• 5.5.16

    [Honeymoon Part 3] From Bali with Love

    Museum Bali Denpasar
    Dear Travelers… kali ini aku akan berbagi pengalaman menyenangkan dan sangat berkesan selama di Bali. Tahun baru kemarin aku punya wishlist ingin naik pesawat dan honeymoon sama suami ke Bali. Seneng deh soalnya honeymoon pertama pas jadi pengantin baru, kami pergi pake jeep keliling perkebunan teh Ciwidey, honeymoon kedua pas ulang tahun pernikahan kami naik kereta ke Jogja dan kemarin honeymoon ketiga kami pake pesawat ke Bali, a very happy our 2nd wedding anniversary…

    30 April 2016 [Day 1]
    Monumen Bom Bali yang ramai di malam hari
    Jauh hari kami sudah memesan tiketpesawat dan reservasi hotel supaya lebih aman dan nyaman selama di Bali. Seneng banget deh naik pesawat sama suami, bisa lihat awan dan lampu kota dari pesawat. Kami tiba di Bali pukul 20.00 Wita, terdapat perbedaan waktu satu jam dengan Bandung. Setelah sampai di terminal kedatangan domestik, hp dinyalakan dan waktu sudah tersetting secara otomatis. Kami segera memesan taksi dan menuju hotel untuk check in, perut sudah mulai terasa lapar dan kebetulan kami menginap di sekitar Jl. Legian yang sangat strategis. Setelah makan kami berfoto dulu di monumen Bom Bali, waktu itu malam minggu jadi situasinya sangat crowded dan macet. Kami melanjutkan perjalanan mengelilingi Jl. Legian yang sepanjang jalannya banyak toko souvenir, café, bar dan klub malam. Kemudian kami belok menuju Jl. Pantai Kuta dan kembali ke hotel, kami duduk dulu di pinggir kolam renang sambil menatap langit penuh bintang sebelum ke kamar untuk beristirahat. Kesan pertama di Bali, selain beradaptasi dengan cuacanya, kami juga berasa di luar negeri karena banyak banget wisatawan asing disini.

    1 Mei 2016 [Day 2]
    Gak nyangka udah 2 tahun nikah

    Pantai Kuta

    pacaran halal

    pacaran pagi-pagi di jalan Legian

    Menjelang subuh aku agak susah tidur karena suara ketawa bule-bule itu sampai terdengar ke hotel. Pada saat sudah sepi aku malas tidur lagi jadi segera bangun dan beriap-siap jalan pagi ke Pantai Kuta. Cukup berjalan 10 menit kami sudah sampai pantai Kuta horeeee sori ya agak lebay soalnya di Bandung gak ada pantai, jadi seneng banget nginjek pasir dan main di bibir pantai. Menurutku Pantai Kuta mirip Pantai Pangandaran, namun pasir Pantai Kuta lebih terang warnanya, banyak bule jogging pagi di Kuta. Karena masuk pantai gratis kali ya jadi kebersihannya kurang terjaga, tapi hari itu banyak aktivis lingkungan yang melakukan kegiatan bersih-bersih pantai.
    at Beachwalk

    Setelah puas main di Pantai Kuta kami melewati Beachwalk, mungkin kalau di Bandung seperti konsep Mall CiWalk atau Parijs Van Java. Karena mall nya belum buka (yaiyalah) kita kembali ke Hotel untuk berenang (lagi) kemudian mandi. Setelah sarapan di hotel, kami menyewa sepeda motor yang disediakan pihak hotel. Sekitar pukul 09.00 kami siap berpetualang menuju Bali Selatan yaitu daerah Uluwatu.

    pacaran setelah menikah

    Perjalanan dari Kuta menuju Uluwatu menggunakan sepeda motor sekitar 1 jam. Kami sempat nyasar dan meminta bantuan GPS. Untuk menghemat daya baterei Hp, kami jarang buka Hp (apalagi hanya untuk update status) supaya lebih menikmati suasana Bali. Kami melewati Universitas Udayana yang sejuk membelah perjalanan berbukit, kemudian di sebelah kiri Jl. Raya Uluwatu kami mendapati GWK Cultural Park, kami hanya berfoto di depannya saja karena kami merasa berdosa belum sempat mengunjungi Nu Art Gallery di Bandung, tempat workshop GWK Karya Pak Nyoman Nuarta. Mungkin lain nanti kami bisa main kesana.

