya benerab fillet jadi nggak ada tulangnya, baso kejunya juga enak dan gurih. Untuk minumannya benar-benar manis dan menyegarkan.

    Saya puas sekali ngebaso disini, mungkin nanti akan pesan Mie Baso Urat kali ya karena saya lebih suka tekstur mie baso daripada mie ayamnya. Tempatnya nyaman, ngebaso jadi nggak buru-buru, pelayanan ramah dan harganya terjangkau, tunggu review kuliner lainnya ya!

    7.5.19

    Kisah Tentang Benda-benda Mati yang Pernah Kita Sayangi


    Dear readers, sudah dua tahun saya nggak puasa karena menyusui. Alhamdulillah tahun ini bisa mulai puasa lagi karena sudah sukses weaning with love, pas banget ya nggak usah diet paska menyusui karena perut dibawa puasa langsung kempes, lemak horizontal berganti dengan otot perut vertikal seperti dahulu kala, sebelum hamil hihi.  Saya berharap semoga puasa tahun ini membawa keberkahan dan melatih kesabaran dalam menahan nafsu duniawi, mengingat saudara-saudara kita masih banyak yang kelaparan, hiks. 

    Mumpung Gen banyak yang ngasuh jadi saya produktif banget nih nulis blog. Tiba-tiba aja bangun tidur keingetan sama kisah Marie Kondo yang hp nya tiba-tiba mati setelah tidak digunakan. Jadi beberapa bulan lalu saya suka banget baca bukunya Marie Kondo yang terkenal itu. Dalam buku tersebut, saya tidak terlalu fokus pada cara Marie melipat baju dan jangan pikir Marie yang akan bebenah untuk kliennya, tapi saya justru mendapat insight baru soal  seni bebenah, sampai buka fengshui dulu saat mendekor kamar. 

    Marie pernah berkisah tentang pengalaman ajaibnya yang diluar nalar. Dulu Marie punya hp kesayangan yang ia rawat dengan baik, saat akan ugrade hp, Marie mengirim sms ke hp lamanya tersebut, isi pesannya adalah ungkapan terima kasih atas jasa hp tersebut selama ini telah menemaninya dan Marie sangat suka sekali dengan hp jadul tersebut. Setelah Marie membaca sms dari hp lamanya tersebut, tiba-tiba hp nya mati dan nggak bisa dihidupkan kembali. Duh, benda mati yang kita sayang pun seolah punya nyawa dan bilang, tugasku telah selesai, selamat tinggal, lalu mati kemudian.

    Ternyata hal tersebut selalu saya dan Suami alami. Setiap hp yg udah kita kasihin ke orang, tiba-tiba rusak atau mati begitu saja! Saya jarang ganti hp, bisa 2 sampai 4 tahun baru ganti, kondisinya masih mulus, beterai belum drop dan ganti juga karena kebutuhan harus upgrade ke hp baru. Daripada dibuang sayang, saya kasihkan ke saudara atau keluarga, tapi anehnya hp-hp tersebut suka rusak atau bahkan mati hiks.


    Hp Sony Ericsson seri T zaman SMK kelas dua yang merupakan hp pertama saya, ketika dikasihkan batere nya drop seketika kemudian Hp Sony Ericsson Yendo, di akhir kuliah memang saya kurang menyukainya karena bukan android dan nggak tersedia fitur wifi cuma bertahan setahun lebih, tiba-tiba error sendiri. 

    Hp LG L3, hp android pertama saya hasil menang kuis, harusnya hadiahnya Summer trip ke Korea, tapi karena hadiah dibatalkan, uangnya saya beliin hp. Hp LG itu imut banget, saya suka dan pernah nggak sengaja kecebur wc, tapi hp itu tetap beroperasi dengan baik. Namun saat dikasihin eh malah rusak. 

    Kemudian saya menang kuis dapet hp Xiaomi redmi 1 yang dipakai selama 2 tahun. Setelah punya anak, Suami membelikan hp Xiaomi redmi note 4 yang sekarang saya pakai. Otomatis redmi 1 saya kasihkan ke Mama, sambil menunggu Mama datang ngambil hp, kira-kira seminggu kemudian, hp redmi yang saya matikan itu setelah diterima Mama langsung ngedrop baterai nya, padahal hp itu nggak rusak sama sekali, masa sih saya kasih hp butut, toh Mama cuma butuh WA saja kan.

    Saat saya dapat redmi 1 itu, ada rezeki nomplok saya dapat kuis lagi menang hp android Samsung J1 yang saya berikan ke Suami, hp lama Suami namanya Asiafone, dikasihin lah ke saudara. Saat diberikan tiba-tiba baterai nya kembung, menggendut gitu, miris. Padahal sebelumnya baterainya baik-baik saja. 

    Mungkin karena kita suka, kita sayang dan merawatnya dengan baik, kondisi hp akan tetep bagus, tapi ketika dikasihin tiba-tiba batrenya drop lah, error, bahkan mati. Selain hp, bass nya Suami juga tiba-tiba jatuh, patah sendiri ketika bass legendaris tersebut sudah tidak bisa mengimbangi skill suami lagi. Komputernya Suami yang juga sudah tidak bisa mengimbangi membuat musik juga tidak bisa nyala saat diberikan kepada adik. Kok bisa gitu ya?

