Skip to main content

La La Land, Film Musikal Yang Bikin Baper


Beberapa waktu yang lalu Saya dan Suami nonton Film La La Land (2016), ternyata film nya keren banget. Buat kalian yang sebelumnya sudah nonton Grand Piano (2013) yang diperankan Elijah Wood dan Whiplash (2014) yang diperankan Miles Teller sebagai Drummer keren, nah La La Land juga merupakan karya terbaru Sutradara muda Damien Chazelle yang emang suka banget sama film Musikal.

Meskipun film ini banyak adegan menari dan menyanyi nya, kami jamin kalau kalian yang asalnya enggak suka Film Musikal, Film India, Musik Jazz, kalian pasti suka dan menikmati film ini.

La La Land adalah film Musikal yang mengangat tema drama komedi romantis yang sudah tayang di berbagai festival film sejak tahun 2016 dan baru tayang di Bioskop Indonesia tahun 2017. Film ini ditulis dan disutradarai Damien Chazelle dan dibintangi Ryan Gosling, Emma Stone, John Legend, dan Rosemarie DeWitt. Film ini berkisah tentang seorang musisi dan calon aktris yang bertemu dan jatuh cinta di Los Angeles. Judulnya mengacu pada singkatan nama kota Los Angeles dan ungkapan yang berarti dunia impian. La La Land tayang perdana di Festival Film Venesia pada tanggal 31 Agustus 2016 dan dirilis di Amerika Serikat tanggal 9 Desember 2016 oleh Summit Entertainment.

Film ini mendapat banyak pujian dengan pendapatan $90 juta di seluruh dunia. American Film Institute memasukkan film ini ke daftar sepuluh film terbaik tahun 2016. National Board of Review juga memasukkan film ini ke daftar sepuluh film studio terbaik tahun 2016. Film ini juga memenangi Critics' Choice Movie Award for Best Picture dan tujuh Golden Globe : Film Terbaik – Musikal atau Komedi, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik untuk Gosling, Aktris Terbaik untuk Stone, Skenario Terbaik,Musik Orisinal Terbaik, dan Lagu Orisinal Terbaik (" City of Stars "). 

Sinopsis:
Di sebuah jalan tol Los Angeles yang macet, Mia (Emma Stone), seorang barista yang berambisi menjadi aktris, berlatih untuk audisi yang hendak diikutinya. Ia lupa dengan lalu lintas di depannya sehingga terlibat perseteruan dengan Sebastian (Ryan Gosling), seorang pianis Jazz. Audisinya gagal untuk kesekian kalinya. Pada saat yang sama, Sebastian kesulitan membayar tagihan rumahnya sehingga terlibat perselisihan dengan adiknya, Laura (Rosemarie DeWitt), sebelum berangkat ke restoran untuk bermain piano. Malam itu, tiga teman serumah Mia berusaha membuat Mia ceria dengan mengundangnya ke sebuah pesta mewah di
Hollywood Hills. Karena mobil Mia diderek, ia terpaksa pulang berjalan kaki ke apartemennya.

Pemilik restoran, Bill (J. K. Simmons), meminta Sebastian untuk tidak bermain musik jazz. Saat memainkan lagu-lagu Natal sederhana, ia berimprovisasi dan musiknya terdengar oleh Mia ketika sedang melewati restoran tersebut. Karena suka dengan bakatnya, ia ingin melihat Sebastian bermain piano, tetapi Sebastian dipecat karena tidak mengindahkan keinginan pemilik restoran. Mia ingin memujinya, tetapi Sebastian telanjur kesal dan mengabaikannya.

Beberapa bulan kemudian, Mia melihat Sebastian lagi di sebuah pesta. Sebastian sekarang menjadi pemain keyboard untuk band pop 1980-an. Ia iseng meminta band tersebut memainkan lagu "I Ran" oleh A Flock of Seagulls. Setelah itu, keduanya jalan berdua mencari mobilnya masing-masing.

Suatu hari, Sebastian membawanya ke sebuah klub jazz dan menjelaskan kecintaannya terhadap jazz serta impiannya untuk membuka klub sendiri. Ia juga menyuruh Mia untuk terus mengejar impiannya menjadi aktris. Kemudian Sebastian mengajaknya nonton Rebel Without a Cause di bioskop. Saat bersiap-siap nonton bersama Sebastian, Greg (Finn Wittrock ), kekasihnya Mia tiba-tiba muncul dengan rencana makan malam. Mia mau tidak mau makan malam bersama Greg dan adiknya. Ia merasa tidak cocok dan buru-buru pergi ke bioskop. Ia bertemu Sebastian ketika filmnya dimulai. Mia dan Sebastian mengakhiri kencan mereka di Griffith Observatory sambil menari bersama.