    Pura Luhur Uluwatu

    bawa album baru karya suami

    abaikan wajah kami yang hinyay

    i love sound of shore


    Setelah melewati GWK, kami melewati Komplek Pecatu dimana terdapat Pantai Dreamland. Kami melanjutkan perjalanan menuju Pura Luhur Uluwatu dengan biaya parkir Rp 1000 dan Tiket Rp 20.000/orang. Sebelum memasuki area Pura Luhur Uluwatu kami diharuskan memakai Kain bagi yang memakai celana pendek, dan selendang bagi yang memakai celana panjang. Terdengar suara petugas yang selalu mengingatkan pengunjung untuk berhati-hati karena monyet disini agak nakal, untungnya selama perjalanan kami tidak bertemu monyet-monyet itu. Menurutku View Pura Luhur Uluwatu sangat menakjubkan karena kami bisa melihat Samudera dengan jelas, deburan ombak memecah karang dan suara angin laut yang membuat aku tak berhenti memuji keagungan semesta. Setelah puas berkeliling kami menyempatkan minum kelapa muda di warung sekitar sambil istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

    untung suka senam 
    berenang yuks

    Pantai Padang-Padang



    Tidak jauh dari pintu keluar, sebelah kiri jalan ada penunjuk jalan menuju pantai Uluwatu, Pantai Padang-padang dan Pantai Suluban atau Blue Point Beach. Kami nyasar ke Pantai Uluwatu, karena tujuannya adalah pantai Padang-padang jadi kami kembali lagi ke arah pantai padang-padang. Setelah melewati perjalanan berbukit dan berkelok-kelok akhirnya kami melihat jembatan dengan view pantai yang cantik, Kami membayar tiket sebesar Rp 5000/orang. Untuk menuju pantai Padang-padang, kita harus melewati tangga setapak yang ditutupi batuan karang yang hanya cukup untuk satu orang, jadi kita harus bergantian melewati tangga tersebut. Untungnya Suami selalu mengantar ke tempat senam jadi aku enggak masalah melewati tangga kecil tersebut, meskipun udah nikah harus stay in shape babe hahaha..

    Pantai yang terkenal dengan film Hollywood Eat, Pray, Love ini sungguh memukau. Disini 90% pengunjungnya bule, mereka kebanyakan berjemur dan berenang. Kita patut bersyukur tinggal di Negara tropis karena matahari gratis jadi sayang banget kalo jauh-jauh ke Bali cuma buat basahin kaki atau foto selfie doang. Aku enggak bawa baju ganti tapi nekat aja berenang soalnya gakuat liat airnya yang biru toska dan pasir putih yang bersih. Satu jam berenang dengan berat hati kita haru balik ke Seminyak untuk melihat Sunset.
    Pantai Seminyak

    nikah tanpa hutang, honeymoon berulangulang eaaaaaaaa



    Setelah mandi di hotel kami jalan-jalan menuju Seminyak. Sepanjang jalan Seminyak berderet toko-toko dan butik yang bagus banget. Kalo dulu aku envy lihat fashion cewek-cewek di Bandung, ternyata itu enggak ada apa apanya dibanding baju-baju yang ada di butik Seminyak, rasanya pengin shopping kalo kesana lagi. Sesampainya di Pantai Seminyak, cuaca yang tadinya terang benderang kini mulai berawan, kami pesimis tidak bisa melihat matahari terbenam. Tadinya kami ingin bersantai di café-café sepanjang pantai Seminyak untuk menantikan the real descendant of the sun (kayak judul Drama Korea ya? lol) tapi karena cuaca kurang bersahabat jadi kita memutuskan untuk jalan-jalan lagi ke daerah kerobokan. Saat pulang dari kerobokan menuju Kuta, kita 3 kali nyasar selama satu jam, karena hari udah malam kami tidak sempat main ke Beachwalk dan memutuskan untuk istirahat di Hotel.

    2 Mei 2016 [Day 3]
    Pura Tanah Lot




    Happy anniversary…. Sedih juga karena ini hari terakhir kita di Bali, setelah sarapan kami menyewa motor lagi menuju Tanah Lot. Karena jalanan masih sepi jadi jam 10 pagi kita udah sampai disana, bayar tiket Rp 10.000/orang. Dari tiket masuk menuju Pura Tanah Lot cukup jauh, disana juga terdapat Pura-pura seperti Pura Karang Bolong. Komplek Pura Tanah Lot ini tidak kalah menakjubkan dengan Pura Luhur Uluwatu. Kebetulan air pantai sedang surut sehingga kami bisa turun ke pantai dan mengabadikan moment disana. 