    Kalau ngasih nggak ikhlas sih nggak mungkin ya, karena kita selalu mendapat gantinya terlebih dahulu yang lebih bagus. Lagian ngasihnya juga masih layak pakai, bukan barang rusak yang dikasih, tapi ajaibnya setiap dikasihin ke orang selalu aja nggak bertahan lama. Tapi pertanyaannya, kenapa dengan baju atau sepatu, barang-barang lain kok nggak rusak?

    Saya membereskan berkantung-kantung baju dan sepatu yang sudah tidak menimbukan spark joy, daripada tidak berfaedah dan dihisab kelak, lebih baik saya sumbangkan saja. Awalnya ke saudara, nanti kalau mereka tidak suka bisa disumbangkan untuk orang lain yang membutuhkan. Seneng deh ketemu baju-baju lama yang dipakai orang lain, seolah baju itu bahagia tak disimpan di lemari mulu. Apakah karena baju dan sepatu tidak selengket kita dengan hp? chemistry nya kurang? Emang sih saya tipe yang apik gitu, nggak pernah nge-charge sambil pakai, selalu dimatikan di pagi hari, sehingga baterai nya awet. 


    Saya baru sadar sekarang, tepatnya kemarin. Jadi agak sedih nggak sempet bilang makasih secara formalπŸ˜ŒπŸ™πŸΌπŸ˜­ ke benda-benda yang udah kita sayang, padahal hp saya sudah menghasilkan banyak uang πŸ˜‚. Benda aja bisa rusak padahal kita udah ikhlas, bagaimana dengan hubungan yang tidak baik antar sesama manusia ya? Misal pacar selingkuh apakah harus kita ikhlasin supaya error? lol.  

    Setiap benda emang ada umurnya, bukan bermaksud aliran dinamisme ya, tapi berkaca dari pengalaman tersebut saya harus:
    • Bersyukur atas apa yang dimiliki
    • Membeli apa yang dibutuhkan
    • Membeli karena kita suka dan akan kita gunakan
    • Merawat apapun yang kita sayang dan telah membantu mempermudah hidup kita
    • Mengucapkan rasa terima kasih pada benda yang akan disumbangkan
    Melalui blog ini saya jadi ingin bilang makasih ke semua benda yang pernah saya sukai, saya pakai dan rawat, sampai jumpa lagi! So, apakah teman-teman punya benda kesayangan? pernah mengalami hal serupa? Pembaca kece selalu menuliskan komentarnya. 

    Read more:

    6.5.19

    Weaning with love: Inilah 7 Cara Sukses Menyapih dengan Cinta dan Minim Drama


    Dear Parents, sebelum hamil saya sudah banyak membaca buku sampai kemarin baca resensi karya surealis nya Opa Murakami jadi semakin yakin kalau anak adalah cerminan Ibunya ketika hamil. Ibu yang stress saat hamil bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan tumbuh kembang pada Sang buah hati kelak. Saya pernah melihat sendiri sih Ibu yang waktu hamil stress berat ngaruh ke anaknya, makanya bersyukur banget dulu kekeuh nggak mau nikah pakai utang, karena nggak enak banget kalau saya hamil sambil mikirin utang resepsi, ya kan? Selain itu persiapan kehamilan juga penting banget karena sebaiknya setiap anak yang lahir ke dunia itu benar-benar dinantikan kehadirannya. 

    Saya aja yang nggak mau langsung punya anak setelah nikah (Honeymoon dulu, ngumpulin dana darurat dulu) pernah nangis kesel dua kali selama hamil. Semua tercatat rapi di Buku Harian Kehamilan, saat itu kejadiannya diluar kendali saya soalnya overall saya hamil tuh happy banget, nggak morning sickness, jalan-jalan mulu dan kulineran sama Suami. Ya, bisa dibilang 99% saya berhasil membuat momen kehamilan nyaman dan minim drama dan menghindari orang-orang yang bisa memancing emosi. Hal tersebut juga sangat memengaruhi proses melahirkan yang cepat, lancar dan minim trauma.

    Saat hamil, saya berdoa agar ASI nya cukup, nggak usah tumpah-tumpah lah, ngerepotin heheu. Alhamdulillah doa tersebut dikabulkan Allah.  Jujur, dulu pas awal menyusui Gen untuk pertama kali saya bergumam dalam hati, wah perjuangan dimulai nih. Saat menyusui Gen saya suka liatin wajah dia, tapi dia nggak mau lihat saya, katanya kontak mata adalah koentji. Tapi karena saya juga bosen  nonon lagi nonon lagi, jadinya brexting deh, harusnya nggak boleh sih tapi daripada stress mikirin kerjaan rumah tangga yang menggunung yaudah saya mobile blogging, berkat ngblog saya happy dan Gen jadi sering merhatiin saya, pas dilihatin lagi dianya kayak malu dan mengalihkan pernglihatannya ke tempat lain, uh dasar bocil.

