• 11.4.19

    Sekolah Mahal-mahalan, Emang Dijamin Bagus?


    Orang tua akan selalu memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, terutama soal pendidikan. Tak dapat dipungkiri pendidikan akan menjadi bekal Sang anak untuk mengarungi bahtera kehidupan. Pendidikan bisa mengubah dan memperbaiki kehidupan kedua orangtuanya juga lho, makanya PR kita saat ini adalah bergotong royong memajukan pendidikan di tanah air.

    Tak jarang orang tua sering dilanda kecemasan, khawatir dan takut anaknya tidak mendapatkan sekolah yang bagus, makanya millenial parents tak segan menggelontorkan sebagian penghasilannya hanya untuk bisa menyekolahkan Sang anak di lembaga pendidikan yang bagus, pertanyaannya adalah apakah sekolah bagus harus mahal? Apa cuma mahal-mahalan? Emangnya sekolah mahal dijamin bagus?

    Saya sering membaca ikhtiar para orang tua yang survey sana-sini mencari sekolah dasar terbaik untuk anaknya, jika diperhatikan sekolah bagus atau favorit memang tidaklah murah bahkan cenderung mahal. Untuk uang pagkalnya saja puluhan juta, SPP nya paling rendah ratusan ribu hingga jutaan rupiah perbulan, belum termasuk katering dan jemputan, bener-bener biaya anak SD udah kayak anak kuliahan. Murah atau mahal memang tergantung pada penghasilan atau gaya hidup masing-masing orang, tapi jika dibandingkan dengan pendapatan perkapita negeri tercinta ini, sekolah yang katanya bagus itu emang mahal.

    Banyak negara maju yang biaya pendidikannya murah tapi tak kalah berkualitas, kenapa kita tidak bisa? Baiklah, berikut ini adalah rangkuman pengalaman para Guru tentang seluk beluk manajemen sekolah mahal yang penuh kejanggalan dan belum tentu akan disadari oleh orang tua murid, mari kita kupas tuntas! 


    Pihak sekolah mahal sangat mementingkan keagungan bangunan, ngapain gedung sekolah harus bagus? Untuk menarik peminat dong (uang), sedangkan kesejahteraan Guru menjadi prioritas belakangan. Apalagi sekarang lapangan kerja semakin sempit membuat para Guru tidak bisa pergi kemana-mana, untuk makan siang saja mereka wajib makan katering di sekolah. Rasa tidak enak jika bosan dengan katering dan ingin makan diluar sebenarnya adalah awal mula sekolah mengikat para Guru agar tidak bisa macam-macam. Urusan perut saja takut apalagi demo naik gaji, iya kan? Selamat jilat tembok, nggak semua Guru mengalami kayak gini sih, tapi yang beruntung juga nggak banyak hehe. 

    Kalau makanan para Guru itu layak ya silakan, tapi jika sebenarnya itu hanya bonus dari katering, silakan makan yang ada dan seadanya. Selain gaji yang tidak sesuai UMK atau pas-pasan dengan UMK, para Guru juga dibebani dengan tugas yang menumpuk, bahkan yang seharusnya pulang kerja bareng sama peserta didik, tidak bisa dilakukan. Bagaimana para Guru bisa kaya, jika untuk berbisnis saja tidak boleh dilakukan? Belum lagi di rumah galau karena seharian ngajar anak orang lain tapi anak sendiri nggak keurus, hiks. 

    Pengurus sekolah adalah kerabat pemilik sekolah. Jika sekolah memberikan gaji yang tidak sesuai dengan beban kerja guru, beda halnya dengan para staf yang notabene masih keluarga owner, mereka mendapatkan fasilitas wah yang tidak dimiliki para Guru. Guru pun ditekan supaya memberikan pelayanan terbaik kepada orang tua murid, karena orang tua murid adalah sponsor dana agar pihak sekolah dan kerabatnya bisa plesir keluar negeri. Gurunya? Darma wisata saja ke Yogyakarta sambil menjaga putera-puteri harapan bangsa. Sedih deh kalau ada Guru yang kalah argumen sama orang tua murid, karena Gurunya sudah takut duluan, takut dipecat karena banyak cicilan. 



    Jadi bagaimana dong buat orang tua yang udah semangat nabung bertahun-tahun untuk sekolah terbaik anaknya? Silakan lanjutkan budaya menabung, sekolah kan bukan SD saja, masih ada SMP, SMA dan kuliah. Sekarang coba pikir deh waktu ngelamar kerjaan, kira-kira yang ditanya HRD itu SD dimana atau kuliah dimana? Sekarang jarang kan lulusan SD, yang akan ditanya HRD adalah pendidikan terakhir yaitu SMA atau kuliah sesuai yang tercantum pada CV lamaran kerja.