    Setelah puas berkeliling, pukul 12 kami menuju Denpasar untuk bertemu dengan teman Artist yang aku kenal lewat Instagram yaitu Bli Angga. Beliau mengajak kami makan siang di Denpasar dan senengnya lagi kita bisa tukeran karya. Bli Angga menghadiahi kami lukisannya tahun 2014 dan suami memberikan 2 albumnya. Seneng deh jadi Seniman selalu disambut kalo pergi ke luar kota hihi. Setelah makan, Bli Angga mengajak kami keliling Denpasar. Kami melewati lapangan luas yang hijau dan ternyata itu adalah Monumen Perjuangan Rakyat Bali, setelah itu Bli Angga jadi guide dadakan kami di Museum Bali. Cukup membayar Rp 10.000/orang kami banyak belajar tentang sejarah dan budaya Bali. Dari kemarin kita hanya wefie akhirnya ada juga yang foto in post wedding kita di gapura bata merah khas Denpasar. Sekali lagi terima kasih ya Bli Angga hehe…





    Waktu sudah menujukkan pukul 3 sore sehingga kami harus buru-buru ke Kuta untuk mengembalikan motor dan mengambil barang di Hotel. Sedikit nyasar akhirnya satu jam kemudian kami tiba di Hotel, setelah check out dan pamit ke petugas Hotel akhirnya kita menuju ke Bandara untuk pulang ke Bandung.

    Bali itu harga tempat wisata nya murah, Orang-orangnya ramah, gak sepanas yang dibayangin kok soalnya hepi banget. Sensasi nyasar sama Suami itu gokilnya luar biasa. Bisa dibilang Honeymoon kali ini diplesetkan dengan Backpackmoon atau Ranselmoon karena kami sangat simple, gak bawa koper sama sekali hehe. Banyak yang bilang 3 hari tidak cukup untuk eksplore Bali, tapi kami berhasil untuk membuat itinerary yang mewakili tempat-tempat ikonik “kami pernah ke Bali” . Apakah kami puas Honeymoon di Bali? Sangat puas. Apakah ingin ke Bali lagi? Mau banget. Tempat yang belum dikunjungi masih banyak yaitu: Pantai Pandawa, Nusa Dua, Pantai Suluban, Pantai Dreamland, Ubud, Bedugul, Kintamani, Nusa Lembongan dan lain-lain. Semoga selalu ada rezeki dan kesempatan untuk menjelajahi keindahan alam Indonesia yang luar biasa. Tunggu Honeymoon kami selanjutnya!

    20.4.16

    [Sinopsis & Review] Film SRK : F A N

    Namaste bollywood lovers! Especially to Rukhster mania, akhirnya film yang ditunggu-tunggu hadir juga di bioskop tanah air. Sayang sekali kali ini aku dan rekan kerja ada program ngajar hari minggu jadi enggak bisa ikut nobar sama SRKFCI hari minggu kemarin.Kemarin siang aku, Bu syn dan Bu Anna janjian di CGV Blitz BEC Bandung buat nonton film Shah Rukh Khan yang baru di 2016 ini, yup Film FAN. 



    Berikut adalah sinopsis film Fan:
    Fan adalah film thriller India yang dirilis pada 15 April 2016, disutradarai oleh Maneesh Sharma dan menampilkan Shah Rukh Khan sebagai pemeran utama. Film ini diproduksi oleh Aditya Chopra di bawah bendera Yash Raj Films.

    Gaurav Chandna (Shah Rukh Khan) adalah pemuda kelas menengah dari Delhi yang mempunyai wajah mirip superstar Bollywood idolanya Aryan Khanna (juga Shah Rukh Khan). Gaurav berkali-kali menang kontes mrirp artis di festival kotanya karena dia sangat lihai meniru gaya dan acting pujaannya. Saat Aryan Khanna akan berulang tahun, ia memutuskan untuk pergi bertemu Aryan. Pada saat sampai di Mumbai, Gaurav bersama ribuan fans berkumpul di depan rumah Aryan. Kesulitan bertemu idola akhirnya menghasilkan ide bagi Gurav agar tetap bisa bertemu Aryan. Saat itu sesama actor Bollywood Sid Kapoor memberikan pernyataan keras terhadap Aryan di media, yang membuat marah Gaurav. Akhirnya Gaurav memaksa Sid untuk meminta maaf kepada Aryan sehingga video terebut tersebar secara viral. Mengharapkan Aryan untuk memuji perbuatannya, Aryan justru mengirimkan dua polisi untuk menangkap Gaurav. Kemudian, Aryan memperingatkan dia bahwa apa yang telah dilakukan adalah kejahatan dan ia harus kembali ke rumah. Merasa patah hati, Gaurav menjual tokonya. membakar poster Aryan yang tertempel di kamarnya dan memutuskan untuk membalas dendam dengan menghancurkan reputasi sang bintang.