    Selama menyusui, hanya 3 kali terkena Mastitis (bengkak payudara) seperti meriang panas dingin dan demam, tapi so far menyusui Gen menyenangkan, nggak pernah puting lecet, berdarah apalagi digigit. Hal yang menyedihkan hanya saat saya terkena cacar air, nggak sakit tapi sedih banget, capek harus ngurus diri sendiri dan anak, sampai mandiin Gen fuih, nggak nyangka saya kuat sekali. Kalau orang lain nggak mau anaknya cepet gede, waktu cacar saya pengen Gen cepet gede saking capeknya ngurus anak sendiri dan terpaksa mendengarkan kalimat yang tidak disukai Ibu menyusui yang sensitif. Untunglah saya tetap keras kepala menyusui Gen secara langsung selama 2 tahun karena Mama juga menyusui saya selama 2 tahun.

    Fase selanjutnya adalah menyapih yang kata orang-orang bisa penuh drama seperti anak rewel di malam hari. Saya dan Suami bekerjasama lagi, sudah antisipasi sejak awal tahun, Gen berusia 19 bulan, kami mulai sounding dengan:
    "Gen, nanti kalau udah 2 tahun kamu nggak boleh nonon ya"
    Gen hanya diam
    "Tuh liat Gen, yang nonon itu dede bayi, Gentra dede bayi bukan?"
    "Bukan"
    "Gentra udah besar, nononnya sebentar aja ya, jangan lama-lama nanti nononnya abis"
    "Nononnya sebentar aja ya, jangan lama-lama nanti nononnya abis"

    Akhirnya Gen bisa mengulangi kata-kata kami dan menggunakan kalimat tersebut kalau merayu mau nonon, kalau masih minta juga kasih lihat video Gorila nonon hahha. Kami terus mengatakan mantra ajaib itu sebelum nonon, emang sih Gen udah feeling, jadi nononnya makin lama. Nonon emang jadi senjata ampuh untuk menidurkan Gen di siang atau di malam hari.

    Hari berganti hari dan bulan berganti bulan, nggak kerasa udah bulan April lagi dan mendekati tenggang waktu menyusui. Saya emang ingin menyapih Gen sebelum atau pas 2 tahun. Sebagai Mommy milenial, saya ingin merdeka dong haha. Akan tetapi, saya juga terlanjur baca-baca natural mom and baby tentang Weaning with love alias menyapih dengan cinta. Alhamdulillah saya hidup di zaman canggih sehingga informasi terbaru mudah diakses, salah satunya proses menyapih tanpa white lies.


    Pengalaman teman-teman saat menyapih masih mengikuti cara kuno para tetua sejak zaman dahulu kala, mereka menyapih anaknya dengan mengoleskan sesuatu ke payudara seperti batrawali yang pahit hingga obat luka. Toh Si Gen belum punya adik, nggak darurat harus nyapih buru-buru kan? Jadi Saya tidak mau seperti itu, Inilah 7 Cara Sukses Menyapih dengan Cinta dan Minim Drama:

    1. Sounding jauh-jauh hari
    2. Pisahkan tempat tidur anak
    3. Biarkan anak tidur ditemani Ayahnya, jangan dekat Ibunya
    4. Siang hari ajak anak bermain sampai lelah
    5. Kalau anak haus minum air putih dan suruh banyak makan, sediakan camilan
    6. Ganti ASI dengan susu formula atau UHT
    7. Kasih video Gorila lagi nonon
    Saat siang hari anak lupa menyusui karena anteng bermain, jika malam hari biarkan tidur dengan papinya. Sejak 1,5 tahun Gen sudah dikasih susu UHT karena praktis, pemberiannya dibatasi karena takut mencret, sekitar 1-3 kali, anggap sebagai hiburan Gen haha. Lambat laun Gen nggak minta nonon di siang hari lalu malam hari juga bisa tidur tanpa nonon, paling kalau lagi rewel atau nangis masih minta nonon sebentar sebelum bobo siang.

    Saya suka bertanya-tanya nanti gimana ya nyuruh Gen bobo siang tanpa nonon? Ternyata anak harus capek main terlebih dahulu, nanti Gen minta ke kamar dan bisa bobo sendiri yeay. Puncaknya, karena ada mudik dadakan, saya menawari Gen nonon di mobil ternyata dia udah nggak mau. Alhamdulillah menyapih Gen disaat yang tepat, Mami ikhlas, Gen ikhlas dan Papi dapet kabar gembira lol. Jadi, Gen disapih tepat di usianya yang kedua di penanggalan kalender hijriyah, 11 hari lebih cepat dibandingkan usia di kalender masehi. 

    Gimana nafsu makan Mommy? Alhamdulillah nggak kayak pas menyusui dulu, sekarang saya cenderung malas makan karena harus masak dan menyuapi Gen terlebih dahulu. Kalau saya makan duluan biasanya lebih nafsu makan, sih. Jadi cara diet alami Ibu yang sudah tidak menyusui adalah dengan makan terakhir aja haha. Berkat menyapih saya bisa leluasa senam lagi, melukis lagi bahkan ninggalin Gen 6 jam untuk nge-date sama Suami nonton Avengers (yang durasinya lebih lama dari film India itu) di bioskop saat wedding anniversary

    Alhamdulillah senang rasanya menyusui langsung selama dua tahun. Semoga Ibu menyusui semuanya tetap semangat menyusui dan bisa mengambil hikmah dari pengalaman saya menyapih dengan cinta dan minim drama, jika ada tips menyapih lainnya tolong tulis di kolom komentar ya, terima kasih dan good luck!