Setelah beberapa kali gagal audisi, atas saran Sebastian, Mia mulai menulis naskah drama monolog pribadi berjudul So Long dengan menyewa Teater untuk pertunjukannya nanti. Disaat yang sama, Sebastian bertemu teman SMA-nya, Keith (John Legend), yang menawarkannya untuk menjadi pemain keyboard di band Jazz miliknya, The Messengers, dengan upah tetap. Sebastian menerima tawaran tersebut, tetapi kecewa setelah mendengar musik-musiknya yang dipengaruhi Pop. Mia mendatangi salah satu konser mereka dan merasa tidak puas karena ia tahu Sebastian tidak suka bermain musik seperti itu. Saat band tersebut melakukan tur pertama, Mia menanyakan Sebastian soal keterlibatannya. Sebastian mengaku bahwa ia mengira inilah yang diinginkan Mia darinya. Maksudnya si Seb ini kan realistis sebagai cowok, mengejar passion sekaligus modal, Ia kemudian mengkritik Mia karena hanya menyukainya ketika sukses. Karena merasa tersinggung, Mia pergi.

Pada malam pembukaan drama Mia, Sebastian tidak datang karena baru ingat harus mengikuti pengambilan foto band. Penonton dramanya tidak banyak dan Mia mendengar komentar negatif dari mereka di belakang panggung. Dengan perasaan sedih, Mia meninggalkan Los Angeles dan tinggal bersama orang tuanya di Boulder City, Nevada. Sebastian ditelepon oleh seorang pengarah casting yang datang ke acara drama Mia tempo hari. Ia mengundang Mia untuk mengikuti audisi film keesokan paginya.

Sebastian pergi ke Boulder City dan membujuk Mia agar ikut audisi di Hollywood. Tidak seperti audisi-audisi sebelumnya, Mia diminta untuk mengarang sebuah cerita. Ia mulai berbicara dan bernyanyi tentang bibinya yang hidup di
Paris, latar film tersebut, dan menginspirasinya untuk menjadi seorang aktris. Karena tahu Mia pasti lolos audisi, Sebastian menyuruhnya untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Karena tahu bahwa impiannya masing-masing akan memisahkan mereka, Mia dan Sebsatian berjanji akan selalu mencintai satu sama lain.

Lima tahun kemudian, Mia sudah menjadi aktris terkenal, Mia bertemu kembali dengan Sebastian suatu malam di sebuah klub jazz bernama "Seb's" yang pernah Mia rancang untuk Sebastian. Setelah memperkenalkan beberapa anggota band di klub jazz-nya, Sebastian melihat Mia di antara para pengunjung. Ia mulai memainkan Piano. Mia membayangkan kehidupan yang bisa dinikmatinya bersama Sebastian setelah bertemu peryama kali di restoran, kehidupan yang "seharusnya terjadi" antara Mia dan Sebastian namun kesedihan dan kebahagiaan bercampur menjadi satu, Mia dan Sebastian saling bertatap muka dan tersenyum senang menyadari impian yang telah mereka wujudkan.

Behind The Scene:
Film ini agak mirip dengan karya musikal Chazelle sebelumnya, Whiplash, dalam hal pengembangan tokoh dan tema. Chazelle mengatakan bahwa "kedua film ini berkisah tentang perjuangan menjadi seorang seniman dan perpaduan impian dan kehidupan normal. La La Land tidak sekeras Whiplash." Ia mengatakan bahwa kedua film ini mencerminkan pengalaman pribadinya sebagai pembuat film yang meniti karier di Hollywood. La La Land diangkat dari pengalaman Chazelle yang pindah dari Pantai Timur dan membayangkan Los Angeles sebagai "daerah yang penuh mal dan jalan tol."

Sebelumnya, Chazelle tidak mampu memproduksi film ini selama bertahun-tahun karena tidak ada studio yang mau mendanai film musikal kontemporer, apalagi filmnya tidak menggunakan lagu-lagu yang sudah ada supaya penggemarnya banyak. Film musikal ini juga mengangkat musik jazz yang dianggap sebagai "genre punah" atau sedang sekarat oleh Wartawan Hollywood. 

Saat ada Studio yang mau memproduksi, studio tersebut menuntut banyak perubahan yang dirasa berdampak terhadap alur cerita: pemeran utama pria diganti dari pianis jazz menjadi musisi rock, lagu pembuka yang rumit sedikit diubah, dan penutup film yang sedih sekaligus bahagia dihapus dari naskah. Karena idealisme nya, sang Sutradara tidak setuju dengan perubahan tersebut, Chazelle membatalkan proyek ini dan fokus ke film lain.

Chazelle kemudian menulis Whiplash, film yang ceritanya lebih mudah dijual dan berpotensi sukses. Setelah film tersebut mendapat pujian luas usai tayang perdana di 2014 Sundance Film Festival bulan Januari, Chazelle melanjutkan upayanya untuk mengangkat La La Land ke layar lebar. Satu tahun kemudian, ketika Whiplash mendapat lima nominasi Oscar pada 87th Academy Awards, termasuk Best Picture , dan meraup hampir $50 juta di seluruh dunia dengan anggaran $3,3 juta, Chazelle dan timnya mendapat perhatian dari berbagai studio.

