Skip to main content

[Resensi Buku] Menjadi Seniman Rupa


Halo pecinta seni, pecinta buku? Sudah bulan Agustus aja nih, perlu kalian tahu kalau sejak kecil saya suka banget yang namanya baca buku, sayang dulu pas sekolah gak punya banyak uang saku jadi cuma bisa beli buku diskonan atau 'numpang baca' di Gramedia atau toko buku lainnya. Selain pinjam buku punya temen, saya juga pernah jadi member taman bacaan yang sekarang nasib nya entah gimana, sampai akhirnya internet mengalihkan dunia saya huhu, pas kuliah saya mulai males banget baca buku dan setelah kerja, udah bisa beli buku tapi semangatnya gak seperti dulu. Tahun 2016 ini saya pengen namatin minimal 1 buku tiap bulan, ya lumayan lah untuk mengembalikan minat baca hihi
Sekarang ini adalah pertama kalinya saya belajar meresensi buku, enjoy!

1. Identitas buku
Judul buku: Menjadi Seniman Rupa

Pengarang:
Tris Neddy Santo
Rotua Magdalena Pardede Agung
Dyah Chitraria Liestyati K.N.P.

Penerbit:
Metagraf, creative Imprint of Tiga Serangkai & FSR IKJ Press

Tahun terbit:
2012

Jumlah halaman:180 hlm 23 cm

2. Pratinjau
Buku ini enggak sengaja saya dapetin di Gramedia Merdeka Bandung saat libur lebaran, di label harganya Rp 50.000 tapi pas bayar aku dapet diskon jadi cuma bayar Rp 15.000 lucky to be me but, what!? Padahal ini karya sesepuh akademisi seni.
>> Pendahuluan, dari daftar isi kita bisa mengetahui kalau buku ini akan mengajak kita melangkah ke dunia seni rupa dengan meninjau sifat umum seni rupa Indonesia, perkembangan sejarah seni rupa Indonesia, barat dan modern.
 >> Setelah pendahuluan, selanjutnya akan dibahas tentang dinamika sosial, perubahan dan prospek kesenirupaan, gaya hidup trensdetter atau follower, perubahan mindset dan mental creativepreneur dalam menciptakan karya seni.
>> Bidang kesenirupaan sebagai landasan karier kreatif yang meliputi definisi seni & estetika, ruang lingkup seni rupa, fungsi seni, unsur & kaidah seni rupa, seniman & karya seni, tinjauan lingkup seni murni.
>> Kiat sukses menjadi seniman/perupa dintaranya melalui jalur akademis dan beberapa profil seniman sukses.
>> Komunitas & jejaring seniman rupa berisi tentang wawancara seniman akademisi dan komunitas seni rupa.
>> Penutup diantaranya fakta sosial, pengetahuan dasar dan kiat menjadi perupa & akses ruang publik.

3. Jenis buku: Non fiksi, buku ini merupakan  seri profesi industri kreatif sekaligus inspirasi.

4. Keunggulan:
>> Berdasarkan organisasi buku sudah sistematis karena diawali sejarah seni hingga akhirnya tips menjadi perupa sukses.
>> Berdasarkan isi buku sudah apik dan menarik karena menampilkan karya-karya perupa yanh luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri.
>> Berdasarkan bahasa, karena pengarangnya adalah suhu akademisi yang memiliki gelar bergengsi tentunya buku ini menuturkan rasa akademis yang ilmiah, perlu konsentrasi dan pemahaman mendalam saat baca buku ini.

5. Kelemahan
Tanpa mengurangi rasa hormat, saya ingin memberikan saran jika tidak ada kalimat atau bagian yang berulang-ulang, lalu kekurangannya adalah kenapa tidak ada profil dan karya maestro lukis Indonesia Alm. Barli Sasmitawinata, tak satupun nama atau karyanya tercantum di buku ini padahal, semua yang pernah mengenyam pendidikan seni di Bandung tentunya tahu kalau Pak Barli adalah pelukis asli kota kembang yang juga sangat berjasa pada dunia kesenirupaan Indonesia.

Baca: Wisata seni

6. Nilai Buku
Buku ini memiliki nilai moral, semangat dan inspirasi yang tinggi bagi siapa pun yang ingin belajar seni. Beberapa kutipan yang saya suka adalah:

" Berkarya adalah panggilan jiwa, seorang seniman harus berkarya untuk mengisi jiwanya "

Jadikan berkarya sebagai bagian dari hidup kita dengan penuh gairah. Seniman dikatakan berhasil apabila ia tetap konsisten dalam menghasilkan karya yang baik dalam keadaan apapun" -Hary Purnomo

Kutipan kedua sangat menampar keras mengingat beberapa hari lali saya ikut lomba melukis di Gd. Indonesia mengugat yang diselenggarakan IWS atau Indonesian Watercolor Society yang juga mengadakan Pameran Asian Watercolor Expression III. Saya dan peserta lain di beri kesempatan melukis di Braga dsk. Dengan alasan lagi sakit leher, saya desprate dan malas-malasan karena tidak percaya diri, hasilnya pun berantakan, swing mood banget deh padahal hadiah nya lumayan voucher 3 juta an gitu buat beli art stuff huhu.

7. Kesimpulan:
Saya seneng banget ketemu buku ini, walau bahasanya lumayan berat tapi karena saya suka maka saya tamatin hehe, buku ini cocok buat mahasiswa seni atau siapa pun yang ingin jadi seniman. Terutama saya yang tidak punya background seni rupa, rasanya buku ini adalah kuliah teori seni bagi saya, sangat membantu :)

Comments