    Read more:

    5.5.19

    Pengalaman Menggunakan Raiku Brightening Series



    Dear Beauties, ketemu lagi di beauty tips ala Mami Sandra. Kebetulan krim siang malam saya habis, jadi kali ini saya memilih perawatan kulit wajah dari brand lokal terbaru yaitu Raiku. Hal yang perlu kalian ketahui nih, semua produk Raiku tuh diformulasikan dengan bahan berkualitas tinggi tanpa kandungan paraben dan senyawa berbahaya.

    Proses pembuatan Raiku juga diawasi dengan seksama dan dipastikan memiliki sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dari BPOM, Manajemen Standar Mutu ISO 9001:2008, Manajemen Standar Keamanan Lingkungan ISO 14001:2004, Occupational Health & Safety Management System ISO 18001, Jaminan Halal dari MUI sertaInternational Good Manufacturing Practice ISO 22716 untuk menjamin keamanan produk Raiku.


    Raiku mengeluarkan tiga rangkaian produk, yaitu Cleansing Series, Anti Aging Series dan Brightening Series. Nah, saya pesan yang Raiku Anti Aging series tapi karena stoknya lagi kosong maka pilihan jatuh pada varian Raiku Brightening Series yang terdiri dari toner, serum, krim pagi dan malam. Happy reading ya! 



    Raiku Brightening Toner 
    Saya menggunakan Raiku Brightening Toner untuk mengangkat sisa-sisa kotoran di wajah supaya memastikan wajah lebih bersih. Toner nya bisa di simpan di lemari pendingin lho, supaya pada saat pemakaian akan terasa cooling sensation. Cara pakainya gampang banget, tuang toner di kapas lalu tepuk-tepuk lalu swipe diwajah. Tapi saya kadang nggak pakai kapas juga bisa, asal pastikan wajah sudah bersih.


    Raiku Brightening Serum
    Setelah itu, saya menggunakan  Raiku Brightening Serum. Brightening Serumnya memiliki tekstur yang paling berbeda karena berbentuk seperti watery gel yang berwarna putih Mutiara. Meskipun teksturnya yang watery namun tetap seperti gel menjadikan serum ini lebih cepat menyerap kedalam kulit wajah. Dikemas dalam kemasan yang memiliki aplikator seperti pipet jadi memudahkan untuk mengukur seberapa banyak serum yang mau dipakai. Gunakan Brightening Serum sebanyak dua drops lalu ratakan di kulit wajah, serunya lagi serum ini tidak lengket!



    Raiku Brightening Morning Cream
    Lanjut menggunakan Brightening Morning Cream yang mengandung SPF 15 sehingga membuat kita siap melakukan aktivitas selama seharian penuh dibawah sinar matahari. Memiliki konsistensi seperti cream jadi lebih mudah terserap dan tidak meninggalkan hasil akhir yang berminyak namun tetap menjadikan wajah terasa lembab dan kenyal.



    Raiku Brightening Night Cream
    Untuk malam hari biasanya saya awali dengan membersihkan wajah dari sisa makeup/skincare atau kotoran seharian, dilanjutkan dengan Brightening Toner dan Brightening Serum lalu Brightening Night Cream yang memiliki konsistensi lebih buttery sehingga tidak menghasilkan efek berminyak namun tetap membuat kulit lembab semalaman.

    Seluruh produk Raiku Brightening Series mengandung:

    • Niacinamide: Jenis Vitamin B yang dapat membantu melembabkan wajah sehingga dapat menyamarkan noda dan keriput. Zat ini juga membantu mencerahkan dan meratakan warna kulit.
    • Rice Extract (Ekstra Beras): Mengandung antioksidan alami, ekstrak beras meminimalisir kerusakan karena radikal bebas dari lingkungan atau sengatan sinar matahari. kandungan ini juga membantu wajah terlihat lebih bercahaya.
    • AHA: Senyawa asam yang berperan sebagai eksfoliator yang baik untuk membantu wajah menjadi cerah serrta mengatasi masalah pigmentasi.
    • Safflower: Minyak Safflower mengandung asam linoleat yang membantu mengunci kelembaban wajah serta membantu wajah terlihat lebih bercahaya.

    Untuk harga Raiku Brightening Series, yang terdiri dari Brightening Toner (100 ml) Rp 98.000,- Brightening Serum (30 ml) Rp 148.000,- Brightening Morning Cream (40 gr) Rp 98.000,- dan Brightening Night Cream (40 gr) Rp 98.000,-.  Harga tersebut bisa dibilang sangat terjangkau karena pemakaiannya cukup sedikit saja sehingga awet untuk perawatan 1 hingga 2 bulan. 


    Cara pemakaian Raiku Brightening Series 

    Saya suka sama kemasan Raiku yang simple dan artsy. Jangan lupa saat digunakan beri jeda agar hasil maksimal. Pengalaman memakai Raiku Brightening Series selama hampir dua minggu ini saya merasakan perawatan yang sangat ringan, tidak lengket dan tidak menimbulkan efek negatif seperti jerawatan atau break out. Tunggu efek mencerahkannya di update nanti ya! Untuk informasi selanjutnya kalian bisa cek sosial media Raiku, sampai jumpa di review selanjutnya! 


