Skip to main content

Belajar dari Orang Tua Murid

Sandraartsense.com - Hello smart parents, setiap orang suatu saat akan menjadi Orang Tua, apalagi sebentar lagi saya juga akan menjadi Orang Tua. Begitu banyak hal yang harus saya pelajari, selain membaca buku-buku Parenting, saya juga mengambil banyak pelajaran dari para Orang Tua di sekitar saya. 


Pekerjaan saya sebagai Tenaga Pendidik tugasnya bukan hanya mencerdaskan dan memberi contoh yang baik pada peserta didik, terkadang kita juga harus bekerja sama dengan Orang Tua murid dan jika ada masalah khusus, salah satu cara menggali informasi tentang murid, terkadang kita mengamati sikap Orang Tua nya.

Mungkin jika Guru Sekolah, intensitas pertemuan dengan Orang Tua Murid lebih sedikit jika dibandingkan dengan Guru Les atau Guru Privat. Biasanya Murid yang les/Kursus kan usianya masih kecil jadi sering diantar Orang Tuanya, maka dari itu saya dapat mengambil pelajaran kenapa Murid A seperti ini dan Murid B seperti itu karena di rumahnya, lebih tepatnya perilaku Orang Tuanya, Berdasarkan pengalaman mengajar, berikut adalah 3 Tipe Orang Tua murid :

1. Perfeksionis
Tipe ini terbagi menjadi dua, ada yang ingin hasil karya/ hasil belajar anaknya sempurna, misalkan selama belajar anaknya tidak boleh main-main harus serius dan pakaian si anak tidak boleh kotor, lukisan pun harus beres dalam 1 pertemuan (maaf ya, belajar melukis kan harus berani "kotor", celana Guru nya aja enggak ada yang bener, banyak cat dimana-mana hehe).

Ada pula yang kesempurnaan hasil kreasi anaknya dinilai berdasarkan prosesnya, misalnya 1 lukisan beres dalam waktu 3 kali pertemuan agar hasilnya benar-benar bagus. Sebenarnya tidak ada hasil karya yang jelek ya karena Seni itu bukan Matematika dimana 1+1=2.

2. Perhatian
Tipe ini selalu setia menunggu anaknya les dan menanyakan perkembangan anaknya, saking perhatiannya, terkadang Orang Tua masuk ruangan dan ikutan "ngajar", sebenarnya enggak harus segitu nya ya Pak/Bu, percayakan saja pada Guru nya karena Guru punya metode khusus dalam mengajar peserta didik satu persatu. Selain perhatian sama anak, tipe ini juga perhatian sama Guru nya, biasanya menjelang hari raya, Guru suka dapat Parcel atau bingkisan, Guru enggak berharap karena mengajar adalah panggilan jiwa, kata ajaib seperti "Terima Kasih" saja sudah membuat Guru merasa dihargai tapi kalau dikasih Brownies Pudding sama Orang Tua yang perhatian, itu enggak bisa ditolak hehe.

3. Cuek
Terkadang ada Orang Tua yang sibuk bekerja, daripada anaknya main gadget atau games secara berlebihan, mereka menyuruh anaknya les hampir setiap hari, tipe ini jarang menjalin komunikasi dengan Guru, yang penting anaknya senang dan baik-baik saja, tidak terlalu pusing dengan hasil belajar sang anak, bahkan tipe seperti ini antar/jemput anak suka telat dan memanggil anaknya dengan "klakson". Alangkah lebih baik jika Orang Tua bisa mengantar jemput anak dengan tepat waktu karena waktu sang Guru juga sama berharga nya.

Baca juga: Tempat Belajar Seni di Cimahi dan Bandung Barat

Mungkin ada rekan Guru yang punya pengalaman menarik dengan Orang Tua Murid? Oh ya, saya berharap semoga semua Guru di Indonesia bisa bahagia dan sejahtera ya, tidak harus selalu menjadi PNS kok, yang penting rezeki nya halal, berkah dan banyak, aamiin.

Comments

  1. Aneka ragam ya bu orangtua murid
    Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bu apalagi kalo jadi Guru Les^^

      Delete
  2. Semua punya kelebihan dan kekurangan ya mak.
    Dulu aku sering envy liat temenku, "ih kok mamanya kayak gitu ya, aku juga mau. coba mamaku blablabla" tapi seiring berjalannya waktu aku malah bersyukur mamaku seperti "blablabla" karena hasil didikannya aku rasain sekarang haha
    Nice post, mak. Kalo mak Sandra sendiri mau jadi mak yang gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener kadang rumput tetangga keliatan lebih indah hehe, btw kalau saya pengen jadi Orang Tua yang bisa membantu anak menemukan passionnya dengan cepat biar anak bahagia menjalani hidupnya^^

      Delete
    2. Duh pingin dong jadi anaknya mak Sandra

      *wuat?

      Delete
  3. memang beragam ya jenis-jenis orangtua murid. ibu saya seorang guru dan enaknya kalau orang tua murid yang perhatian terkadang suka ngasih kue, cemilan gitu jadi tertular rejeki deh..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah senangnya ya kalo Ortu murid perhatian, semoga nanti pas jadi Ortu juga bisa berbagi rezeki sama Guru^^

      Delete
  4. Orang tua yang ikut masuk ke dalam kelas jumlahnya banyak nggak, mbak Sandra? Kalau banyak, kelasnya jadi tambah penuh ya? Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beberapa sih Mbak, gak selalu, biasanya awal-awal ikutan les soalnya ada anak yang mandiri, ada juga yang harus adaptasi dengan ditemani ortu terlebih dahulu hehe

      Delete
  5. Lalu saya tipe yang mana ya? Kayaknya yang perhatian deh. Tapi nggak sampai ikutan ngajar ah. Ngajar di rumah saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, ke Guru nya jadi kurang all out ya kalau tiap pertemuan masuk kelas, biasanya kami kasih pengertian saja^^

      Delete

Post a Comment