Lima tahun setelah menulis naskahnya, akhirnya Summit Entertainment dan Black Label Media sepakat untuk menanam modal di film ini dan mendistribusikannya bersama Produser Marc Platt. Mereka puas dengan pujian dan kesuksesan yang diterima Whiplash.

Awalnya, Miles Teller dan Emma Watson ditetapkan sebagai pemeran utama. Watson keluar karena sudah telanjur terlibat dalam pembuatan Beauty and the Beast tahun 2017, sedangkan Teller keluar melalui perundingan kontrak yang panjang. Chazelle memutuskan mengubah tokoh utamanya menjadi para pemain lama yang ingin mewujudkan impiannya alih-alih pendatang baru yang baru tiba di Los Angeles, yaitu Ryan Gosling dan Emma Stone yang sudah pernah membintangi film yang sama sebanyak dua kali.

Favorite scenes:
Adegan Mia dan Seb menyanyi dan menari berdurasi enam menit direkam pada "Magical Hour" yang sangat singkat saat matahari terbenam.

Sumber

Saat Mia dan Seb kencan di Griffith Observatory, disana mereka melayang ke angkasa. 

Adegan terakhir saat Seb memainkan Piano di klub miliknya sendiri, meskipun kejadiannya tidak terjadi dalam kehidupan kami, tapi disana kami ikut merasakan perasaan Mia dan Seb yang sebenarnya alias ikutan ngenes hehe.

Favorite Quotes:
“City of Stars, are you shining just for me?”

“I don’t know what you came to do, but I wanna do it with you.”

“People love what other people are passionate about.”

“I’m always gonna love you".

Rating IMDB 8,4/10

Kalo kami sih kasih 9,5/10 soalnya baru kali ini kami rasa nonton film musikal kurang lama hehe, Les Miserables kami gak selesai nontonya hehe. Mungkin karena Suami suka Jazz dan saya suka lagu nya yang enak, Koreografi, Costume dan Sinematografinya yang bikin film ini dapat Best Picture serta banyak penghargaan lainnya  jadi asik banget nontonnya.

Pelajaran yang bisa diambil dalam film La La Land:
  • Seniman harus optimis, jangan menua tanpa karya.
  • Kesuksesan akan datang pada orang yang mau berusaha.
  • Menikah harus saling mencintai.
  • Jika menikah tanpa cinta atau kurang menyukai pasangan, kita harus belajar ikhlas eaa.
Referensi: Wikipedia

Comments

  1. waaaaahhhh..Saya makin penasaran sama film ini. katanya sad ending...duuuhhh jd kepingin liat langsung jalan ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo menurut saya ga sad sending Mba, tapi hidup emang pilihan. Sutradara berhasil mengoyak2 hati penonton dengan sangat sukses, kayak 500 days of Summer, seru dan menggemaskan!

      Delete
  2. Sudah kepingin nonton film ini, tapi slalu ketunda... Dan baca post ini makin penasaran... Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus Mba, banyak pesan moral nya^^

      Delete
  3. Awalnya, aku mikir film ini biasa aja. Tapi pas tau Emma Stone menang Oscar gegara film ini, aku jadi pingin nonton. Apalagi ada Ryan Gosling omaigaaat. Damien Chazelle bikin aku gk bisa lupain betapa luar biasanya Whiplash
    Makasih mak Sandra sudah bikin review-nya. Lop deh :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gasalah Emma dapet Globe deh heheu, iya nih Maks keren banget, cepet nonton yak!

      Delete
  4. udah lama banget ga nonton film bareng suami. di laptop sekalipun hihi. jd mupeng nonton.. blm tayang d tv kan y

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp Teh tunggu aja nanti juga ada waktunya me time n kencan lagi, sekarang baby is priority yak! Blm ada tapi nanti kayaknya ada deh heheu

      Delete
  5. Keren ya filmnya, aku suka film2 kek gini, tapi sayangnya di Aceh belum ada bioskop :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga nanti ada di TV ya Mbak^^

      Delete
  6. Daku nonton ini sendirian, di detik2 terakhir sebelum turun tayang. Kemudian yg pas scene Mia nonton Sebastian di bar sama suaminya, aku ngga tau harus bersandar sedih ke siapa hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, hidup itu terkadang enggak sesuai keinginan tapi sesuai dengan apa yang kita jalani^^

      Delete
  7. pengen banget nonton ini tapi suami saya ogah, katanya tontonan cewek banget. Pas bareng temen ehhh sudah turun dari bioskop filmnya..duh alamat beli dvd atau donlot aja deh ehhehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo Suami nya suka musik pasti bakalan suka film ini loh Mbak heheu

      Delete
  8. Ini filmnya kamu banget ya say, sama-sama pasangan yang suka seni. Sayangnya aku nggak terlalu suka sama film ini, aku ketiduran pas nonton :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya shay film mah soal selera ya, aku ketiduran pas nonton Avenger jedar jedor wkwk

      Delete

Post a Comment