     Raiku Beauty:

    4.5.19

    Pantai Batu Karas itu bagus nggak ya?


    Dear Travelmate, sebenarnya judul ini lebih cocok dibilang mudik sambil piknik sih. Jadi, itu entah kenapa saya merenung (halah) tentang traveling. Kok selama ini saya lebih banyak mikirin traveling buat diri sendiri ya? Saya sempat candu dan nggak mikirin value buat apa traveling? Ada beban bepergian yang belum lunas yaitu ngajak keluarga mudik ke kampung halaman Mama. Karena disana masih ada Nenek saya dan rasanya ingin sekali mempertemukan Gen ke Mak Uyut, mumpung Gen masih punya Buyut.

    Pas ada long weekend bulan lalu, tiba-tiba saya langsung ngajakin sekeluarga buat mudik. Saya merogoh tabungan sendiri untuk membiayai perjalanan tersebut dan rasanya puas dan lega banget. Dengan ngajak keluarga mudik, saya mengikis ego untuk nggak mikirin bepergian untuk diri sendiri saja. Masak bulan madu ke Jogja, ke Bali, ke Belitung, tapi mempertemukan Gen dengan Buyutnya saja ogah-ogahan? Apalagi kalau berhasil memberangkatkan Ortu Umroh atau Haji kali ya, pasti rasanya senang banget. Ngajak keluarga mudik aja dulu, biar nanti kalau Umroh dan keliling dunia udah nggak ada beban lagi,  bebassss. Mudik nggak wajib nunggu lebaran kan? Nggak harus nunggu THR cair kan? Yang penting ada uang, berangkat tanpa macet, tanpa mahal dan menikmati tanpa buru-buru. 

    Terakhir mudik itu tahun 2010, buset udah lama bangettttt. Kami berangkat Jumat dini hari menggunakan kendaraan roda empat, tujuan pertama kami adalah piknik dulu ke Pantai Batu Karas di Cijulang, selatan Jawa Barat. Saya emang udah terobsesi pengen ke Batu Karas sejak dulu kala, karena terlanjur bosen banget sama keriuhan pantai Pananjung Pangandaran. Sejak kecil kalau mudik pasti mainnya ke Pangandaran. Pernah tuh saking betenya, saya nekad naik perahu sendirian karena pengen banget lihat yang namanya pasir putihnya Pangandaran. Dua tahun setelahnya saya menjelajahi kepulauan Karimun Jawa yang udah kayak miniatur Raja Ampat-nya pulau Jawa, juga Maladewa juga (kayak yang udah pernah ke Maldives aja lol), ah pokoknya crystal clear water dimana-mana.

    Saat sholat Subuh berjamaah di Masjid terkenal di Tasikmalaya, sandal Mama diambil orang, buset cepet banget itu Maling, padahal bukan sandal bagus. Saya sekarang baru percaya jika Maling sandal itu beneran ada haha. Kami melanjutkan perjalanan, saat mulai menuju Pantai Pangandaran, jalanan berkelok-kelok membuat saya pusing dan ingin muntah dan untung nggak muntah di mobil. Emang sih katanya Pangandaran terbaru lebih tertib tapi karena udah pernah jadi pengen ke Pantai Batu Karas aja yang ternyata masih 30 km dari pantai Pangandaran, masih jauh pemirsa, ibarat dari Bandung menuju Gunung Tangkuban Parahu. Jalannya mulus jadi jam 9 akhirnya kita udah sampai di pantai Batu Karas yeay!


    Saat memasuki Gerbang Pantai Batu Karas, kami membayar Tiket Rp 50.000 untuk mini bus dan tambahan Rp 15.000 untuk Asuransi serta retribusi kalau nggak salah. Jadi total tiket masuk Pantai Batu Karas per April 2019 adalah Rp 65.000. Jika dibandingkan dengan pantai-pantai di Karimunjawa, Bali dan Belitung yang lebih pantai perawan, tiket masuknya jauh lebih murah dan gratis. Ya, saya berharap sih jika tiket masuk ini juga berkontribusi pada peningkatan fasilitas wisata dan kesejahteraan masyarakat lokal. Emang sih tempat wisata di Jawa Barat relatif lebih mahal dibandingkan dengan yang lain, masih belum sepadan sama UMK nya tapi karena provinsi termaju dengan akses jalan yang lebih baik mengingat Pantai nya orang Bandung jadi terasa lebih mahal.


    Asa teu pantes eta motor parkir didinya, jang naon aya tulisan

    Tidak ada penunjuk jalan yang diarahkan kami harus parkir dimana dan sebelah mana pantainya. Setelah belok ke arah kanan, akhirnya mulai terlihat hotel-hotel, lalu ditemukan sang pantai yang dirindukan. Di depan pantai Batu Karas, ada parkiran yang sudah mulai dipadati wisatawan, kami parkir dan sarapan dulu. Setelah itu baru deh main ke Pantai. Sekilas tentang Pantai Batu Karas ingatkan saya di Pantai Padang-Padang di Bali, suasananya sejuk dengan semilir angin. Kami bermain ombak dan pasir, Gen seneng yang paling penting, karena momen ini juga jadi peluang saya sukses menyapih Gen tanpa drama haha.