    Setahun kemudian, ketika Aryan di London, Gaurav memasuki museum Madame Tussauds. Gaurav menyamar sebagai Aryan dan menciptakan skandal yang membuat Aryan ditangkap. Kemudian saat Aryan sedang dalam perjalanan ke Dubrovnik untuk tampil di pernikahan seorang miliarder, Gaurav meminta dia untuk meminta maaf di depan umum untuk perilaku buruknya pada Gaurav, jika tidak Gaurav akan meredupkan karir bintang nya. Aryan menolak dan Gaurav menyelinap ke dalam pesta dan menyamar sebagai Aryan. Aryan mencoba untuk menangkapnya tapi Gaurav berhasil lolos. Kasus Aryan menjadi berita di seluruh dunia, sehingga aksil boikot melawan Aryan datang dari para penggemarnya. Aryan kemudian mengumumkan dalam konferensi pers bahwa seorang penipu ada di balik semua insiden ini.

    Kembali di India, Gaurav memasuki rumah Aryan dan menghancurkan koleksi trofi sang idola. Aryan lalu pergi ke rumah Gaurav dan menceritakan pada orang tuanya, namun justru Gaurav mengancam dan meminta Aryan untuk menemuinya di festival lokal malam berikutnya. Aryan juga mencari bantuan dari Neha (Shriya Pilgaonkar). Dalam festival itu, Aryan menyamar sebagai Gaurav. Merasa diprovokasi, Gaurav mencoba untuk menembak Aryan, kemudian Aryan mengejar Gaurav dan akhirnya menangkapnya. Aryan mencoba untuk bernegosiasi dengan Gaurav dan mengatakan kepadanya bahwa tidak ada perbedaan di antara mereka. Dia meminta Gaurav untuk berhenti melakukan kejahatan ini dan menciptakan identitasnya sendiri bukan sebagai “Aryan Khanna Junior”. Memang ketika kita mengidolakan sesorang apalagi selebritis, yang harus ditiru adalah kerja kerasnya dalam menggapai kesuksesan, bukan gaya hidupnya yang glamour.

    Review:





    Pada saat video clip Ost. Fan yang berjudul Jabra Fan di Youtube, aku agak under estimate film ini enggak akan serame Dilwale. Dalam klip tersebut Aku melihat ada aktor yang mirip sama King Khan, aku mikir, terus nanti si orang itu bakal ngetop juga dong, tapi pasti gak akan bisa menyaingi kepopuleran SRK. Ternyata aku salah besar, orang yang mirip SRK (versi KW nya) adalah SRK sendiri, ya di film Fan ini, Shah Rukh Khan memang berperan menjadi 2 orang sekaligus, namun bedanya dengan film SRK terdahulu adalah totalitas akting SRK itu sendiri.

    Sebagai fans fanatiknya, beberapa tahun ini aku sendiri kurang puas dengan film-film SRK karena munculnya beberapa pemain pendukung yang membuat space SRK di film tersebut menjadi berkurang, di film Fan ini hanya ada Shah Rukh Khan, the one and only King Khan. Tidak ada pemain pendukung terkenal, sehingga aku sangat puas karena bisa menikmati peran yang SRK mainkan.

    Dari segi cerita, Film Fan sangat sederhana karena kejadian klise ini sering terjadi di dunia nyata. Kalian ingat ketika John Lennon Vokalis band Legendaris The Beattles yang tewas ditembak fans nya sendiri? Nah duel antara Superstar dan Fans inilah yang dikemas apik dalam film ini. Disini SRK memerankan dua tokoh yang dari segi usia saja sudah sangat jauh, sehingga SRK junior terlihat sangat flawless (efek makeup artist jenius dari ollywood Gregg Cannom dan scanning 3D) tapi SRK senior tetap keliatan macho dan ganteng. Untuk make up aku sangat suka, karena meskipun mirip tapi aku tahu itu bukan SRK tapi terkadang aku sampai terkecoh dibuatnya haha. Adegan yang paling aku suka adalah saat Aryan Khanna pertama kali berhadapan langsung dengan Gaurav di kantor polisi, selain efek the power of make up yang membuat hidung ciri khas SRK dengan tiruannya sangat berbeda tentunya, adalah kemampuan akting SRK yang bikin geregetan.