    Tapi pendidikan dasarnya harus bagus kan? Pendidikan dasar itu ada pada keluarga, kitalah orang tua yang menjadi Guru pertama buah hati kita.  Sebagai orang tua kita harus percaya diri, jangan cemas sekolah dimanapun jika kita yakin sudah memberikan contoh terbaik. Untuk menyiapkan generasi Alfa menurut Parentalk, orang tua harus memberikan:
    1. Pendidikan agama yang kuat
    2. Budaya sopan santun
    3. Menanamkan family values
    4. Meningkatkan kemampuan berjuang
    5. Membiasakan bersosialisasi

    Percayalah anak nggak akan ngerti belajar di sekolah mahal atau murah, yang bangga justru orang tua nya karena sudah berusaha memfasilitasi. Jadi, jangan sampai gengsi membuat kita hidup menjadi orang lain, yang sebenarnya kita nggak mampu tapi maksain sekolah di sekolah mahal. Cuma gara-gara ingin tetap sekolah mahal, sampai gizi anak terhambat, nggak pernah liburan keluarga dan quality time berkurang karena orang tua terlalu sibuk cari uang demi sekolah mahal-mahalan. Di sekolah mahal juga banyak yang nunggak lho, bahkan pinjam sana-sini untuk bayar SPP.


    Coba pikirkan lagi Ayah Bunda, apakah sekolah yang bagus itu harus mahal? Harus jauh dari rumah? Bangunannya harus mewah? Fasilitasnya harus lengkap? Anak-anak dari sekolah mahal belum kelihatan masa depannya, coba lihat biografi orang-orang sukses di Indonesia, apakah masa kecilnya terfasilitasi? Saya pernah membaca status Aa Gym dan Prof Renald Kasali, yang intinya anak itu harus diuji ketahanan mentalnya, jangan dikasih yang enak terus, tapi juga harus merasakan berjuang keluar dari kesulitan.

    Jika ada orang yang sukses karena sudah kaya sejak lahir itu biasa, karena memang sudah seharusnya sukses lebih cepat dengan memanfaatkan fasilitas orang tua. Tapi jika ada anak daerah yang berjuang, hijrah untuk menggapai cita-cita hingga berdarah-darah, itu baru keren luar biasa.

    Untuk orang tua yang anaknya sekolah di sekolah biasa saja, jangan berputus asa, sekarang media pembelajaran semakin canggih dan beragam, banyak kursus dan les yang bisa menambah life skill Si kecil. Saya juga berharap Guru-guru di pelosok maupun di kota besar mendapatkan haknya untuk hidup sejahtera dan kita para orang tua dimudahkan dalam mendidik anak serta dilancarkan rezekinya, aamiin.

    Menurut Ayah Bunda, apakah sekolah bagus itu harus mahal? Agar lebih jelas jangan tanyakan uang pangkal sekolah saja, tapi juga tanyakan apakah Gurunya bahagia sejahtera atau tidak. Semoga tulisan ini membuka wawasan orang tua bahwa jangan hanya melihat luarnya saja dalam menentukan tempat belajar anak. 

    Lanjutkan membaca:

    10 comments:

    1. setuju banget mbak, sekolah bagus nggak harus mahal tapi memperhatikan fasilitas dan nilai yang diberikan sekolah sebagai pertimbangan untuk memilih adalah keharusan bagi saya. Intinya sih sesuai kemampuan aja. Ada sekolah bagus tapi perbulannya melebihi gaji saya ya nggak bakalan diambil :P

      ReplyDelete
    2. bener kata mbak, sekolah tidak harus mahal. mahal belum tentu bisa mengajari sesuatu hal yang bernama sopan santun, kepedulian.
      sekarang budi pekerti makin lama hilang.. apa lagi setelah mendengar kasus viral yang saat ini

      ReplyDelete
    3. sekolah mahal juga berbanding lurus sama fasilitas dan kurikulum yang ditawarkan Mba San. Kalau memang ortunya siap ya gpp, anak artis juga pra sekolahnya sampe ratusan juta/tahun dan bisa lihat sendiri yah kemampuannya mantulll. Contoh kekinian Maudy sedari kecil terfasilitasi skrg galau Harvard / Stanford.

      Untuk gurunya ga sejahtera ga semua gitu mb, temenku jadi guru di sekolah mahal dan terkenallah di Cimahi alhamdulilah banget ga seperti yang mb San ceritakan :)

      Semuanya dikembalikan sama masing-masing ortu sih mba, kalau aku mampu juga pengennya sekolahin anak di sekolah bagus, mahal atau murah relatif yang penting OUTPUT yang akan dicapai. Aku jg udah survey beberapa SD di Cimahi ada yg uang pangkal belasan juta tp output yg ditawarkan bener2 keren :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Makasih sharing nya mba iya betul maksud nulis ini adalah ortu jangan gengsi cuma liat fasilitas doang kasian klo ga mampu tapi maksain.

        Alhamdulillah beruntung ya temannya, teman saya hampir semua guru dan fyi di Cimahi ngehonor 5k/jam jadi wajar kalo temen mba Herva di sekolah mahal tapi gajinya gede, sangat wajar. Temen guru malah bilang lebih baik jadi buruh pabrik daripada guru wajar sih kalo emang gaji ngga sesuai.

        Ada wakasek yang anaknya jalan kaki dari Sukaluyu ke sekolah mahal di cimahi saking pengen ketemu ibunya, maksudnya ada pesan moral jangan terlalu sibuk dan ninggalin anak sd di rumah tanpa pembantu.