    Sayang pantai ini jauh dan masih banyak sampah. Pantai Batu Karas memiliki ombak yang lumayan seperti pantai Pangandaran, pasir cokelat tua dan cocok untuk aktivitas surfing pemula. Emang sih disini ketemu beberapa Bule yang lagi surfing juga. Mohon maaf ternyata pantai Batu Karas belum sesuai dengan ekspektasi saya, tidak sesuai dengan apa yang dikatakan orang-orang.



    • Pertama, dengan tiket masuk segitu dan pengunjung yang tidak pernah sepi, kondisi pantai belum seperti pantai komersil untuk wisata. Minimnya petunjuk jalan, banyak sampah untuk ukuran pantai terkenal di Jawa Barat, progresnya sangat lambat.
    • Kedua, fasilitas toilet umum atau kamar bilas masih kurang layak, sangat kotor, pintu tidak bisa dikunci, banyak jentik nyamuk dan airnya kurang bersih. Sementara cuci kaki saja bayar, sangat disayangkan untuk pengelolaannya yang asal-asalan.
    • Ketiga, apalagi yang perlu di jelajahi? Saya browsing katanya ada hutan bakau instagenic tapi roda empat harus parkir jauh lalu naik ojek Rp 10.000 sekali jalan, sayang sekali sih fasilitas belum optimal.


    Piknik ke Batu Karas

    Piknik ke Batu Karas

    Ya, cukup tahu aja, kalau liburan bertiga ama Gen lebih baik ke Bali sekalian, jarak tempuh dekat dengan pesawat hehe. Semoga pengelola dapat lebih baik lagi dalam memaksimalkan potensi Pantai Batu Karas, karena lokasi yang sangat jauh harusnya bisa membuat orang tidak kecewa berkunjung kesini. Saya termasuk orang yang nggak mau berkunjung lagi kalau tempatnya biasa saja, kecuali kalau sudah banyak perubahan atau memang ada minat berkunjung kesana karena ada kepentingan dan value-nya.

    Sebelum beranjak dari pantai selepas Jumatan, kami dihibur oleh aneka jajanan di pantai Batu Karas. Makanan yang saya kangenin adalah PECEL, harganya Rp8.000 / pincuk kecil yang seharusnya tidak ada di tempat wisata paling murah Rp3.000 aja lol, enak juga biasa aja sih tapi lumayan berhasil kerinduan saya sama jajanan masa kecil di kampung halaman Rujak Rp 10.000, es krim kampung Rp 5.000, Baso kampung Rp 15.000, es kelapa muda Rp 7.000, banyak jajanan ala Bandung cuma emang kualitas Bandung Juara sih soal makanan, jadi soal rasa jangan berekspektasi terlalu tinggi.


    Ini namanya PECEL

    Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke Banjar sari dan Alhamdulillah selama mudik dan piknik ini lancar, akhir pekan yang panjang di tanggal tua adalah emas untuk kami menghindari kemacetan. Saya ternyata bisa ya menyenangkan hati keluarga, jika ada yang iri dengan saya, bodo amat, mungkin dia  sudah tahu jika hidup saya begitu bahagia dan sempurna. Sampai jumpa di petualangan selanjutnya!


    Baca juga yuk:

    1.5.19

    Generasi Milenial, Ayo Hijrah Secara Finansial!

    "Neng nikah, yuk!"
    "Ayo!"
    "Resepsinya sederhana saja ya, tanpa utang"
    "Baiklah, tapi setelah menikah ajak Neng honeymoon ya, Kang!"
    "Siap! Mau honeymoon kemana?"
    "Jogja, Bali, Lombok hmmm pokoknya ke tempat yang belum kita kunjungi, Kang"
    "Tenang saja, kita berdoa kepada Allah supaya rumah tangga kita diberikan rezeki yang halal, berkah dan banyak, agar bisa Haji, Umroh dan keliling dunia bersama"
    "Akang so sweet deh, oh iya Kang, sebelum kita memiliki anak, baiknya kita menikmati pacaran setelah menikah ya?"
    "Akang juga berpikiran sama dengan Neng, kita harus mempersiapkan fisik, mental, spiritual dan finansial seperti dana darurat sebelum memiliki anak"
    "Iya Kang, kita harus mandiri secara finansial agar tidak merepotkan orang tua apalagi setelah nanti punya anak, biaya hidup pasti akan meningkat"
    "Memang rezeki setiap anak itu sudah disiapkan oleh Allah, akan tetapi kita juga harus berusaha yang terbaik untuk anak kita dengan memiliki tabungan untuk masa depan nanti".
    "Iya Kang, jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah". 
    "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka... " (QS.4:9) 

    Beberapa tahun sebelumnya... 
    Pernahkah teman-teman mengalami life quarter crisis? Atau sekarang sedang mengalaminya? Life quarter crisis merupakan kondisi krisis, kegelisahan tentang karir, asmara, kondisi keuangan bahkan masalah keluarga yang sering dialami saat menginjak usia 25 sampai 35 tahun. Rentang usia tersebut bisa saja bersamaan dengan generasi milenial yang kini sedang produktif berkarya. Pertama kali saya mengenal istilah life quarter crisis saat membaca novel chic-lit di SMK, kala itu saya belum mengerti apa maksudnya. 