    Pasti sangat banyak sekali penggemar obsesif  yang sangat mencintai SRK, dalam film Fan seolah SRK ingin bercerita bahwa tidak semua Fan dapat ia temui, tak semuanya dapat perhatian dari sang mega bintang. Namun kekurangan dalam film ini adalah terlalu lamanya scene kejar-kejaran antara Gaurav dan Aryanan di Dubrovnik, Kroasia. Mungkin karena pengambilan gambar dengan latar pemandangan yang sangat bagus sehingga dibuang sayang. Selain itu, saat ditayangkan di bioskop di kota ku tidak ditayangkannya Ost. Fan yang berjudul Jabra itu sehingga sepanjang film tidak ada lagu-lagu Bollywood yang menjadi ciri khas film India, scoring musik yang mengiringi adegan memang ada tapi karena tidak ada lagu ful, berasa ada sesuatu yang kurang. Atau mungkin memang sekarang trend nya seperti ini, sudah beberapa film India mengurangi lagu dan adegan tari dalam setiap filmnya, jadi istilah ujan-ujanan bersembunyi di balik pohon adalah film India sudah tidak berlaku lagi. Sekarang film-filmya lebih realistis, tidak melulu soal kisah cinta antara si kaya dan si miskin yang tak direstui orang tua. Justru film India yang booming di Hollywood adalah yang tidak terlalu banyak (bahkan tidak ada) lagunya.

    Kesimpulannya, aku kasih rating 4 dari 5 bintang untuk film ini. Buat yang suka sama SRK wajib nonton deh soalnya akan lebih puas menikmati penampilannya jika dibandingkan dengan film sebelumnya. Sekian review dariku, sampai ketemu di film SRK selanjutnya, Sukriya!

    Kata kritikus Film: sumber
    Fan has received generally positive reviews from critics. On Rotten Tomatoes the film has a rating of 86%, based on 7 reviews, with an average rating of 7.1/10.[31] Raja Sen from Rediff.com gave the film 4.5 out of 5 stars and called Fan a brilliant film with Shah Rukh Khan at his best.[32] Zee News also awarded the film 4.5 stars, saying "The movie encapsulates the fandom which SRK as a star enjoys and why his fans must watch this to understand how he achieved what he did."[33] The Times of India rated the film 4 out of 5 and commented, "Fan is Shah Rukh Khan's triumph all the way. He pulls off a terrifically dramatic double act, altering his look, feel and intensity, but as Gaurav, Shah Rukh makes you forget everything - except feeling scared."[34] Taran Adarsh fromBollywood Hungama gave the film 3.5 stars out of 5 and opined, "On the whole, FAN has a brilliant first half, but loses track in the second hour, only to pick up again towards the pre-climax. The writing should've been tighter, but what works is the terrific act by SRK as the fan.".[35]
    The Hindu called the film Khan's return to form and said, "SRK couldn’t have found a better vehicle than Fan, both as an actor and as a celebration of the highs and the lows of his own stardom. A stardom whose enormity he’d himself find difficult to wrap around his head."[36] The Indian Express also gave the film 3.5 out of 5 stars and stated, "Fan is a triumph. Shah Rukh Khan is played to all his strengths, and he plays it just right, gliding in and out of the star and the fan, creating distinct identities and outlines in one scene, and blurring the lines just so in the next."[37] India Today gave the film 3.5 stars as well and commented, "Maneesh Sharma and Shah Rukh Khan hand-deliver the mindscape - of both the fan and the star - on screen. And brilliantly."[38] Hindustan Times also rated it 3.5 out of 5 and went on to say, "Though Fan is irrational at times, it keeps the adrenaline pumping all 143-minutes of the movie. Also, the idea of keeping it a song-less film works because that keeps the overdramatic tone from seeping in."[39]






    18.4.16

    My Favorite Insta Artist From Indonesia




    Akibat baca buku Austin Kleon yang pertama "Steal Like an Artist" (nanti aku review bukunya ya) aku jadi ingin sharing tentang idolaku di dunia seni, ada temen dunia nyata, ada pula teman dunia maya yang semuanya aktif pamer karya di Instagram. Kenapa aku promote mereka? karena mereka mengispirasiku dan aku ingin hebat seperti mereka. 