        Emang maksud saya mba momod mba hhaha tapi Andrea Hirata juga kuliah di Perancis cuma beliau ngga terfasilitasi tau sendiri kan yah di Belitung apalagi jaman baheula heu.

        Pertanyaannya kenapa negara berpendidikan bagus kok bisa murah bahkan gratis?

        Delete
    4. Semua balik lagi ke pilihan orang tuanya dan minat anaknya mau sekolah dimana. Tapi seringnya bukan hanya dilihat dari biaya, orang tua biasanya lihat juga bagaimana hasil lulusan dari sekolah tersebut.

      ReplyDelete
    5. halo kak sandra.. setuju banget sama yang dikatakan kak sandraa.. emang sekolah mahal kayanya terlihat lebih keren.. padahal emang belum tentu juga bagus.. pokoknya emang harus disesuaikan dengan kemampuan ya kak..

      ReplyDelete
    6. Dalam menempuh pendidikan atau bersekolah tentu awalnya mendaftarkan diri ke sekolah yang diinginkan dan berharap agar dapat diterima di sekolah yang didambakan dengan jalan yang mulus. Dan ini merupakan keinginan semua anak Indonesia khususnya. Namun terkadang sebagian anak sekolahan tidak mendapatkan atau tidak diterima di sekolah yang didambakannya dikarenakan mungkin kurangnya hasil dari proses akhir akademik. Dan bahkan sebagian anak sekolahan tetap saja ingin masuk disekolah yang didambakan dengan berbagai cara atau mengeluarkan biaya yang mahal untuk dapat bersekolah ditempat yang diinginkannya.

      Apalagi dengan orang tua yang ingin anaknya disekolahkan ditempat yang bagus atau berbobot dan strategis bahkan menyuruh anaknya untuk sekolah ditempat dimana orang tuanya inginkan. Seperti yang kita ketahui bahwa di daerah Jakarta saat ini banyak sekolah menawarkan pendidikan komplet dan terpadu serta mengusung kurikulum internasional yang biaya pendidikan di sekolah tersebut pun cukup menguras keuangan. Padahal, sekolah mahal belum tentu bagus,he-he,kalau ada waktu bolehlah teh canyik berkunjung ke blog saya,he-he salam kenal teh, dari saya kuanyu

      ReplyDelete
    7. tergantung siswanya, apakah dia ingin belajar lebih baik atau tidak. sekolah mahal tidak menjamin siswanya bisa pintar.

      saya nonton drakor sky castle 2018, memperlihatkan betapa siswa di korea berlomba2 untuk mendapat juara satu di sekolahnya agar bisa masuk universitas. tapi yang terjadi meskipun sudah masuk ke sekolah bagus, siswa belum tentu jadi pintar.

      ini pendapat saya pribadi. :)

      ReplyDelete
    8. aku takjub ama biaya uang sekolah utk murid SD skr. kebetulan krn aku kerja di hsbc, udh sering banget nerima transaksi nasabah yg utk bayar ung sekolah SD, smp dan smu anaknya. aku ga usah sebut sekolahnya yaa, yg pasti sekolah asing di kawasan jaksel :p. utk sd aja, biaya sekolah semester,itu 25rb - 30 rb USD mba.. aku sampe mikir, gilingaaannn ini sekolah negri ga sam segini kaaaannn wkwkwkwkkwkw... itu td cuma uang sekolah. blm yg lain2. trus kalo darmawisata,mereka ke beijing doooongggg huahahahaha. anak SD loh. kalo yg smp ato smu lbh jauh lg, ampe eropa. dan jgn tanya biayany. emg sih ortu yg nyekolahin anaknya di sekolah asing ini, kebanyakan expat. dan aku tau banget gaji mereka sih, jauh lbh gede drpd bayaran sekolahnya huahahahhaahha.. ngenes yaaa.

      tapiiii ternyta gaji guru2nya ga gede2 amat :p. krn kebetulan uang gaji mereka di trf dr bank ku juga :D. kepala sekolahnya sktr usd 10rb. kalo guru2nya 700-1000 Usd lah. kebanyakan orang asing juga :D.

      buatku, yg gaji pas2an, ga ptg suh nyekolahin sd doang di tempat mahal gitu. tergantung anaaknya.kalo emg mau belajar, sekolah di tempat biasa juga pasti hasilnya bgs :D. lagian, itu sekolah mahal ga jamin anak2nya tau etika. kebanyakan muridnya malah songong pas dtg ke bank nemenin ortunya. -_-

      ReplyDelete
    9. Kalau ortunya mampu ya pastilah pengen anaknya masuk ke sekolah yg bagus. Mahal sih relatif deh, perbandingannya ke mana dulu. Contoh nih sekolah negeri dan swasta ditempatku, kalau negri memang gratis tapiii fasilitasnya jelek, banyak genteng sekolah bocor, bangunannya hampir roboh, sedangkan yg swasta semua serba bagus fasilitasnya. Kegiatan belajar mengajar juga jadi lancar ;) .

      ReplyDelete

    COPYRIGHT © 2017 SANDRAARTSENSE | THEME BY RUMAH ES