    Setelah dewasa saya baru sadar kalau masa-masa galau penuh pertentangan hidup itu sudah pernah saya alami jauh sebelum usia matang seperempat abad. Menurut para pakar, mengalami life quarter crisis sebelum usia 25 tahun akan lebih baik untuk menjadikan kita lebih kuat dan berani menikmati setiap langkah kehidupan. Inilah awal life quarter crisis dalam hidup saya... 

    Berasal dari keluarga sederhana, membuat saya harus rajin belajar dan berusaha lebih dari yang lain. Berkat kerja keras Bapak dan doa Mama yang tak terhingga, saya bisa masuk kuliah tanpa tes. Tak berhenti sampai disitu, saat kuliah saya berjualan kue buatan Mama dan mengejar beasiswa supaya meringankan beban orang tua yang juga harus membiayai pendidikan adik-adik saya. Di kampus saya fokus kuliah, jarang main bersama teman-teman karena saya ingin cepat lulus, bukan untuk mengejar predikat Cum-Laude tapi supaya orang tua saya tidak perlu membayar SPP dan kebutuhan kuliah lagi. Saya kemudian mendapat panggilan kerja di perusahaan ritel dan berbagai lembaga bimbingan belajar populer di Bandung, tapi hidup ini sebuah pilihan. Akhirnya saya memilih pekerjaan yang sesuai passion, bukan yang sesuai dengan jurusan kuliah. Lalu, apakah setelah bekerja hidup saya membaik? 

    Ternyata impian kadang tak seindah kenyataan, bekerja sesuai passion, tak hanya manis tapi sisi pahitnya juga ada, itu merupakan konsekuensi atas keputusan yang telah saya pilih. Gaji lebih banyak dikeluarkan untuk ongkos dan akhirnya saya harus sewa kamar kost dekat kantor untuk berhemat. Mungkin karena kurang beramal, saya seringkali kehilangan uang di kost-an sehingga tidak memiliki tabungan. Gaji bulanan sering tak bersisa, padahal saya tidak boros, hiks. Ditambah lagi masalah keluarga tak kunjung henti menyerang, menyiksa batin sampai saya sering sakit-sakitan dan kurus sekali.

    Meskipun sempat mengalami stres, saya tetap mengingat Allah, tidak berhenti berdoa meminta pertolongan Allah dan berusaha sekuat tenaga keluar dari kesedihan yang mendera. Alhamdulillah, saya bisa melewati hari-hari kelam itu dan ternyata jika kita berani mengahadapinya, semua akan terasa lebih mudah. 

    Foto Prewedding ala @art_sense

    Berani berhijrah
    Hari-hari saya berbunga kembali ketika lamaran pernikahan disampaikan pria impian yang sudah saya kenal dengan baik. Kami memantapkan hati melepas masa lajang tepat pada tanggal 2 Mei 2014. If the wedding is the planting and marriage is the season, kebahagiaan tidak cukup dalam sehari resepsi tapi berusaha bahagia harus setiap hari, sampai tua, hingga tempat keabadian nanti. 

    Kami menyempurnakan separuh agama dengan menikah secara sederhana namun penuh makna. Setelah menikah kami harus tinggal terpisah, saya di Bandung Timur dan Suami di Bandung Barat. Hal tersebut dikarenakan saya masih terikat kontrak kerja dimana jika resign harus membayar penalty ke perusahaan. Demi bertemu saya beberapa kali seminggu di kost-an, Suami rela keluar kerja dan memilih mengajar paruh waktu, padahal waktu itu Suami saya sudah menjadi Pegawai tetap di salah satu sekolah favorit. Kemudian saat Suami sakit, saya sedih sekali dan merasa berdosa tidak bisa melayani dan merawatnya dengan baik. 

    Akhirnya setelah lima bulan menahan rindu, saya sudah tidak kuat lagi dan mengundurkan diri dari perusahaan karena ingin tinggal bersama Suami. Berkat kekuasaan Allah, saya tidak perlu membayar penalty sepeser pun dan kabar gembiranya lagi, Suami mendapat pekerjaan baru yang sesuai passion-nya dengan gaji yang cukup membiayai hidup kami berdua bahkan jika saya tidak bekerja. Alhamdulillah berani hijrah itu lebih baik daripada harus hidup terpisah. 

    "Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS.4:100)

    Setelah tinggal satu atap, kami menikmati masa-masa bulan madu yang indah, berkarya bersama sambil menyiapkan berbagai hal sebelum menimang buah hati. Kami juga berusaha menularkan kebiasaan baik, salah satunya ialah menabung. Sebagai generasi milenial yang dipengaruhi (jebakan) gaya hidup dan sosial media, sering kali menabung butuh tekad yang sangat kuat demi masa tua yang sejahtera. Saya beruntung menikah dengan Akang Suami yang sudah telaten menabung sejak kecil.