    Jebolan ITB ini adalah guru gambarku yang kedua setelah Bapak. Beliau lah yang mengajariku menggambar dan mewarnai selama bekerja di Global Art Bandung dulu. Tanpa beliau mungkin aku tidak akan kenal Instagram. Beliau lah yang meracuniku untuk show up karya di Instagram. Sikap ramah dan tidak pelit ilmu mendasari kenapa klalian harus follow Instagramnya @Roland_Jing.


    Kita sepat jadi partner di Global Art Bandung, aku selalu kagum sama karya-karyanya yang keren. Beliau juga sempat mengeluarkan buku berjudul "Macan Putih" dimana Miss Novi jebolan DKV Maranatha Bandung ini bertindak sebagai colorist komik nasional. Karkaternya yang detai dalam mewarnai selalu membuat aku iri untuk terus belajar.


    Setelah resign dari Global Art, aku bergabung dengan Bale Seni Barli Kota Baru Parhyangan. Awalnya hanya  sesekali jika asisten Ka Epi ga masuk. Kemudian aku berkenalan dengan Oik dan Wening, karya Wening sangan lembut dan melankolis. Beliau juga mengakariku cat air dan kita selalu sharing soal art tools hihi. Saat ini Wening sudah move up karena sudah lulus dari Pendidikan Seni Rupa UPI. Sekarang beliau menjadio illustrator buku cerita anak di Bandung.


    Aku berkenalan di Car Free Day Dago dengan Olin, seorang Street artist. Olin alias Lina ini juga anak Seni Rupa UPI juga loh. Olin live Sketch aku setelah beres ikutan erobik di CFD hehe Kemudian Olin aku ajak bergabung di Bale Seni Barli untuk mengajar.  Beliau jago banget Sketnya dan sempet workshop bareng Master Dika Toolkit. Sekarang Olin ini udah jadi Artmate sampe SalonMate deh kayanya hahaha


    Beliau adalah seorang Dokter yang nyeni, Ibu satu anak ini mulai terkenal karena menggambar desainer muda paling Hits saat ini yaitu Dian Pelangi. Sat itu aku follow di Instagram dan kita sempat mau bikin project bareng tapi karena suatu hal mungkin nanti bisa dilanjutin lagi. Karya Nanda sangat lucu, beliau juga suka coba-coba alat gambar sepertiku. Tulisannya mengenail review alat gambar juga bagus, tengok saja gambarnanda.wordpress.com. Oia sekarang Nanda dkk udah nerbitin buku mewarnai loh :)


    Nah seniman muda yang berdomisili di Bali ini aku temukan waktu sama-sama komenin master cat air mas Lukman Reza  alias Jonkie. meskipun beliau punya keunikan dalam melihat dunia, tapi karyanya sangat bagus dan sudah memiliki ciri khas. Penyuka olahraga Yoga ini juga terima banyak orderan loh cek saja  The Colour Of Blind 


    Gadis cilik ini juga salah satu seniman favoritku, anak seusianya biasa memenuhi Instagram dengan duck face selfie yang mainstream. Tapi Gina sangat  berbeda, Instagramny penuh dengan karya nyata yang sangat indah. Gina juga aktif berbagi tutorial di Youtube. Search aja Gifaulia.


    Cici asal Surabaya  ini emang bener-bener setia memperlihatkan seni yang indah. Selain multitalenta, Celia yang masih belia ini juga berani mencoba karya seni yang berbeda dalam berbagai media. Saat ini, mahasiswi DKV ini sudah terima komisi loh.


    Jongkie
    Aku bener-bener ngefans banget sama karya-karya si tangan sakti ini, gimana engga beliau itu yang bikin aku jatuh cinta sama cat air tapinyaaaa ampe sekrang belum bisa huhu kayaknya harus berguru sampe ke Malang buat ketemu suhu Jongkie ini. Beliau ini terkenal banget sebagai Watercolourist di Indonesia, lukisannya udah laku di luar negeri dan beliau juga pernah shout out gambar Harry Potter punya ku loh.