    Dari berbagai sumber

    Berdasarkan pengalaman di masa lalu, memiliki kondisi keuangan yang buruk itu sangatlah tidak enak, jangankan untuk beramal, buat diri sendiri saja masih kekurangan dan saya tidak mau mengulanginya lagi. Sekarang saya telah menjadi seorang Istri yang juga merangkap sebagai Menteri Keuangan Rumah Tangga, harus bisa amanah dalam menjaga harta Suami. Menabung memang butuh proses, dari yang awalnya gaji hanya lewat, seiring berjalannya waktu, tabungan saya di Bank kian menggendut bahkan pernah melebihi nominal yang ada di rekening Suami :). 

    Hasil dari rajin menabung mulai terasa, mau tanggal muda, mau tanggal tua, mood tetap terjaga. Sampai-sampai seorang teman bertanya, berapa uang yang ditabung (bukan berapa uang yang saya habiskan untuk belanja) sehingga bisa membuat saya selalu terlihat bahagia? Memang, saya merasakan bahwa memiliki tabungan juga bisa membuat perasaan bahagia. Saat orang tua sakit dan membutuhkan bantuan finansial kita bisa membantu, saat saudara-saudara kita tertimpa bencana, bisa segera kita tolong. Ternyata bahagia itu bukan hanya menyenangkan diri sendiri tapi juga membahagiakan orang lain. Bahagia itu semudah tangan memasukan uang koin setiap bertemu kotak amal.


    Tips menabung untuk generasi milenial


    Hari demi hari pun berlalu, hingga munculah pertanyaan dalam diri ini, apakah cara saya menabung sudah membuat hati tenang? tiba-tiba ada rasa gundah gulana di dalam dada, saya segera berdiskusi dengan Suami untuk mencari penawarnya. Kami membaca kembali terjemahan ayat suci Al-quran yang khusus membahas ekonomi syariah serta membuka buku-buku zaman kuliah yang ditulis oleh para pakar. 

    Saat kuliah dulu, saya memang mempelajari semua mata kuliah yang berhubungan dengan ekonomi dan perbankan Syariah, sehingga sering mendapat tugas lapangan ke berbagai Lembaga Keuangan Syariah, akan tetapi saya merasa ilmu yang di dapat masih sangat kurang. Saya juga belum paham tentang seluk beluk perbankan syariah yang sesungguhnya. Memang waktu itu Perbankan syariah sedang menjadi buah bibir dan banyak bank syariah yang baru berdiri. 

    Nah, setelah rajin menabung dan kepikiran sama ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah, ternyata cara saya menabung belum sesuai dengan sistem syariah. Terlalu banyak memikirkan tabungan membuat kami bingung dan tak kunjung untung. Akhirnya percayakan sepenuhnya pada qodar Allah, yaitu Al-quran dan Hadis shahih agar tenang dan energi dapat digunakan untuk memikirkan hal lain. Apalagi waktu itu saya sedang hamil anak pertama. 
    "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat-ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan." (QS. 3:130)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli al-hashah dan jual beli gharar. (HR Muslim, Kitab Al-Buyu, Bab : Buthlaan Bai Al-Hashah wal Bai Alladzi Fihi Gharar, 1513) 

    "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu" (QS.4:29) 

    Suami mulai membuka rekening Bank Syariah sejak awal tahun 2016 dan di penghujung tahun 2016 akhirnya saya menutup rekening di bank terdahulu. Saya mengikhlaskan bunga Bank dan memindahkan tabungan dengan membuka rekening baru di bank syariah.  Kami melakukan resolusi keuangan besar-besaran pada tahun 2017, salah satunya adalah dengan memutuskan berusaha menghindari riba dan gharar atau ketidakjelasan. 

    Berdasarkan keyakinan kami bahwa rezeki Allah itu maha luas dan pengalaman diatas, sebagai seorang muslim kita harus bersyukur atas adanya sistem perbankan syariah, karena kalau bukan kita siapa lagi? Inilah 5 alasan kenapa generasi milenial harus hijrah dan menabung:
    1. Generasi milenial memiliki potensi yang besar dalam memajukan ekonomi yang sesuai syariah agar hidup lebih berkah. 
    2. Generasi milenial tak hanya dikenal dengan kecenderungan budaya konsumtif akan tetapi juga bisa sangat produktif dan mau belajar membangun aset masa depan.
    Hasil berhijrah

    Setiap orang memiliki jalan hijrahnya masing-masing, ada yang dimulai dengan memperbaiki penampilan, tingkah laku, ibadah bahkan dalam menjaga kesehatan keuangan. Inilah momen saya dan Suami berhijrah dengan saling mengingatkan dalam kebenaran. Hijrah bagaikan sebuah perjalanan berkelanjutan seumur hidup untuk berani lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan. Itulah mengapa Islam dikatakan sebagai jalan hidup karena semuanya sudah diatur oleh Allah. Hasil yang kami rasakan setelah berhijrah adalah nikmat kesehatan, ketenangan batin, kemudahan rezeki, diberikan kesempatan berkarya dan berbagi ilmu baik di dalam maupun di luar negeri.

    Bagaimana nih, generasi milenial sudah siap berhijrah? Yuk, jangan ditunda lagi. 

    COPYRIGHT © 2017 SANDRAARTSENSE | THEME BY RUMAH ES