    Veri Apriyatno
    Siapa sih yang gak kenal Drawing Pencil di facebook, Kang Veri ini karya-karyanya mejik abis, aku juga koleksi beberapa bukunya dan beliau juga aktif nulis di Veriartschool.com.

    Hihi akhir-akhir ini aku sibuk banget jadi males buka Ig, sebenernya malu-malu gitu kalo buka Ig karena jarang gambar, tapi semoga secepetnya punya free time buat berkarya lagi. Tapi ada aja sih yang minta digambarin, karena males nerima "ketidakpuasan" maklum orang Indo kalo digambar harus lebih cantik dan lebih mancung, jadi lebih baik aku cuma terima order logo olshop dan siluet couple manual buat kado nikah kayak gini nih....





    Kalo minat silakan email ke sandra.artsense@gmail.com yah :) Mungkin sekian dulu ya sharing nya, nanti kalo ada artist keren lagi pasti aku catet hihi..salam berkarya!




    12.4.16

    [Review] Kosmetik Inez


    Hai hai hai kali ini aku mau review salah satu produk lokal dari Malang yaitu Inez. Aku beli Inez karena rekomendasi Guru yang selalu dandan cantik ke sekolah. Aku pribadi sih ngebedain mana dandan buat ngajar dan mana yang buat kondangan, kadang males dandan yak karena riweuh aja pagi-pagi, yang penting selalu sarapan dan bekalin suami makan siang hehe. Makanya aku dandan to the max pas kencan sama suami biar santai.

    Baca juga: badan langsing rekening gendut

    Inez Satin Smooth Face Powder shades 1 Natural




    Kemasan: terbungkus dalam dus putih kotak, bedaknya juga dalam wadah kotak yang gak ringan juga, menurut aku dus kemasan luarnya biasa aja tapi kotak bedaknya aku suka, terkesan klasik dan eksklusif. Setelah bedak dibuka aka nada spons yang besar dan kurang lebut sih menurutku.

    Keterangan produk: aku direkomendasikan beli shades no 1 yang Natural, gak diliatin sih shades yang lainnya karena gak ada SPG Inez nya waktu itu. Ini adalah bedak tabor yang mengandung tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Diperkaya ekstrak Mulberry yang membuat kulit cerah, vitamin A dan E membantu menjaga kelembaban kulit wajah.

    Cara pemakaian: bisa digunakan setelah memakai foundie atau langsung untuk makeup sehari-hari. Kalo aku sih pakenya air mawar-cc cream baru bedak tabur ini. Pake bedak ya kalo pergi ajah, pas libur ngajar atau santai di rumah aku enggak pake bedak supaya kulit wajah bisa bernafas hehe. Oia setelah pake bedak tabur biasanya aku meratakan pake kuas khusus bedak supaya hasilnya lebih bagus.

    Kelebihan:
    Halal
    Terdaftar BPOM
    Mudah di dapat
    Isinya 30gr banyak banget dan awet
    Cocok di wajahku, menyatu dengan warna kulit wajah dan keliatan natural

    Kekurangan:
    Kotaknya ringkih, kebesaran jadi aku beli kotak bedak tabur di toko aksesoris supaya bedaknya bisa dibawa ke tas.
    Spons nya besar dan kurang lembut
    Gak disebutin kekuatan tabir surya nya

    Harga: Rp 57.800 di Toko Mahmud Bandung

    Kesimpulan: so far, aku suka sama bedak ini karena ringan dan cukup awet di wajah sampe 6 jam. Aku pake bedak tabur supaya ga komedoan, tapi aku kurang tahu kalo bedak ini komedogenik apa engga. Soalnya tipe wajah aku kan kering kombinasi, kelebihan minyak di area T suka bikin komedo. Jadi aku harus rajin aja maskeran, scrubbing biar gak komedoan. Saran aku sih next ada SPF nya minimal 20 kali ya.

    Inez perfect glow matte lipstick No. 7 Persian Plum



    Kemasan: terbungkus dalam dus kotak yang warnanya glowing, aku suka dusnya dilengkapi dengan tempat lipstick bening supaya lipstiknya gak pecah. Lipstick ini terlihat ramping dengan packaging kokoh berwarna gold.  

    Keterangan produk:
    Waktu itu aku lagi ke Toko Rama Shinta, ditawarin lipstick matte sama SPG nya. Aku emang cari warna merah, kata suami yang nunggu diluar aku bagusnya pake warna merah yang jreng nya keliatan pake lipstick, jangan yang pink atau nude gitu nanti pias kayak orang sakit hihi. Akhirnya aku beli deh. Lipstick ini diperkaya vitamin E dan UV protection. Mudah dan nyaman, gak gampang luntur dan hasil akhir matte.

    Cara pemakaian:
    Jujur ini lipstick kedua ku yang bentuknya scroll, yang pake kuas udah aku hibahin ke adik. Aku agak kesulitan sehingga ceroboh membuat lipstick baru ini jadi patah huhu. Tadinya mau bikin keutan buat suami yang pulang kerja, bukannya seksi malah sedih haha akhirnya suami bantu pasangin lagi dan disimpen di freezer, nyambung lagi deh hahai

    Kelebihan:
    Setauku sih produk Inez halal tapi kok di dusnya gada tulisan halal
    Terdaftar BPOM
    Mudah di dapat
    Daya tahan 6 jam kecuali kalo makan, agak pudar bagian dalem bibir.
    Isinya 3,5gr awet sih soalnya aku pake pas ngajar atau kencan aja, kalo di rumah Cuma pake lip balm hehe
    Gak bikin bibir kering (pernah kering pas kebanyakan makan kentaki hahah alergi MSG kali ya)
    Hasilnya matte sukak banget sampe dipuji murid

    Kekurangan:
    Aplikator scroll nya aku masih bingung pakenya takut patah lagi
    UV protectornya berapa ya?

    Harga:  Rp 49.300 Di Toko Rama Shinta Bandung

    Kesimpulan: ini lipstick eksklusif andalan aku, sukak banget karena sekali pulas langsung keluar warnanya, kadang aku pake 2 kali pulasan. Di klaim ringan tapi aku masih terasa memakai lipstick loh, mungkin karena gak tiap saat lipenan ya hehe biar awet warnanya setelah pake lipstick, rekatkan tisu ke bibir lalu pulas sekali lagi, timpa bibi dengan tisu dan tabur bedak tabor sedikit saja. Jangan lupa bersihkan lipstick sebelum makan dan setelah beraktifitas supaya bibir gak hitam.

    Inez Color Countour Plus Concealing Stick Shades 1 Light



    Kemasan: terbungkus dalam dus kotak yang warnanya putih khas Inez, dalemnya concealer stick seperti lipstick namun keliatan gendut, tidak seramping lipstiknya.

    Keterangan produk:
    Setelah beli lipstick, ada yang beli concealer di counter Inez dan haganya 30 ribuan. Doi cowok, emang udah lama aku pengen punya concealer jadi aku langsung nanya aja. Disarankan beli shades yang terang ini karena aku emang gak jerawatan dan gada flek hitam. Kantung mata juga gada sih, hmm pengin buat merapikan bawah alis supaya lebih terbentuk dengan bantuan concealer ini. Tertulis bahwa concealing stick ini mudah digunakan, fungsinya untuk menutupi atau menyembunyikan noda pada kulit wajah, bintik merah karena gigitan serangga.

    Cara pemakaian:
    Gunakan concealing ini sebelum memakai foundie. Tersedia dalam pilihan warna light dan medium. Kata SPG nya sih pakein biasa aja nanti dirakan pake tangan. Harusnya pake kuas atau brush khusus concealer tapi aku belum punya. Lihat tutorial kecantikan, cara terbaik pake concealer untuk menutupi kantung mata adalah dengan mengolsekannya dengan bentuk segitiga terbalik dibawah mata, pas aku coba emang jadi lebih mudah rata.

    Kelebihan:
    Halal
    Terdaftar BPOM
    Mudah di dapat
    Isinya 4gr awet sih soalnya aku pake pas kencan atau ada acara penting aja

    Kekurangan:
    Kayanya akan lebih mudah kalo beli brush untuk meratakannya
    UV protectornya berapa ya?

    Harga:  Rp 30.600 Di Toko Rama Shinta Bandung

    Kesimpulan: ini concealer pertamaku jadi aku gak bisa compare dengan yang lain. Sejauh ini aku suka karena berhasil membuat warna wajah merata dan alis semakin terbentuk.


    Hasil...



    Sekian review dari aku, kalo punya produk Inez lainnya pasti bakal aku update lagi!

    BACA: REVIEW EYE SHADOW INEZ

    Tempat belajar seni di Cimahi Bandung Barat



    COPYRIGHT © 2017 SANDRAARTSENSE | THEME BY RUMAH ES